Daerah  

Kuota Tambahan 720 Tabung LPG 3 kg Didistribusikan di Sesayap Tana Tidung

Tambahan Stok LPG 3 Kg untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Pertamina kembali menyalurkan tambahan stok LPG 3 kg di wilayah Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara). Penyaluran ini dilakukan sebagai alokasi fakultatif guna memperkuat pasokan di lapangan, khususnya menjelang Ramadan. Pada hari Rabu (18/2/2026), sebanyak 720 tabung LPG 3 kg disalurkan ke wilayah tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa tidak ada antrean yang signifikan saat mobil pendistribusi tiba di Desa Tideng Pale Timur. Meskipun jumlah pengunjung tidak terlalu banyak, masyarakat datang secara bergantian dan membawa tabung kosong untuk ditukar dengan tabung penuh.

Distribusi Rutin Setiap Minggu

Agen LPG PT Puja Nabila Tideng Pale, Arifin, menjelaskan bahwa distribusi LPG 3 kg ke wilayah Kecamatan Sesayap dilakukan tiga kali dalam seminggu. Ia menyatakan bahwa kuota tambahan sebanyak 720 tabung yang diterima hari ini bukan merupakan kuota utama, melainkan kuota fakultatif dari Pertamina.

“Kami menerima tambahan sebanyak 720 tabung LPG 3 kg yang siap disalurkan ke wilayah Kecamatan Sesayap. Ini bukan kuota murni, tapi fakultatif,” ujarnya.

Arifin juga menegaskan bahwa setiap minggu terdapat tiga kali pengiriman LPG 3 kg ke seluruh pangkalan. Ia mengimbau masyarakat agar segera mendatangi pangkalan ketika mengetahui adanya pengiriman. Menurutnya, mobil pendistribusi tidak bisa menunggu lama di satu titik karena harus melanjutkan pengiriman ke lokasi lain.

Untuk wilayah Tideng Pale, setiap pengiriman satu mobil membawa 720 tabung. Jika dikali tiga kali pengiriman dalam seminggu, totalnya mencapai 2.160 tabung. Namun, angka ini belum termasuk jika ada tambahan kuota dari Pertamina.

Tidak Ada Laporan Kekurangan LPG

Menurut Arifin, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari warga terkait kekurangan LPG. Ia memastikan bahwa LPG subsidi akan diprioritaskan untuk masyarakat, bukan pengecer. Untuk menghindari penyalahgunaan, masyarakat dibatasi maksimal dua tabung per konsumen.

“Kami pastikan LPG subsidi diberikan kepada masyarakat, bukan pengecer. Jika seseorang membawa tiga tabung, kami hanya memberikan dua aja agar semua bisa mendapatkan,” jelasnya.

Terkait syarat pembelian, Arifin menyebut bahwa tidak ada aturan khusus selain status sebagai warga negara Indonesia. Namun, bagi aparatur sipil negara (ASN), terdapat aturan gubernur yang melarang penggunaan LPG subsidi. Oleh karena itu, ASN dialihkan ke tabung pink berisi 5,5 kg.

Meski demikian, di lapangan sulit membedakan antara ASN dan masyarakat biasa. “Yang sering beli bukan pegawainya, kadang istri atau keluarganya. Kami tidak bisa membedakan, jadi intinya mereka rumah tangga dan pengguna ya sudah,” ujarnya.

Harga di Atas HET

Beberapa pangkalan dilaporkan menjual LPG 3 kg di atas HET Rp28 ribu menjadi Rp30 ribu. Arifin menjelaskan bahwa pangkalan seharusnya menyiapkan uang kembalian. Ia mengakui ketersediaan uang pecahan kecil memang terbatas.

“Untuk pangkalan harus menyediakan uang kecil Rp2 ribuan untuk kembalian atau warganya membeli dengan uang pas jangan bawa uang lebih,” katanya.

Ke depan, ia menyebut akan ada regulasi sistem pembayaran non-tunai dari Pertamina. Terkait papan informasi harga yang dipasang di dalam pangkalan, Arifin mengatakan hal tersebut untuk kepentingan dokumentasi. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan HET bukan kewenangannya.

“Tapi masalah HET itu bukan di saya, intinya kami barang itu ada ya kita beli kalau tidak ada kan kita mau pakai apa,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *