Tradisi Pesta Lomban Larungan Kepala Kerbau Kembali Digelar di Jepara
Pesta Lomban Larungan Kepala Kerbau, sebuah tradisi budaya yang berlangsung pada momentum Lebaran Ketupat (Syawal) 1447 H/2026, akan digelar besok, Sabtu (28/3/2026), di Kabupaten Jepara. Tradisi ini menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir Jepara yang kini kembali dihidupkan setelah vakum beberapa tahun terakhir.
Pemilihan Kerbau untuk Sesajen
Kerbau yang dipilih sebagai sesajen dalam pelarungan kali ini adalah jenis kerbau bule dengan berat lebih dari 350 kilogram. Hewan tersebut dibeli dari petinggi di Kabupaten Jepara dengan harga Rp 50 juta. Sebelum pelaksanaan Pesta Lomban dimulai, kerbau tersebut diarak sejauh 1,1 kilometer dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jobokuto pada Jumat (27/3/2026).
Antusiasme Masyarakat
Sejak pagi hari, TPI Ujungbatu sudah dipadati oleh ribuan warga Jepara. Lokasi tersebut tidak hanya menjadi tempat jual beli ikan hasil tangkapan nelayan, tetapi juga disulap seperti lokasi festival. Kerbau bule dilepas dan diarak mengelilingi perkampungan penduduk hingga mencapai titik finish di RPH Jobokuto.
Sepanjang perjalanan sejauh 1,1 kilometer, masyarakat yang penasaran melihat sosok kerbau yang akan diambil kepalanya sebagai sesajen pelarungan. Kerbau bule yang dipilih tahun ini terlihat gagah dan bersih, sehingga menarik perhatian banyak orang.
Pengalaman Langsung dari Warga
Arini Khoiriyah (35), salah satu warga Jepara, antusias mengabadikan arak-arakan kerbau menggunakan gadgetnya. Dia datang bersama anaknya sengaja untuk melihat langsung bagaimana festival arak-arakan kerbau Pesta Lomban digelar.
“Dengar-dengar kerbaunya beda dari tahun-tahun sebelumnya, katanya kerbau bule. Dan ternyata benar, warnanya lebih cerah seperti kerbau Eropa, bersih dan terlihat gagah,” ujarnya.
Arini berhasil mengabadikan kerbau bule tersebut yang diarak oleh bupati, wakil bupati, jajaran forkopimda Jepara, dan para pejabat di Kabupaten Jepara. Baginya, melihat langsung proses arak-arakan kerbau sudah cukup menjawab rasa penasarannya terkait sosok hewan kerbau yang akan dijadikan larungan pada Pesta Lomban tahun ini.
Makna dan Filosofi Tradisi
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyatakan bahwa Kirab Kerbau Pesta Lomban bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir Jepara. Kerbau bule yang dipilih dalam kirab tahun ini memiliki filosofi tersendiri, yaitu adanya hal baru dan semangat baru bagi pemerintah daerah bersama masyarakat Jepara untuk bangkit dan lebih makmur lagi, terutama bagi para nelayan.
Mas Wiwit juga menyebut kirab budaya ini sebagai simbol keterbukaan dan kejujuran kepada masyarakat. Bahwa kerbau yang akan dilarung adalah utuh, bukan hanya kepalanya. Meski dalam pelaksanaan pelarungan Pesta Lomban, hanya kepala kerbau yang dilarung ke laut, sementara dagingnya dimasak untuk dimakan bersama.
Semangat Baru untuk Melestarikan Budaya
Diketahui bahwa Kirab Kerbau Pesta Lomban terakhir kali digelar pada 2019 lalu. Kini kembali diadakan sebagai semangat baru bahwa masyarakat Jepara antusias melestarikan setiap budaya yang dimiliki agar tidak hilang. Bupati berkomitmen untuk terus mengembangkan tradisi ini agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk sebagai magnet bagi wisatawan agar menghidupkan pariwisata di Kabupaten Jepara.
Peran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Ali Hidayat, menambahkan bahwa tradisi Kirab Kerbau Pesta Lomban adalah wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rizki dari laut. Sekaligus doa agar masyarakat Jepara, khususnya para nelayan, selalu diberikan keselamatan dan keberkahan. Serta memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum.
Setelah kerbau diarak, kemudian dilakukan pemotongan di RPH. Kepala kerbau dijadikan sebagai sesajen dalam tradisi pelarungan Pesta Lomban. Sedangkan daging kerbau dimasak pindang kerbau untuk dimakan bersama-sama saat pagelaran wayang Jumat malam di TPI Ujungbatu.
[HARAPAN] Hari ini kirab kerbau berlangsung lancar, dan semoga besok pelarungan Tradisi Lomban juga lancar.
