Aksi Blusukan Presiden Prabowo Subianto di Stasiun Senen
Aksi blusukan yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke pinggir rel Stasiun Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/3/2026) sore, menarik perhatian publik. Kunjungan mendadak ini dilakukan untuk meninjau kondisi warga sekitar yang tinggal di kawasan tersebut. Aksi blusukan ala Prabowo ini tidak hanya menarik perhatian warga setempat, tetapi juga membuat warganet terus mengikuti perkembangannya.
Selain itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut memberikan komentar terkait aksi blusukan yang dilakukan oleh Presiden. Berikut adalah tiga sorotan tajam dari aksi blusukan yang dilakukan Prabowo:
Aksi Dijiplak oleh Wali Kota Jakarta Pusat
Satu hari setelah kunjungan Prabowo ke bantaran rel di kawasan Senen, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, juga tak mau kalah dengan turun langsung melakukan blusukan ke permukiman pinggir rel kereta di kawasan Pasar Gaplok, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).
Meskipun sama-sama melakukan blusukan, gaya keduanya berbeda. Berbeda dengan Prabowo, Arifin mengenakan baju putih tangan panjang lengkap dengan name tag dan kartu identitas PNS Pemprov DKI Jakarta.
Dalam video yang diunggah, terlihat Arifin berbicara dengan warga penghuni bantaran rel. Ia sempat berbincang dengan anak usia 10 tahun yang ternyata putus sekolah. Ia juga berbicara dengan ibu-ibu soal tempat tinggal mereka.
“Kalau anak cucu tinggalnya di mana tinggalnya?” tanya Arifin.
“Di rel Pak,” jawab salah seorang wanita paruh baya.
“Kalau tidurnya di mana? Di sini gelar aja?” lanjut Arifin.
“Iya gelar kardus,” sahut si wanita.
Arifin lantas menawarkan warga bantaran rel sekitar Pasar Gaplok itu untuk pindah ke rusun. “Mau tinggal di rusun gak? Tinggal di rusun. Rusun itu, rumah susun sewa itu jauh lebih murah, dan tempatnya lebih layak, kamarnya dua,” kata Arifin.
Ibu paruh baya bertanya soal rusun yang dimaksud Arifin. “Rusun di mana tuh Pak?” tanyanya.
“Nanti kita cariin. Rusun di Jakarta. Tinggal di rusun itu anak juga sekolah gratis. Gak Pakai biaya. Nanti untuk pangannya, di situ ada pangan subsidi,” kata Arifin.
“Pemerintah udah memberikan tempat, dimanfaatkan. Dari pada tinggal di sini. Kasihan kan anak-anak masa depannya punya jadi lebih baik,” lanjutnya.
Respons dari Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, angkat bicara menanggapi aksi blusukan Presiden Prabowo Subianto ke bantaran rel dekat Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Pramono mengaku mendukung penuh rencana pemerintah pusat dalam menata permukiman warga di sepanjang rel kereta api.
Pramono menegaskan bahwa pihaknya siap mengikuti dan mendukung penuh langkah pemerintah pusat dalam penataan kawasan permukiman, khususnya yang berada di sepanjang jalur rel kereta. Kebijakan ini disebut sebagai langkah konkret mengatasi persoalan hunian tidak layak yang selama ini menjadi masalah klasik ibu kota.
“Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan support sepenuhnya apa yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk penanganan perumahan yang ada di sepanjang rel kereta api,” ucapnya di Halte Transjakarta Tosari, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).
Ia mengakui, penataan kawasan padat dan tidak layak huni memang membutuhkan kolaborasi lintas pihak agar bisa berjalan optimal. Pramono menjelaskan, pendekatan yang selama ini dilakukan Pemprov DKI adalah memindahkan warga dari kawasan tidak layak, termasuk yang tinggal di lokasi ekstrem seperti Tempat Pemakaman Umum (TPU), ke rumah susun (rusun).
“Termasuk masyarakat yang mohon maaf tinggal di TPU. Sebenarnya yang paling besar itu sekarang ini yang tinggal di TPU,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga yang direlokasi diberikan fasilitas awal berupa pembebasan biaya sewa agar bisa beradaptasi. “Maka yang di TPU kita pindahkan ke rumah susun yang ada. 6 bulan kami gratiskan, tapi setelah itu mereka kita minta untuk berbayar atau menyewa sepenuhnya,” kata Pramono.
Warga Dijanjikan Tinggal di Rumah Susun oleh Presiden
Warga yang tinggal di pinggir rel kereta Pasar Gaplok, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, mengaku dijanjikan tempat tinggal di rumah susun oleh Presiden Prabowo Subianto. Janji tersebut disampaikan presiden saat berdialog langsung dengan warga di lokasi, dalam kunjungannya ke sana, Kamis (26/3/2026).
Salah satu warga, Chono (56), mengatakan Presiden Prabowo menanyakan kesediaan warga untuk pindah apabila pemerintah membangun rumah susun.
“Kalau dibikinin rumah susun, bapak mau pindah nggak? Ya mau lah Pak,” kata Chono saat ditemui di lokasi, Jumat (27/3/2026).
Menurut Chono, mayoritas warga di kawasan tersebut bersedia pindah apabila disediakan hunian yang lebih layak dan terjangkau. Chono mengatakan, salah satu alasan warga sulit mencari tempat tinggal lain adalah tingginya biaya kontrakan di Jakarta.
Ia menyebut, untuk rumah sederhana berbahan triplek saja, biaya sewa bisa mencapai sekitar Rp 500 ribu per bulan. Di sisi lain, untuk kontrakan yang lebih layak bisa di atas Rp 800 ribu.
“Ngontrak kan tahu sendiri mahal sekarang, minimal ya di atas Rp 800 ribu kalau yang rada bagus, kalau yang triplek minimal Rp 500 ribu,” ujarnya.
