Evakuasi Personel Kapal Angkatan Laut Iran ke Pelabuhan Kolombo
Sebanyak 204 personel dari kapal angkatan laut Iran, IRIS Bushehr, telah dievakuasi dengan selamat ke Pelabuhan Kolombo. Informasi ini disampaikan oleh Angkatan Laut Sri Lanka dalam sebuah pernyataan pada Jumat, 6 Maret 2026. Dalam pernyataannya, Juru Bicara Media Angkatan Laut Sri Lanka, Komandan Buddhika Sampath, menyebutkan bahwa IRIS Bushehr akan dibawa ke pelabuhan timur Trincomalee pada hari yang sama.
Sampath menjelaskan bahwa para pelaut Iran akan dibawa ke kamp angkatan laut di Welisara, pinggiran utara ibu kota. “Mereka akan menjalani pemeriksaan medis sebagai formalitas pendaftaran,” ujarnya. Angkatan Laut Sri Lanka juga menyatakan bahwa 204 dari 208 personel Iran yang berada di atas IRIS Bushehr telah dipindahkan ke pelabuhan Kolombo. Empat pelaut tetap berada di kapal tersebut karena mengalami masalah pada salah satu mesinnya.
IRIS Bushehr adalah kapal angkatan laut Iran yang sebelumnya ikut serta dalam latihan maritim di India, International Fleet Review 2026, bersama kapal lainnya, IRIS Dena. Namun, IRIS Dena tenggelam di lepas pantai selatan pulau tersebut setelah serangan kapal selam AS pada Rabu. Serangan di perairan internasional terhadap kapal perang tanpa amunisi itu menewaskan sedikitnya 87 pelaut, 32 luka-luka, sementara puluhan lainnya masih hilang.
Pernyataan Presiden Sri Lanka tentang Kemanusiaan
Presiden Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake, menyampaikan pernyataan bahwa tidak seorang pun pantas mati. Ia menekankan bahwa setiap nyawa berharga. Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis, presiden mengatakan bahwa kapal tersebut meminta izin untuk memasuki perairan Sri Lanka dengan alasan kerusakan mesin.
“Kami ingin tetap netral saat menangani respons kemanusiaan,” katanya, menambahkan bahwa peran Sri Lanka terbatas pada menanggapi permintaan dari salah satu pihak yang terlibat dalam konflik tersebut. Ia juga mengkritik partai-partai oposisi karena mencoba mempolitisasi situasi tersebut.
“Kami tidak akan menyerah pada tekanan. Kami akan mempertahankan netralitas kami,” kata Dissanayake. Menurutnya, kapal tersebut membawa 208 personel, termasuk 53 perwira, 84 kadet, 48 pelaut senior, dan 23 pelaut.
Permohonan Izin dan Peristiwa Serangan
Iran awalnya meminta izin pada 26 Februari agar kapal tersebut dapat melakukan “kunjungan persahabatan” selama empat hari ke pelabuhan Kolombo antara 9 dan 13 Maret. Namun, Dissanayake mengatakan bahwa itu bukan cara yang tepat untuk kunjungan persahabatan. Ia menyebutkan bahwa pada 27 Februari, mereka diberitahu bahwa seorang pelaut tersandung dan jatuh, sehingga membutuhkan bantuan untuk membawanya ke darat.
Setelah serangan terhadap IRIS Dena, kapal Iran pertama yang ditorpedo oleh Amerika Serikat, kapal Iran kedua meminta untuk berlabuh di Kolombo pada 4 dan 5 Maret.
Penanganan Jenazah Pelaut Iran
Sementara itu, pihak rumah sakit di Galle mengatakan bahwa kapasitas kamar mayat rumah sakit Karapitiya tidak memadai untuk menampung lebih dari 90 jenazah pelaut Iran yang tewas dalam serangan AS terhadap kapal pertama. Jenazah-jenazah tersebut disimpan terbungkus serbuk gergaji dan es di tempat penyimpanan sementara sampai pemerintah memutuskan repatriasi mereka.
Sri Lanka mengatakan pada Rabu bahwa mereka telah menemukan 84 jenazah pelaut Iran setelah serangan kapal selam AS menenggelamkan fregat Iran IRIS Dena di lepas pantai Galle di pantai selatan pulau itu. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan kembali ke Iran dari Visakhapatnam di India, tempat kapal itu berpartisipasi dalam latihan tinjauan armada angkatan laut.
Konflik Regional yang Meluas
Amerika Serikat dan Israel telah melakukan serangan bersama terhadap Iran sejak 28 Februari, dengan konflik menyebar ke sebagian besar wilayah Teluk setelah pembalasan Teheran. Hal ini menunjukkan bahwa situasi kemanusiaan dan diplomasi regional semakin kompleks, dengan banyak pihak yang terlibat dalam upaya penanganan krisis.
