Awal Mula Ipda Purnomo Bantu ODGJ dengan Uang Pribadi dan 39 Guru PPPK Tuban

Perjalanan Kemanusiaan Ipda Purnomo: Dari Bantuan ODGJ Hingga Bantu Guru PPPK

Ipda Purnomo, yang saat ini menjabat sebagai Kanit Binpolmas Polres Lamongan, dikenal sebagai sosok yang penuh kepedulian. Ia tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai anggota polisi, tetapi juga aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan. Salah satu inisiatif terbesarnya adalah mendirikan Yayasan Berkas Bersinar Abadi yang fokus pada perawatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Membantu ODGJ dari Awal

Perjalanan Ipda Purnomo merawat ODGJ dimulai ketika ia masih bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat. Saat itu, ia melihat seorang ODGJ yang sedang berkeliaran dan merasa kasihan. Dari situ, ia memutuskan untuk membantu ODGJ tersebut.

“Awalnya itu, saat saya masih dinas di Polsek Babat, dan jadi Bhabinkamtibmas di Kelurahan Banaran. Melihat ada ODGJ keliaran jadi kasihan, makanya muncul inisiatif menolongnya,” ujar Pak Pur, demikian panggilan akrabnya.

Dari langkah sederhana itu, hati Ipda Purnomo semakin terketuk untuk terus membantu ODGJ. Ia bahkan rela menggunakan uang pribadi dari tunjangan sebagai anggota Polri untuk membiayai kebutuhan ODGJ.

Dukungan dari Istri

Keberhasilan Ipda Purnomo dalam merawat ODGJ tidak lepas dari dukungan istri, Lilik Ika Wahyuni. Ia tidak hanya memberi dukungan moral, tetapi juga turut serta dalam perawatan ODGJ. Bahkan, saat awal-awal, ia ikut memandikan ODGJ yang dibawa pulang ke rumah.

“Bulan Maret besok itu, tahun kesembilan (menekuni menolong ODGJ), yayasan masuk tahun kelima. Istri mendukung, saat awal itu sampai ikut memandikan ODGJ yang saya bawa pulang ke rumah,” kenang Pak Pur.

Kesulitan dan Tantangan

Meskipun begitu, Ipda Purnomo mengakui bahwa ia sering menghadapi tantangan. Salah satunya adalah sikap para ODGJ yang kadang meresahkan tetangga. Di tengah situasi ini, ia mencoba membawa ODGJ ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ), tetapi ditolak karena tidak memiliki KTP keluarga.

“Saya ditawari, agar ditaruh di yayasan swasta dengan biaya Rp 3,5 juta per bulan. Saya langsung dimarahi sama istri,” kenang Pak Pur.

Mendirikan Yayasan Sendiri

Dari pengalaman tersebut, Pak Pur memutuskan untuk mendirikan Yayasan Berkas Sinar Abadi. Ia meminta izin kepada Bupati Lamongan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Lamongan.

“Awalnya itu disuruh ikut bernaung di bawah Dinas Kesehatan karena merawat ODGJ butuh obat. Tapi, karena tidak sekadar obat dan butuh keperluan lain yang dibutuhkan ODGJ, maka disarankan untuk ikut Dinas Sosial,” ujar Pak Pur.

Pendapatan Tambahan dari Youtube

Untuk mengelola yayasan yang kini merawat sebanyak 395 ODGJ, Pak Pur mendapat bantuan dari beberapa pihak. Selain itu, ia juga mendapatkan tambahan pemasukan dari hasil konten YouTube.

“Saya itu sedih namun bahagia. Sedih ketika melihat ODGJ dipasung seperti di Blitar, yang hendak saya ajak tapi ibunya menolak. Namun bahagia, ketika anak itu akhirnya sembuh dan memeluk ibunya saat dijemput di Lamongan,” kata Pak Pur.

Bantuan kepada Guru PPPK

Pada Rabu (18/2/2026), Ipda Purnomo menyerahkan uang sejumlah Rp 11,7 juta kepada 39 guru PPPK Tuban yang kontraknya tidak diperpanjang. Bantuan ini merupakan bentuk empati serta dukungan moral agar para tenaga pendidik tersebut tetap semangat meski berada di tengah masa sulit.

“Semoga dengan bantuan ini bisa memberikan keringanan kepada mereka. Dan bisa untuk membeli kebutuhan masuk bulan puasa ini,” kata Purnomo kepada media.

Bantuan kepada Pemulung

Selain itu, Ipda Purnomo juga membantu seorang pemulung bernama Muntama (56), warga Desa Suci, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Pertemuan keduanya terjadi ketika Ipda Purnomo tengah berkendara. Ia melihat seorang ibu memikul karung berisi rongsokan. Tanpa ragu, Ipda Purnomo menawarkan bantuan dengan mengantarkan pulang.

Tak hanya mengantar pulang, polisi tersebut juga memberikan sejumlah uang agar Muntama bisa segera membeli kebutuhan pokok di rumahnya.

“Saya terenyuh dan saya beri Rp 1 juta untuk belanja keperluan selama Ramadan,” kata Purnomo.


Exit mobile version