Iran Berjanji Membalas Serangan AS dan Israel
Iran telah berjanji untuk membalas serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal ini memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, yang sebelumnya dikenal memiliki tingkat keamanan relatif tinggi. Negara-negara seperti Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yordania, yang semuanya memiliki kehadiran militer AS, mengklaim telah mencegat rudal Iran.
“Semua wilayah pendudukan dan pangkalan AS yang jahat di kawasan ini telah dihantam oleh serangan dahsyat rudal Iran,” kata Garda Revolusi Iran dalam pernyataannya. Mereka menegaskan bahwa operasi tersebut akan terus berlanjut hingga musuh dikalahkan secara telak.
Video Serangan Balasan Iran Mulai Bermunculan
Beberapa video tentang serangan balasan Iran mulai bermunculan di seluruh kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa rekaman, terlihat adanya pangkalan udara AS yang menjadi target serangan. Salah satu negara yang terkena dampaknya adalah Bahrain. Pusat Komunikasi Nasional Bahrain menyatakan bahwa pusat layanan Armada Kelima Angkatan Laut AS telah menjadi sasaran serangan rudal.
Sebuah klip terverifikasi menunjukkan momen ketika sebuah rudal menghantam kendaraan yang sedang melaju. Ledakan besar terjadi setelahnya, dengan pecahan dan puing-puing terbang ke udara. Orang-orang di dalam kendaraan terdengar berteriak “ya Tuhan” saat mereka melaju kencang di jalan. Rekaman lain menunjukkan kepulan asap hitam yang membumbung tinggi dan sirene berbunyi di seluruh kota.
Pihak Tasnim, media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam, menyatakan bahwa semua pangkalan dan kepentingan AS di kawasan tersebut telah menjadi sasaran rudal Iran.
Peringatan dari Kepala Palang Merah Internasional
Eskalasi militer di Timur Tengah memicu reaksi berantai yang berbahaya di seluruh wilayah. Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Mirjana Spoljaric, memberikan peringatan kepada negara-negara untuk menghormati aturan perang dan mendesak mereka untuk menemukan kemauan politik guna mencegah “kematian dan kehancuran lebih lanjut.”
“Eskalasi militer di Timur Tengah memicu reaksi berantai berbahaya di seluruh wilayah, dengan konsekuensi yang berpotensi menghancurkan bagi warga sipil,” kata Spoljaric dalam sebuah pernyataan. Ia menekankan bahwa menjaga aturan perang adalah kewajiban, bukan pilihan.
ICRC bertindak sebagai penjaga Hukum Humaniter Internasional (IHL), yang bertujuan membatasi dampak konflik bersenjata. Mereka melindungi orang-orang yang tidak atau sudah tidak lagi berpartisipasi dalam permusuhan serta membatasi sarana dan metode peperangan.
“Infrastruktur sipil seperti rumah sakit, rumah, dan sekolah harus dilindungi dari serangan. Petugas medis dan tim tanggap darurat harus diizinkan untuk menjalankan tugas mereka dengan aman,” ujarnya.
Spoljaric juga menyebut bahwa ICRC memiliki tim di lapangan di Iran, Israel, dan wilayah lainnya, dan siap untuk menanggapi kebutuhan dalam mandatnya. Namun, ia menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan tidak dapat mengimbangi laju atau skala penderitaan akibat konflik yang berkelanjutan. Kemauan politik diperlukan untuk mencapai perdamaian dan mencegah kematian dan kehancuran lebih lanjut.
Serangan AS dan Israel ke Iran
Israel melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Setelah itu, serangan AS ke Iran berlangsung, yang memicu konfrontasi militer baru di kawasan Timur Tengah. Ledakan terdengar di Teheran dan kota-kota lain di seluruh Iran.
Operasi militer AS diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari, demikian laporan Reuters mengutip seorang pejabat AS. Militer Israel mengumumkan penutupan sekolah dan tempat kerja, kecuali sektor penting, serta larangan penggunaan wilayah udara publik.
Israel menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil, dan otoritas bandara meminta masyarakat untuk tidak pergi ke bandara mana pun di negara itu. Iran pun mengikuti langkah tersebut dan menutup wilayah udaranya hingga pemberitahuan lebih lanjut, setelah serangan dimulai.
Negara tetangga Irak dan negara Teluk Kuwait juga menutup wilayah udaranya. Beberapa maskapai penerbangan melaporkan pembatalan penerbangan atau penjadwalan ulang perjalanan akibat serangan tersebut.
Beberapa penerbangan Flydubai terdampak oleh penutupan wilayah udara, kata juru bicara perusahaan tersebut. Adapun AS dan Iran melanjutkan negosiasi pada bulan Februari 2026 untuk mencoba menyelesaikan perselisihan yang telah berlangsung selama beberapa dekade melalui diplomasi dan menghindari ancaman konfrontasi militer yang dapat meng destabilisasi kawasan tersebut.
Namun, Israel bersikeras bahwa setiap kesepakatan AS dengan Iran harus mencakup pembongkaran infrastruktur nuklir Teheran, bukan hanya menghentikan proses pengayaan, dan melobi Washington untuk memasukkan pembatasan program rudal Iran dalam pembicaraan tersebut.
Iran mengatakan pihaknya siap membahas pembatasan program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi, tetapi menolak untuk mengaitkan masalah tersebut dengan rudal.
