Dampak Perang Iran-Israel, BUMD Jatim Cari Pengganti Bahan Baku Impor

Dampak Konflik Iran-Israel pada Sektor Ekonomi Jawa Timur

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara Iran dan Israel mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi, khususnya di Jawa Timur. Perusahaan daerah seperti PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur menjadi salah satu yang mengamati potensi dampak dari situasi ini. Direktur Utama PWU Jawa Timur, Erlangga Satriagung, menyatakan bahwa konflik tersebut berpotensi memengaruhi hampir seluruh sektor ekonomi, termasuk perusahaan.

Bahan Baku Impor yang Rentan

Banyak perusahaan di Jawa Timur masih bergantung pada bahan baku impor, sehingga sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar asing dan harga minyak dunia. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berdampak langsung pada biaya produksi. Anak perusahaan PWU seperti PT Loka Refractories Wira Jatim dan PT Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim masih mengandalkan pasokan bahan baku dari luar negeri.

Erlangga menjelaskan bahwa jika nilai dolar naik atau rupiah melemah, sementara kontrak dengan pihak ketiga sudah ditetapkan, maka ada potensi kerugian. Meskipun saat ini dampaknya relatif terkendali, terjadi kenaikan harga bahan baku impor sekitar 10 sampai 15 persen.

Kenaikan Harga Minyak dan Perkembangan Global

Harga minyak dunia sempat melonjak hingga menyentuh kisaran 120 dolar AS per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. PWU masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai kenaikan harga setelah situasi ini. Meski demikian, manajemen PWU tetap memantau perkembangan global sebelum mengambil langkah strategis lebih lanjut.

Substitusi Bahan Baku Lokal sebagai Solusi

Sebagai langkah antisipasi, manajemen PWU mulai mendorong anak perusahaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencari alternatif bahan baku dari dalam negeri. Erlangga menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran manajemen untuk segera melakukan penyesuaian strategi tersebut.

Tim riset dan pengembangan (R&D) juga dilibatkan untuk mengkaji kemungkinan penggunaan bahan baku lokal sebagai pengganti impor. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.

Gangguan Rantai Pasok

Selain kenaikan harga, ketergantungan terhadap bahan baku impor juga berpotensi mengganggu rantai pasok apabila terjadi hambatan distribusi global. Contohnya, konflik geopolitik dapat memicu gangguan pada jalur pelayaran internasional, yang berdampak pada keterlambatan pasokan bahan baku ke dalam negeri. Risiko ini tidak hanya terkait harga, tetapi juga distribusi.

Memantau Situasi Global

Meskipun menghadapi berbagai potensi risiko, hingga saat ini manajemen PWU belum melakukan revisi terhadap target kinerja perusahaan pada tahun 2026. Erlangga menyatakan bahwa pihaknya masih memilih untuk memantau perkembangan situasi global sebelum mengambil langkah strategis lebih lanjut. Ia berharap konflik ini segera mereda sehingga harga komoditas bisa kembali stabil.


Exit mobile version