Duta Besar Iran: Akses Selat Hormuz bagi Indonesia

Kondisi Lalu Lintas di Selat Hormuz

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan bahwa kapal-kapal Indonesia masih memiliki peluang untuk melintasi Selat Hormuz meskipun kawasan tersebut sedang dalam situasi perang. Namun, pelayaran harus mengikuti protokol keamanan khusus yang ditetapkan oleh Iran.

Saat kunjungannya ke Kota Solo, Jawa Tengah, pada Rabu, 1 April 2026, Boroujerdi menjelaskan bahwa kondisi lalu lintas di Selat Hormuz saat ini diatur secara ketat akibat konflik yang sedang berlangsung. Meski demikian, Iran memberikan prioritas kepada negara-negara sahabat, termasuk Indonesia.

“Terkait Selat Hormuz, saat ini memang dalam situasi perang sehingga protokol lalu lintas menjadi protokol khusus. Kami telah menyatakan kepada negara-negara sahabat bahwa kapal-kapal mereka dapat melewati Selat Hormuz,” ujar Boroujerdi kepada wartawan di Solo.

Ia menegaskan bahwa Indonesia termasuk negara sahabat Iran. Bahkan, menurutnya, sejumlah kapal Indonesia telah berhasil melintasi jalur tersebut.

“Indonesia merupakan negara sahabat Iran dan selama ini beberapa kapal Indonesia berhasil lewat dari Selat Hormuz. Untuk kapal-kapal yang tersisa, saat ini masih dalam pembicaraan dengan pihak Indonesia,” katanya.

Boroujerdi menambahkan bahwa peluang tersebut tetap terbuka selama pemerintah Indonesia bersedia mengikuti syarat dan protokol keamanan yang berlaku di kawasan konflik. Namun, ia tidak merinci apa saja syarat dan protokol tersebut.

“Apabila pemerintah Indonesia menerima syarat dan protokol keamanan yang berlaku saat perang, kami dengan bangga akan menjamin keamanan kapal-kapal Indonesia untuk melewati Selat Hormuz,” ujarnya.

Penyangkalan Terhadap Tuduhan

Boroujerdi juga membantah anggapan bahwa Iran menjadi penyebab ketidakamanan di Selat Hormuz. Menurutnya, Iran justru memiliki peran historis dalam menjaga stabilitas kawasan, termasuk di Teluk Persia.

“Kami bukan pihak yang membuat Selat Hormuz tidak aman. Selama ratusan tahun, kami menjaga keamanan lalu lintas di sana. Ketidakamanan justru datang dari pihak luar yang masuk ke kawasan ini,” kata Boroujerdi.

Situasi Konflik yang Berlangsung

Dalam kesempatan tersebut, Boroujerdi juga menyinggung situasi konflik yang tengah dialami negaranya. Ia menyebut serangan udara masih terus berlangsung dan menyasar berbagai infrastruktur sipil seperti masjid, rumah sakit, sekolah, hingga fasilitas energi.

Menurutnya, konflik yang telah berlangsung lebih dari satu bulan itu menimbulkan kerusakan besar, termasuk puluhan ribu rumah warga yang hancur serta korban jiwa dari berbagai kalangan. Meski demikian, ia menegaskan Iran tidak akan menyerah dan akan terus mempertahankan diri.

“Kami tidak melihat adanya ruang negosiasi dalam kondisi ini. Yang kami harapkan adalah pihak lawan menyadari kesalahan mereka,” ujarnya.

Dukungan Masyarakat Indonesia

Di sisi lain, Boroujerdi mengapresiasi dukungan masyarakat Indonesia terhadap Iran. Ia menyebut solidaritas tersebut datang dari berbagai daerah, termasuk saat kunjungannya ke Surakarta atau Solo.

Ia juga menyampaikan bahwa hubungan Iran dan Indonesia telah terjalin sejak ratusan tahun lalu dan diharapkan terus berkembang, termasuk dalam kerja sama perdagangan, ekonomi, dan pariwisata.

“Kami hadir di Surakarta untuk menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas dukungan yang luar biasa,” katanya.

Upaya Menjaga Jalur Perdagangan

Boroujerdi menambahkan, komunikasi antara Iran dan Indonesia terkait pelayaran di Selat Hormuz masih terus berlangsung, seiring upaya menjaga jalur perdagangan tetap berjalan di tengah konflik.

Dalam kunjungannya ke Kota Solo pada Rabu tersebut, Dubes Iran didampingi perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Islam Iran bertemu dengan Wali Kota Solo, Respati Ardi di Balai Kota Solo. Selain itu, Boroujerdi dan rombongan juga berkunjung ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari.

Exit mobile version