Peran Aleksandar Dimitrov dalam FIFA Series dan Pengaruhnya terhadap Liga 1
Aleksandar Dimitrov, pelatih kepala Timnas Bulgaria, kini menjadi sorotan di dunia sepak bola Indonesia. Kebangkitannya sebagai pelatih muncul setelah membawa Bulgaria meraih gelar juara FIFA Series di Indonesia. Keberhasilan ini membuat namanya mulai dilirik oleh beberapa klub Liga 1 yang ingin menggaetnya untuk musim 2026/2027.
Kabar ini pertama kali dikabarkan oleh dua media asal Bulgaria, Sportlive.bg dan Actualno. Mereka menyebut bahwa Dimitrov masuk dalam daftar belanja klub-klub Super League. Selain itu, pengalamannya sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia pada masa kepelatihan Ivan Kolev juga menjadi salah satu alasan utama klub Liga 1 tertarik memboyongnya.
Dimitrov pernah menjadi asisten pelatih Ivan Kolev di Persipura Jayapura. Sebelumnya, ia juga berkarier sebagai pemain di Liga Indonesia bersama Persija Jakarta dan Petrokimia Gresik. Pengalaman tersebut memberinya wawasan tentang sepak bola Indonesia, sehingga menjadikannya kandidat kuat untuk posisi pelatih di Liga 1.
Sebagai pelatih Timnas Bulgaria, Dimitrov baru saja menjabat pada September 2025 lalu. Meskipun belum memiliki statistik spesial dengan rasio kemenangan dan kekalahan yang seimbang (3 menang dan 3 kalah), performanya selama 6 pertandingan membuat banyak pihak tertarik untuk melihat potensi yang dimilikinya.
Klub-Klub yang Tertarik Menggaet Aleksandar Dimitrov
Berdasarkan performa saat ini, dua klub Liga 1 yang disebut-sebut memiliki kemungkinan besar untuk menggaet Dimitrov adalah Bali United dan PSM Makassar. Kedua tim ini sedang menghadapi tantangan dalam kompetisi musim ini, dengan posisi klasemen yang tidak stabil.
Bali United, yang dilatih Johny Jansen, hanya mampu menempati posisi ke-10 klasemen sementara. Sementara itu, PSM Makassar yang dilatih Tomas Trucha, hanya mampu bertengger di peringkat ke-13. Hal ini membuat kedua klub ini lebih rentan terhadap perubahan, termasuk perubahan pelatih.
Namun, proses perekrutan Dimitrov tidak akan mudah. Kontraknya masih tersisa hingga 30 Juni 2027, sehingga klub yang tertarik harus menawarkan tawaran yang menarik baik secara personal maupun finansial. Biaya tebus kontrak selama semusim juga menjadi faktor penting dalam proses negosiasi.
Respons Suporter yang Mengejutkan Setelah Kekalahan Timnas Indonesia
Meski Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, respons suporter justru positif. Gol tunggal Bulgaria dicetak oleh Marin Petkov di menit ke-38 melalui titik pualis setelah wasit menggunakan VAR untuk meninjau sebuah tackle Kevin Diks di dalam kotak penalti.
Meskipun kalah, suporter Timnas Indonesia justru memberikan apresiasi terhadap permainan tim dan pelatih John Herdman. Mereka mengatakan bahwa skuad Garuda tampil dalam kondisi terbaik meskipun hanya berkumpul empat hari sebelum laga. Bahkan, mereka menyesali cara Bulgaria bermain, yang dinilai terlalu defensif setelah unggul 1-0.
Komentar-komentar dari suporter di Instagram resmi Timnas Indonesia menunjukkan bahwa mereka puas dengan performa tim. Beberapa dari mereka bahkan menulis:
- “Jangan hanya lihat skor tapi lihat permainan, yang kita lawan rank 80an tapi kita bisa menguasai permainan dan bisa menciptakan peluang, bahkan Bulgaria hanya sedikit shot on target tapi permainan kita bagus di match ini.”
- “Udah gacor ini mah, dengan pelatih baru 4 hari waktu latihan, semoga turnamen selanjutnya juara bareng John herdman.”
- “Sekelas Eropa parkir bus.”
Respons positif ini menunjukkan bahwa suporter Indonesia tetap mendukung Timnas meskipun gagal meraih gelar FIFA Series. Mereka percaya bahwa Timnas Indonesia memiliki potensi besar, dan hanya butuh waktu untuk menunjukkan performa terbaiknya.












