Serangan Militer AS dan Israel ke Iran: Dukungan dari Beberapa Negara
Serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada hari Sabtu (28/2/2026) menimbulkan reaksi berbagai negara di seluruh dunia. Operasi yang diberi nama Operasi Tempur Besar ini melibatkan serangan ke sejumlah kota di Iran, termasuk Ibu Kota Teheran. Serangan tersebut terjadi dalam konteks ketegangan yang memanas akibat ancaman-ancaman dari Washington terkait program nuklir dan rudal balistik Iran.
Media Bulan Sabit Merah Iran melaporkan bahwa sedikitnya 201 orang tewas dan 747 luka-luka akibat serangan tersebut. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah utara Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah. Dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa tujuan operasi militer adalah untuk menghancurkan misil Iran dan melumpuhkan industri misil negara tersebut. Ia menyebut operasi ini sebagai serangan masif yang masih berlangsung, dengan tujuan menghilangkan ancaman dari pemerintah Iran.
Negara-Negara yang Mendukung Tindakan AS dan Israel
Beberapa negara telah menyatakan dukungan mereka terhadap tindakan AS dan Israel terhadap Iran. Berikut adalah daftar negara-negara tersebut:
-
Amerika Serikat
Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Duta Besar AS Mike Waltz menjelaskan bahwa serangan AS-Israel memiliki tujuan spesifik dan strategis. Ia menekankan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan rudal yang mengancam sekutu dan melemahkan aset angkatan laut yang digunakan untuk mengacaukan perairan internasional. Selain itu, serangan juga dimaksudkan untuk mengganggu mekanisme yang mempersenjatai milisi proksi dan memastikan bahwa rezim Iran tidak akan pernah dapat mengancam dunia dengan senjata nuklir. -
Israel
Duta Besar Israel Danny Dannon sepakat dengan pernyataan AS, menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk menghentikan ancaman terhadap Israel dan menjaga stabilitas global. Ia menegaskan bahwa Israel bersama AS bertindak untuk menghentikan ancaman eksistensial terhadap sekutu dan stabilitas global. Ia juga menyoroti bahwa ketika sebuah rezim meneriakkan “matilah Israel,” mereka menanggapinya dengan serius dan bertindak. -
Australia
Australia menyatakan dukungan terhadap tindakan AS terhadap Iran, dengan alasan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir serta mengancam perdamaian dan keamanan internasional. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan bahwa pihaknya mendukung tindakan AS untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Meski begitu, Departemen Luar Negeri Australia tetap memperingatkan risiko serangan balasan dan eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah setelah serangan tersebut.
Albanese juga menyoroti penindakan brutal rezim Iran terhadap rakyatnya sendiri, yang menyebabkan ribuan warga sipil Iran tewas. Ia menegaskan bahwa rezim yang mengandalkan penindasan dan pembunuhan terhadap rakyatnya sendiri untuk mempertahankan kekuasaan tidak memiliki legitimasi.
- Kanada
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan dukungan terhadap tindakan AS. Ia menekankan bahwa AS bertindak untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan mengancam perdamaian dan keamanan internasional lebih lanjut. Carney juga menegaskan bahwa posisi Kanada jelas bahwa Republik Islam Iran adalah sumber utama ketidakstabilan dan teror di seluruh Timur Tengah. Ia menyoroti bahwa Iran memiliki salah satu catatan hak asasi manusia terburuk di dunia dan tidak boleh diizinkan untuk memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir.
