Kader PDI Perjuangan Kota Tegal Dapat Bingkisan Lebaran dari Partai
Sebanyak 189 pengurus tingkat ranting PDI Perjuangan Kota Tegal merasa bahagia karena tahun ini mendapatkan bingkisan lebaran dari induk partai. Penghargaan ini diberikan dalam rangka acara rapat konsolidasi kader yang dipimpin oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, H Edy Suripno, S.H, M.H di halaman sekretariat DPC PDI Perjuangan, Jalan dr Setiabudi, Kota Tegal, Jumat 13 Maret 2026 malam.
Rapat konsolidasi kader dimulai dengan pidato politik dari sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Sutari, S.H, M.H. Dalam pidatonya, Sutari menegaskan pentingnya kepedulian dan kepekaan sosial setiap kader pengurus. Ia menyampaikan bahwa dalam perjalanan panjang ke depan, PDI Perjuangan akan mencetak kader-kader terampil yang mampu memperkuat ikatan antar kader dengan partainya.
“Untuk kader PDI Perjuangan Kota Tegal nantinya akan diarahkan menjadi kader berkualitas melalui pelatihan ketrampilan yang dimilikinya. Jadi tidak hanya menjadi kader yang ber-KTA tapi juga kader tangguh yang memiliki segala macam ketrampilan,” jelas Sutari.
Menurut Sutari, ketrampilan yang akan disediakan dan didanai oleh anggota fraksi PDIP yaitu, pelatihan menjadi sekuriti, pelatihan keahlian di bidang teknologi informatika atau lainnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam berbagai aspek.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Edy Suripno lebih menekankan penajaman terhadap nilai dan sikap gotong royong yang menjadi ruh dari partai. Uyip, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa sebagai partai yang fokus terhadap melayani, melindungi dan mensejahterakan rakyat atau yang lazim disebut wong cilik, PDI Perjuangan harus memiliki kader yang ‘kober’ bergotong royong, cinta gotong royong dan gemar bergotong royong.
“Tidak akan mungkin keberhasilan itu dapat terwujud jika dalam gerak dan irama berpolitik kita jalan sendiri-sendiri, individualistik. Kesejahteraan rakyat dapat terwujud hanya jika kita bergotong royong. Bahu membahu, berkeringat bersama,” tegas Uyip.
Uyip mencontohkan, kader partai yang mendapat tugas duduk di legislatif maupun eksekutif tentunya berbeda cara gotong royong nya dengan kader biasa maupun kader pengurus tingkat PAC dan Ranting. “Seperti saat ini, sebagai Ketua Partai saya sampaikan terimakasih yang tak terhingga kepada teman-teman kader PDI Perjuangan yang ada di Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tegal. Dengan penuh kesadaran tinggi mereka bergotong royong mewujudkan bingkisan lebaran untuk seluruh pengurus ranting PDI Perjuangan se-kota Tegal,” papar Uyip.
Di sisi lain, Uyip juga tidak mengesampingkan peran para kader partai yang duduk di DPRD Provinsi maupun DPR RI untuk daerah pemilihan Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes, seperti dr. Messy Widiastuti, Haris Turino dan Santi Alda yang kerap memberikan bantuan kepada kader PDI Perjuangan.
Uyip menambahkan, gerakan gotong royong merupakan sebuah komitmen yang merasuk ke dada setiap kader PDI Perjuangan. “Untuk terciptanya gotong royong maka perlunya mengimplementasikan saling asah yang maksudnya saling mengingatkan, saling asih yang maksudnya saling memberi hormat, rasa simpati dan menyayangi serta saling asuh yang maksudnya saling melindungi sesama kader partai, tiga hal inilah yang disebut silih wewangi, selanjutnya adalah menangkan PDI Perjuangan di Pemilu mendatang,” kata Uyip.
Uyip menambahkan, para kader partai yang duduk di DPRD memiliki tugas wajib menjadi katalisator bagi kader partai dalam mencapai kesejahteraan dalam taraf kehidupan nya. “Para anggota fraksi itu ya harus mampu menyerap aspirasi masyarakat terutama kader partainya. Juga bisa menjadi katalisator dalam mencapai kesejahteraan hidup. Contoh memberikan kemudahan dalam program rehab RTLH, pendampingan hukum masyarakat, dan pendampingan pendidikan serta kesehatan masyarakat. Jika ada anggota fraksi PDI Perjuangan yang tidak melakukan apapun untuk kader partai, laporkan kepada saya selaku ketua partai,” pungkas Uyip.
