Bagaimana Reaksi Masyarakat Indonesia terhadap Serangan AS-Israel ke Iran?

Respons Masyarakat Indonesia terhadap Serangan AS-Israel ke Iran

Serangan besar-besaran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang menyebabkan kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, serta beberapa pejabat lainnya, memicu reaksi dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Dalam situasi ini, organisasi-organisasi Islam dan lembaga-lembaga keagamaan di Indonesia memberikan respons yang tegas dan penuh keprihatinan.

Nahdlatul Ulama (NU): Doa untuk Kesejahteraan dan Perdamaian

Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan lebih dari 95 juta anggota, mengeluarkan instruksi resmi kepada pengikutnya untuk membacakan doa Qunut Nazilah dalam setiap salat. Instruksi ini dikeluarkan sebagai bentuk kepedulian terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah akibat agresi militer AS-Israel terhadap Iran.

“Melalui Qunut Nazilah, warga NU diajak memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan keselamatan kepada masyarakat sipil yang terdampak serta menghadirkan perdamaian dan keadilan,” bunyi surat PBNU yang ditandatangani pada Minggu (01/03).

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan keprihatinannya dan berharap ketegangan bersenjata tidak berlarut-larut. “Jangan sampai ini punya dampak yang luas, secara global,” ujar Gus Ipul yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial.

Muhammadiyah: Mengecam Pelanggaran HAM dan Hukum Internasional

Muhammadiyah, ormas Islam terbesar kedua di Indonesia dengan pengikut lebih dari 60 juta jiwa, juga mengecam serangan AS dan Israel ke Iran. Surat yang ditandatangani oleh Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menyatakan bahwa serangan tersebut adalah pelanggaran atas hak-hak asasi manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Selain kecaman, Muhammadiyah juga menyampaikan rasa keprihatinan dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan korban lainnya. Organisasi ini juga menyerukan agar PBB memberikan sanksi tegas ke AS dan Israel atas pelanggaran yang dilakukan dan mewujudkannya dengan langkah yang nyata.

Majelis Ulama Indonesia (MUI): Mengutuk Agresi Militer

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengutuk keras serangan Israel dan AS ke Iran. MUI berkata serangan itu bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan ketertiban dunia. MUI menegaskan setiap bentuk agresi yang melanggar kedaulatan negara lain harus dihentikan.

MUI juga menyampaikan duka mendalam atas “gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei,” dalam tausiyah yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar.

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI): Menyuarakan Perdamaian

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), wadah bagi sekitar 80% umat Kristen Protestan Indonesia, juga menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas serangan AS dan Israel ke Iran. Sekretaris Umum PGI Pendeta Darwin Darmawan menyatakan bahwa serangan itu merusak peradaban dan menginjak martabat manusia.

“Kami mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama dan kekuatan masyarakat pada umumnya untuk ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global dan mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi.”

Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN): Menolak Kekerasan

Wakil Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Chandra Setiawan menyatakan bahwa setiap tindakan kekerasan dan peperangan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang diajarkan Nabi Kongzi. Ia mengecam keras segala bentuk agresi militer dan kekerasan.

Tanggapan Pemerintah Indonesia

Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam keterangannya sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.

Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif. Namun, ada kritik terhadap sikap pemerintah yang dinilai kurang tegas.

Pandangan Warga Iran dan Indonesia

Warga Iran memiliki pandangan yang berbeda terhadap serangan AS-Israel. Sebagian besar warga Iran, terutama di daerah pedesaan, mendukung pemerintahan Khamenei dan menentang serangan. Di sisi lain, sejumlah anak muda perkotaan terpengaruh oleh informasi dari Barat dan mendukung serangan tersebut.

Di Indonesia, komentar warganet di media sosial menunjukkan perpecahan pendapat. Beberapa mengecam serangan, sementara yang lain mendukungnya.

Exit mobile version