Kekacauan pembelian BBM di Aceh, Pertamina pastikan stok aman

Ketersediaan BBM dan LPG di Aceh Aman Hingga Idul Fitri

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengimbau masyarakat di Aceh untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan terhadap bahan bakar minyak (BBM) maupun liquefied petroleum gas (LPG). Menurut pihak Pertamina, persediaan energi cukup dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga momen Idul Fitri.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan bahwa perusahaan terus memastikan ketersediaan pasokan BBM dan LPG. Ia menjelaskan bahwa langkah-langkah antisipasi telah dilakukan, mulai dari peningkatan stok, penguatan sarana distribusi, hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

  • Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran energi kepada masyarakat dapat berjalan lancar, aman, dan terukur.
  • Pertamina juga melakukan optimalisasi distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di seluruh wilayah operasional, termasuk Sumatera Bagian Utara.
  • Sebagai perusahaan energi terintegrasi, Pertamina didukung oleh rantai bisnis yang saling terhubung dan saling menguatkan, mulai dari sektor hulu, pengolahan di kilang, hingga distribusi kepada masyarakat.

Pertamina juga terus memastikan pasokan energi dapat disalurkan secara optimal ke berbagai wilayah. Dalam kesempatan tersebut, ia kembali berpesan agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak, efisien, dan sesuai kebutuhan. Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok energi dijaga tetap aman dengan pola distribusi yang terukur.

  • Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan penimbunan BBM maupun LPG karena tindakan tersebut melanggar ketentuan yang berlaku dan memiliki konsekuensi hukum.
  • Pertamina menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah, aparat, para pemangku kepentingan, serta seluruh masyarakat yang turut menjaga kelancaran distribusi energi.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberi klarifikasi terkait beredarnya pesan berantai melalui aplikasi percakapan dan media sosial yang mengimbau masyarakat untuk segera mengisi penuh tangki kendaraan, bahkan menggunakan jeriken. Ia mengatakan informasi tersebut tidak benar karena saat ini penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal dan stok BBM wilayah Aceh serta wilayah Sibolga dan sekitarnya dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pertamina mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi serta tidak mempercayai pesan berantai dari sumber yang tidak jelas yang tidak sesuai dengan fakta.



Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran, 1 Maret 2026. – (EPA/Stringer)

Impor Minyak Mentah dari Amerika Serikat Mulai Berjalan Bertahap

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa impor minyak mentah (crude oil) dari Amerika Serikat sebagai bagian dari pengalihan impor minyak dari Timur Tengah sudah berlangsung secara bertahap. Kendati demikian, Bahlil menyampaikan impor minyak tidak bisa dilakukan sekaligus sebab Indonesia memiliki keterbatasan kapasitas storage atau fasilitas penyimpanan minyak mentah.

“Sekarang sudah mulai berjalan. Bertahap, ya, bertahap,” ujar Bahlil ketika ditemui selepas acara buka bersama di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/3) malam.

Selain mengalihkan impor minyak dari Timur Tengah ke Amerika Serikat, Indonesia juga merespons perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran melalui percepatan pembangunan storage. Pemerintah Indonesia akan menambah kapasitas penyimpanan dari yang semula maksimal 25–26 hari menjadi 90 hari atau tiga bulan sesuai standar internasional.

“Saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera dibangun. Supaya apa? Kita ini kan butuh survival,” ucap Bahlil.

Indonesia sudah mendapatkan investor untuk pembangunan storage yang direncanakan berlokasi di Sumatera. Saat ini, pembangunan storage sedang menjalani studi kelayakan atau feasibility study sebelum memasuki masa pembangunan. Bahlil menargetkan pembangunan storage dimulai pada tahun ini.

Ketahanan energi Indonesia menjadi sorotan masyarakat di tengah perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Pada Sabtu (28/2), AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran. Serangan AS dan Israel terhadap Iran dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Kemudian Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Pada Ahad (1/3), Presiden AS Donald Trump mengklaim pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan tersebut.

Media Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz telah “secara efektif” ditutup menyusul serangan AS dan Israel, meski belum ada pengumuman resmi mengenai blokade formal.

Adapun Selat Hormuz menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia serta volume besar ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab. Sekitar 20 persen konsumsi minyak harian global, atau sekitar 20 juta barel, melintasi koridor tersebut.

Exit mobile version