Rudal Iran Serang Israel, Gedung 9 Lantai Runtuh, Warga Terjebak di Bunker

Peristiwa Kekacauan di Wilayah Timur Tengah

Pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, wilayah Israel utara mengalami serangan rudal yang menimbulkan kekacauan. Sebuah bangunan sembilan lantai terkena dampak dari rudal Iran yang berhasil dicegat. Akibatnya, satu orang terluka dengan luka ringan akibat pecahan peluru dari rudal pencegat. Menurut penyiar Channel 12 Israel, kerusakan parah terjadi pada salah satu apartemen di bangunan tersebut.

Selain itu, lebih banyak ledakan terdengar di ibu kota Qatar, Doha. Sirene kembali berbunyi di seluruh Israel, menandakan bahwa serangan rudal Iran masih berlangsung dan menargetkan entitas zionis. Pernyataan militer Israel di Telegram menyatakan bahwa Angkatan Udara Israel sedang beroperasi untuk mencegat dan menyerang ancaman jika diperlukan.

“Pembelaan tidak bersifat kedap udara, dan oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk terus mematuhi pedoman Komando Depan Dalam Negeri,” tambah pernyataan tersebut. Masyarakat diminta untuk terus mengikuti instruksi dari Home Front Command.

Ledakan di Berbagai Lokasi

Ledakan baru juga terdengar di Doha, ibu kota Qatar. Sementara itu, di wilayah Timur Tengah, Iran dilaporkan menargetkan pasukan AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA). Bahrain telah mengonfirmasi bahwa markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS menjadi sasaran serangan rudal.

Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan bahwa rudal Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Patriot. Di sisi lain, sebuah ledakan keras dilaporkan dari ibukota UEA, Abu Dhabi. Qatar, Kuwait, dan UEA telah menutup wilayah udara mereka.

Serangan AS-Israel ke Iran

Serangan gabungan antara AS dan Israel terhadap Iran terjadi pada pagi hari. Beberapa ledakan terdengar di ibukota Iran, Teheran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS telah memulai “operasi tempur besar” di Iran setelah Israel juga mengumumkan serangan rudal terhadap negara tersebut.

Presiden Trump mengatakan bahwa AS akan menghancurkan rudal dan industri rudal Iran hingga rata dengan tanah. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Selain itu, ia menyatakan bahwa proksi ‘teroris’ di kawasan ini tidak akan lagi dapat mengganggu stabilitas kawasan atau dunia.

Respons Iran terhadap Serangan

Iran dikabarkan tengah menyiapkan serangan balasan setelah Israel melancarkan serangan rudal ke wilayahnya. Seorang pejabat Iran kepada Reuters menyebut respons Teheran “akan sangat buruk”, mengisyaratkan eskalasi besar dalam konflik terbaru ini.

Wilayah udara Iran ditutup tanpa batas waktu. Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Majid Akhavan, dalam wawancara dengan kantor berita Mehr menegaskan bahwa “wilayah udara seluruh negara telah ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut”. Langkah ini mempertegas status siaga tinggi di negara tersebut, sekaligus memicu kekhawatiran gangguan penerbangan internasional.

Jaringan seluler di ibu kota Teheran mengalami gangguan, dan warga tidak dapat melakukan panggilan. Ada kekhawatiran akses internet juga akan segera dibatasi atau bahkan diputus.

Konflik Terus Berlanjut

Serangan rudal Israel ke Iran disebut sebagai bagian dari operasi militer gabungan. Seorang pejabat Amerika Serikat kepada Al Jazeera menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan bersama oleh AS dan Israel. Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan terdengar di beberapa titik di Teheran.

Israel aktifkan sirene nasional saat serangan berlangsung. Sirene serangan udara dibunyikan di berbagai wilayah sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan rudal balasan dari Iran. IDF menyatakan langkah tersebut dilakukan “untuk mempersiapkan publik terhadap kemungkinan rudal diluncurkan ke arah Israel”.

Dengan kedua negara bersiap dalam posisi tempur dan wilayah udara Iran ditutup total, dunia kini menanti apakah konflik ini akan berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Exit mobile version