Pengembangan Sistem Digital Terpadu untuk Penguatan Sektor Pariwisata Berau
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau telah menyiapkan langkah besar dalam penguatan sektor pariwisata melalui pengembangan sistem digital terpadu. Dua platform utama, yakni Sistem Informasi Destinasi Wisata Berau (Sidewi) dan aplikasi Jelajah Pariwisata Berau, akan segera disosialisasikan secara luas kepada para pengelola destinasi wisata di seluruh wilayah Berau.
Pengawas Kepariwisataan Disbudpar Berau, Andi, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya belum melakukan sosialisasi resmi. Namun, setelah momentum Lebaran, tepatnya diperkirakan pada April mendatang, Disbudpar akan mengundang seluruh pengelola destinasi wisata untuk memperkenalkan sistem tersebut sekaligus mewajibkan penginputan data secara terintegrasi.
“Kalau kami prinsipnya belum terlalu memaksa, karena memang belum ada sosialisasi resmi. Tapi habis Lebaran nanti, kami akan undang semua pengelola. Di situ kami wajibkan untuk menginput seluruh informasi ke dalam aplikasi,” ujarnya.
Melalui sistem ini, Disbudpar berharap dapat memperoleh data yang lebih akurat dan terukur terkait kondisi dan perkembangan destinasi wisata di Berau. Selama ini, menurut Andi, angka kunjungan wisatawan kerap terlihat rendah secara data, meskipun fakta di lapangan menunjukkan jumlah pengunjung cukup banyak.
“Dengan sistem ini nanti datanya real time. Jadi tidak lagi hanya perkiraan. Kita bisa lihat secara jelas berapa jumlah kunjungan, kondisi fasilitas, sampai keluhan dari wisatawan,” tambahnya.
Integrasi Sidewi dan Aplikasi Jelajah Pariwisata Berau
Integrasi antara Sidewi dan Jelajah Pariwisata Berau menjadi kunci utama dalam sistem ini. Jelajah akan berfungsi sebagai dashboard berbasis mobile yang dapat diakses wisatawan, sementara Sidewi menjadi pusat pengelolaan data. Data yang diinput oleh pengelola melalui Jelajah akan ditarik secara otomatis ke dalam Sidewi, sehingga tidak terjadi perbedaan informasi.
Tak hanya pengelola destinasi wisata, pelaku usaha seperti hotel dan penginapan juga diwajibkan berpartisipasi aktif. Melalui aplikasi Jelajah, mereka diharuskan menginput data okupansi atau tingkat hunian secara berkala. Langkah ini dinilai penting untuk mendapatkan gambaran utuh terkait pergerakan wisatawan di Berau, sekaligus memperkuat akurasi data kunjungan.
“Dari situ nanti kita bisa lihat pergerakan wisatawan, tidak hanya dari tiket masuk destinasi, tapi juga dari tingkat hunian penginapan,” jelas Andi.
Manfaat Data dalam Pengambilan Kebijakan
Lebih lanjut, Ia mencontohkan bagaimana data tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengambilan kebijakan. Misalnya, jika terdapat fasilitas seperti toilet yang dibangun beberapa tahun lalu namun kini dalam kondisi rusak, data tersebut bisa menjadi dasar pengajuan anggaran perbaikan ke Bapelitbang.
“Kalau kita punya data lengkap, termasuk tingkat kunjungan dan penjualan, itu bisa jadi dasar kuat untuk usulan anggaran. Jadi tidak lagi hanya berdasarkan usulan biasa, tapi benar-benar berbasis data,” jelasnya.
Aplikasi Jelajah Pariwisata Berau sendiri saat ini telah tersedia di Playstore dan memuat berbagai informasi penting bagi wisatawan. Mulai dari rekomendasi destinasi terdekat, hotel dan penginapan, hingga kuliner yang tersebar di 100 kampung dan 10 kelurahan di Berau. Dengan demikian, wisatawan tidak perlu lagi mencari informasi dari berbagai sumber terpisah.
“Semua sudah jadi satu di Jelajah. Jadi wisatawan lebih mudah mengakses informasi,” katanya.
Validasi Data dan Fitur Interaktif
Disbudpar juga menekankan pentingnya validasi data dalam sistem ini. Setiap informasi yang masuk akan diverifikasi sesuai bidang masing-masing, baik itu terkait destinasi wisata, akomodasi, maupun konten promosi. Hal ini dilakukan untuk menjaga keakuratan informasi yang diterima wisatawan.
Tak hanya itu, fitur interaktif juga disiapkan untuk menampung masukan dari wisatawan. Melalui kolom komentar di aplikasi, pengguna dapat menyampaikan keluhan atau laporan, seperti kondisi kebersihan atau jaringan yang kurang memadai. Seluruh masukan tersebut akan masuk ke server dan menjadi bahan evaluasi, misalnya dalam rapat koordinasi pariwisata.
“Dari situ kita bisa tahu apa saja yang menjadi keluhan wisatawan, dan itu akan kami tindaklanjuti,” ungkapnya.
Optimisme dengan Hadirnya Sidewi dan Jelajah Pariwisata Berau
Dengan hadirnya Sidewi dan Jelajah Pariwisata Berau, pihaknya optimistis pengelolaan pariwisata di Berau akan semakin terarah, transparan, dan berbasis data. “Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan kualitas layanan serta daya saing destinasi wisata di Bumi Batiwakkal,” tutupnya.
