Kaesang Memberikan Hadiah Emas Saat Safari Ramadan di Probolinggo
Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Nurul Qadim di Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu (28/2/2026). Kedatangan Kaesang disambut langsung oleh pimpinan ponpes, KH Abdul Hadi Noer, bersama sejumlah ulama dan kiai setempat. Kunjungan ini dilakukan bertepatan dengan waktu berbuka puasa, menciptakan suasana yang hangat dan penuh antusiasme.
Berbeda dengan tradisi sang ayah, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang identik dengan pembagian sepeda, Kaesang justru memilih memberikan hadiah emas kepada para santri yang berhasil menjawab kuis wawasan umum. Langkah unik ini dilakukan Kaesang dengan alasan nilai investasi emas yang terus meningkat dibandingkan barang konsumsi lainnya.
Alasan Memilih Hadiah Emas
Kaesang menjelaskan alasannya memilih hadiah logam mulia dibandingkan tradisi sang ayah. Ia menyebut bahwa nilai sepeda akan mengalami penyusutan dari tahun ke tahun. “Tapi malam ini saya membawa emas, emas dalam beberapa tahun ke depan harganya Insya’Allah akan terus naik. Jadi nanti yang dapat tolong disimpan,” tambahnya.
Dalam momen tersebut, Kaesang memberikan pertanyaan seputar wawasan umum, mulai dari kepanjangan IKN, wilayah di Indonesia, tokoh bangsa, hingga matematika sederhana. Beberapa santri yang berhasil menjawab tampak antusias menerima hadiah emas mini tersebut.
Harga Emas dan Nilai Konversi Hadiah
Berdasarkan pantauan pada Minggu (1/3/2026) pukul 05.00 WIB, harga emas dari berbagai merek populer terpantau stagnan. Tren mendatar ini terlihat merata di berbagai kanal penjualan, baik melalui gerai fisik maupun platform digital. Harga emas Antam tidak bergerak dari level Rp 3.085.000 sejak perdagangan Sabtu (28/2/2026). Begitu juga dengan emas UBS yang tetap di harga Rp 3.123.000 per gram, serta emas Galeri24 pada angka Rp 3.092.000 per gram.
Jika hadiah emas 0,1 gram dari kuis Kaesang tersebut dikonversikan dengan harga hari ini, maka nilainya berada di kisaran Rp 300-an ribu. Ini menjadi bukti bahwa hadiah yang diberikan memiliki nilai yang cukup signifikan.
Doa Kepemimpinan dan Respons Realistis PSI
Sebelumnya, pada Jumat (27/2/2026), Kaesang Pangarep juga menyambangi Pondok Pesantren Az-Ziyadah di Klender, Jakarta Timur. Dalam kunjungan tersebut, Pimpinan Ponpes Az-Ziyadah, KH Muhajir Zayadi, secara terbuka mendoakan Kaesang agar menjadi pemimpin bangsa di masa depan. “Kaesang ini masih muda, punya keyakinan dan kekuatan. Dengan itu, Insya’Allah akan menjadi orang sukses. Beliau super young” ucap Muhajir yang diamini para santri. “Pemimpin hari ini dan pemimpin yang akan datang. Mudah-mudahan suatu saat bisa menjadi Presiden,” imbuhnya.
Merespons doa tersebut, Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, menegaskan bahwa saat ini Indonesia sudah memiliki kepemimpinan nasional yang sah. “Kan kita hari ini sudah punya presiden, Pak Prabowo Subianto, dan wakil presiden Mas Gibran Rakabuming Raka. Terus Mas Kaesang mau ditaruh di mana? Belum, kan. Nanti, nanti akan datang,” ujar Ali kepada wartawan.
Pernyataan ini menegaskan sikap PSI yang menempatkan doa tersebut sebagai aspirasi moral namun tetap berpijak pada realitas konstitusional.
Target Pemilu 2029 dan Fokus Realistis
Terkait target Pemilu 2029, Ali menyebut PSI memilih bersikap realistis dengan fokus menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold). “Kita ikuti aturan yang ditetapkan pemerintah dan DPR, ambang batasnya berapa… Kami berjuang, insyaallah, berada di atas parliamentary threshold yang ditetapkan undang-undang dan KPU,” pungkasnya.
Dalam rangkaian Safari Ramadan ini, sejumlah elite PSI turut mendampingi Kaesang, di antaranya Ketua Harian PSI Ahmad Ali, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, anggota Dewan Pembina PSI Isyana Bagoes Oka, serta mantan kader NasDem yang baru bergabung dengan PSI, Rusdi Masse.
