Kasus Perampokan Berdarah di Bekasi, Seorang Pria Tua Tewas dan Istrinya Luka Parah
Aparat kepolisian sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus perampokan disertai kekerasan yang mengakibatkan kematian seorang pria lanjut usia di kawasan Jatibening, Bekasi. Kejadian ini menimpa pasangan suami istri yang tinggal di rumah mereka sendiri.
Sang suami, berinisial EU (65 tahun), meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara istrinya, berinisial P (60 tahun), mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan medis. Kasus ini kini ditangani oleh tim gabungan dari Subdit Jatanras dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif serta mengidentifikasi pelaku. “Terkait motif hingga saat ini masih dalam pendalaman fokus utama tim saat ini adalah mengumpulkan fakta, mengungkap pelaku, dan melakukan penangkapan,” ujar Budi.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas kejadian tragis tersebut. Sementara itu, proses pengejaran terhadap terduga pelaku masih terus dilakukan oleh tim penyidik.
“Semoga (pelaku) dapat ditangkap,” tukasnya.
Imbauan Polisi untuk Warga
Di tengah penyelidikan kasus tersebut, polisi juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal, terutama bagi warga yang hendak meninggalkan rumah dalam waktu lama. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:
- Memastikan pintu dan jendela rumah terkunci dengan pengaman tambahan.
- Memeriksa pagar dan garasi agar tetap terkunci.
- Mengaktifkan kamera pengawas atau alarm keamanan jika tersedia dan mengarahkannya ke titik akses utama rumah.
- Menyalakan lampu otomatis menggunakan pengatur waktu atau sensor gerak agar rumah tidak terlihat kosong.
- Menyimpan barang berharga serta dokumen penting di tempat aman seperti brankas atau dititipkan di lokasi yang lebih aman bila diperlukan.
- “Dan jangan meninggalkan kunci cadangan di lokasi yang mudah ditebak,” imbuh Kombes Budi.
Terungkap Saat Anak Korban Bangun Sahur
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Andi Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa kejadian ini pertama kali diketahui oleh anak perempuan korban. Saat itu, sang anak terbangun menjelang waktu sahur. Biasanya ia dibangunkan oleh ibunya untuk membantu menyiapkan makanan.
“Jadi bertiga mereka tinggal ada ART tapi pulang pergi kemudian kenapa ini bisa ketahuan? karena anak korban ini biasa dibangunkan sama ibunya untuk persiapan masak dan sebagainya untuk sahur,” kata Kompol Andi.
Namun ketika turun ke lantai satu rumah, ia merasa ada yang tidak beres karena tidak mendapat respons dari orang tuanya. Lampu rumah juga masih dalam kondisi mati.
“Dia (anak perempuan) dengar dari dalam ibunya masih ada sempat suara-suara kayak mengorok-ngorok gitu kan tapi enggak bisa dibuka karena gagang pintunya dirusak,” terangnya.
Karena panik, saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar serta menghubungi kerabat terdekat. Tak lama kemudian, jendela kamar berhasil dibuka paksa. Di dalam kamar itulah kondisi korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan.
“Bapaknya meninggal dunia di tempat, ibunya lagi dioperasi sampai sekarang dalam kondisi kritis akibat benda tumpul di kepala depan dan di kepala belakang,” tukasnya.
Barang Berharga Raib
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga pelaku juga mengambil sejumlah barang milik korban. Menurut keterangan anak korban, beberapa barang yang hilang di antaranya gelang emas yang dikenakan korban serta sejumlah kunci mobil.
Meski demikian, hingga kini identitas pelaku masih belum diketahui. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran.
“Iya masih lidik,” tukasnya.
