Ledakan Petasan di Ponorogo Tewaskan Pelajar SMP
Ledakan petasan yang terjadi di rumah warga bernama Minten di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menimbulkan kekacauan besar. Ledakan tersebut terdengar hingga sejauh 3 kilometer dan menyebabkan satu korban jiwa berupa pelajar SMP berinisial R alias Rifai Kurnia Putra (16 tahun), yang merupakan anak dari Minten. Selain itu, seorang temannya mengalami luka berat.
Rumah Minten yang berada di Dusun Cuwet kini porak poranda akibat ledakan yang sangat keras. Menurut kesaksian tetangga, ledakan tersebut terdengar seperti ban meletus. Namun, setelah melihat asap yang mengepul, mereka sadar bahwa sesuatu yang lebih serius sedang terjadi.
Kesaksian Tetangga tentang Ledakan
Bonari, salah satu tetangga Minten, menceritakan pengalamannya saat mendengar ledakan tersebut. Ia awalnya mengira ada ban meletus karena suaranya yang sangat keras. “Bukan keras lagi, soalnya rumah saya dekat. Kirain ban meletus nggak tahunya asap mengepul. Keras banget, dahsyat,” ujarnya.
Selain Bonari, Dwiyono, warga Desa Sukorejo, juga mendengar ledakan tersebut. Meskipun jarak antara lokasi kejadian dengan rumahnya mencapai sekitar 3 kilometer, ia masih bisa merasakan getaran dari ledakan tersebut. “Jendela rumah saya saja sampai bergetar. Padahal rumah saya cukup jauh, lo, sekitar 3 kilometer,” tambah Dwi.
Siswanto, Kepala Dusun Pendem, juga mendengar ledakan tersebut. Ia langsung pergi ke lokasi kejadian setelah mendengar suara yang sangat keras. “Jarak lokasi ke rumah saya sekitar 500 meter sampai 1 kilometer. Tadi terdengar, makanya saya ke sini. Melihat secara langsung. Ternyata ada dua korban bergelimpangan,” katanya.
Rumah sebagai Markas Pembuatan Petasan
Menurut informasi dari warga setempat, rumah Minten sering digunakan sebagai tempat pembuatan petasan dan balon udara tanpa awak, terutama menjelang Lebaran. Warga menyebut rumah tersebut sebagai “markas” karena aktivitas pembuatan petasan sering terjadi di sana.
“Kami menyebutnya markas. Bukan sekali dua kali, sudah sering terjadi selalu bikin merakit petasan,” ujar Bonari. Ia juga menyampaikan bahwa warga sekitar telah beberapa kali memberi peringatan kepada pemilik rumah, namun tidak pernah dihiraukan.
“Di sini (rumah Minten) yang tinggal ada 3 orang. Yang meninggal dunia itu (Rifa), kakaknya sama ibunya (Minten),” tambah Bonari. Meski begitu, Bonari mengaku kurang tahu dari mana bahan peledak tersebut diperoleh. “Itu masih ditelusuri infonya itu. Di sini jadi markas. Jelang Lebaran, sudah sering diperingatkan, tapi tidak digubris,” ujarnya.
Penanganan oleh Pihak Berwajib
Setelah ledakan terjadi, pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP. Anggota Satreskrim Polres Ponorogo melakukan visum terlebih dahulu kepada korban meninggal dunia berinisial R. Setelah itu, mereka menyisir seluruh bagian rumah Minten yang porak poranda akibat ledakan.
Menurut Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan apakah ledakan tersebut disebabkan oleh bahan-bahan petasan. “Dugaannya meracik bahan mercon,” ujarnya. Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan Gegana Polda Jatim untuk memastikan hasil penyelidikan lebih akurat.
Akibat Ledakan yang Membawa Korban Jiwa
Ledakan petasan yang terjadi di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Minggu (1/3/2026) sore jelang magrib, menimbulkan dampak yang sangat besar. Salah satu korban adalah pelajar SMP yang meninggal di lokasi kejadian. Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat setempat agar lebih waspada terhadap aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
