Tips Mengatasi Maag Saat Puasa
Maag atau dispepsia sering muncul ketika jadwal atau pola makan berubah. Salah satu contohnya adalah saat puasa Ramadan. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman yang berpotensi mengganggu jalannya ibadah. Namun, ada beberapa cara untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat gangguan pencernaan ini tanpa harus membatalkan puasa.
Apa Itu Maag?
Maag pada dasarnya bukan penyakit, melainkan gejala dari kondisi tertentu. Misalnya, naiknya asam lambung alias GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Seseorang yang mengalami maag biasanya akan merasakan nyeri ulu hati dan rasa terbakar hingga mendekati dada akibat refluks asam lambung. Gejala tersebut tentu sangat mengganggu bagi seseorang yang sedang berpuasa.
Cara Mengatasi Maag Saat Puasa
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meredakan sensasi tidak nyaman akibat maag saat berpuasa:
-
Minum Air Lebih Banyak
Minum air lebih banyak bukan hanya saat siang hari, tetapi juga saat sahur dan buka puasa. Selain membantu melancarkan pencernaan, asupan air yang cukup juga bisa mengatasi gangguan kesehatan lain seperti sembelit, sakit kepala, dan maag.
Coba minum 2—3 liter air sehari dengan membaginya ke dalam beberapa porsi. Pastikan untuk menghindari minuman bersoda karena dapat memicu kembung. Jangan lupa juga untuk menghindari konsumsi kafein karena bersifat diuretik dan bisa menyebabkan diare. -
Konsumsi Makanan Tinggi Serat
Pilih makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka. Jangan asal kenyang, pastikan makanan yang dikonsumsi ramah untuk sistem pencernaan. Makanan tinggi serat seperti buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan utuh mudah dicerna dan bisa mengurangi rasa tidak nyaman akibat maag. Di sisi lain, makanan tinggi serat juga baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan dan mencegah kembung serta sembelit. -
Hindari Makanan Berlemak dan Pedas
Selain mengonsumsi makanan tertentu, kamu juga perlu menghindari makanan berlemak tinggi dan pedas. Makanan berlemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga bisa memicu sakit perut dan mual. Sementara itu, makanan pedas bisa merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. -
Makan dengan Porsi Sedikit
Rasa lapar setelah berpuasa sangat wajar. Namun, jangan langsung makan dalam porsi besar. Kebiasaan ini bisa memicu kram perut dan refluks asam yang parah. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga bisa merusak tenggorokan. Untuk itu, sebaiknya batasi porsi makan dan bagi menjadi beberapa kali makan kecil dengan jeda antar waktu makan. -
Jangan Tidur dalam Keadaan Kenyang
Siapa yang merasa mengantuk setelah sahur? Jangan buru-buru tidur. Tidur tepat setelah makan bisa memicu refluks asam dan gangguan pencernaan. Selain itu, hal ini juga bisa mengganggu kualitas tidur dan membuat berat badan bertambah. Jika ingin tidur, tunggu 2—3 jam setelah makan. Jika tidak memungkinkan, pilih makanan rendah lemak dan konsumsi minimal 30 menit sebelum tidur. -
Konsultasikan dengan Dokter
Jika mengalami gejala maag kronis, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani puasa. Dokter mungkin memberikan saran dan arahan terkait perubahan pola makan. Dokter juga bisa meresepkan obat untuk membantu mengatasi gejala maag yang parah. Jika merasa terganggu oleh maag, segera periksakan diri ke ahli kesehatan.
Kesimpulan
Cara mengatasi maag saat puasa tidak selalu dengan membatalkannya. Kamu bisa mencegahnya dengan melakukan beberapa hal di atas saat sahur dan berbuka puasa. Dengan mengatur pola makan dan gaya hidup, kamu tetap bisa menjalani puasa dengan nyaman.
