Respons Dedi Mulyadi Diuji, Wagub Kalbar Jadi Gubernur Bangun Kalbar dengan Rp 6 Triliun

Tantangan Wakil Gubernur Kalbar terhadap Gubernur Jawa Barat

Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan, memberikan tantangan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menantang Dedi Mulyadi untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur di Kalbar dengan anggaran APBD sebesar Rp6 triliun. Tantangan ini disampaikan dalam sebuah pidato yang kemudian viral di media sosial.

Pemicu Konflik

Ketegangan ini berawal dari video viral yang menampilkan warga dan anak-anak di Kalbar yang memprotes jalan rusak yang penuh lumpur. Warga berseloroh meminta agar Gubernur Kalbar ditukar dengan Dedi Mulyadi. Video tersebut menjadi sorotan publik dan memicu reaksi dari berbagai pihak.

Dalam video tersebut, sejumlah anak-anak menyampaikan keluhan mereka tentang kondisi jalan yang tidak memadai. Mereka mengeluh bahwa Gubernur Kalbar tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat dan lebih mementingkan diri sendiri daripada rakyat. Anak-anak itu bahkan menyebut Gubernur mereka “molor hingga pingsan” karena abai terhadap kerusakan infrastruktur.

Selain video anak-anak, ada juga unggahan dari akun Instagram Elisabet Murni yang menunjukkan kerusakan jalan di Jalan Poros SP-3 Bedayan, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Jalan tersebut penuh lumpur dan sulit dilalui bahkan oleh mobil offroad. Perekam video ini menggunakan Bahasa Sunda untuk menyampaikan permintaan agar Gubernur Kalbar diganti dengan Dedi Mulyadi.

Respons Bijak dari Dedi Mulyadi

Menanggapi tantangan tersebut, Dedi Mulyadi merespons secara bijak melalui unggahan di Instagram pribadinya. Ia menyampaikan permintaan maaf jika keberhasilan pembangunan di Jawa Barat menyinggung pihak lain. Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda, termasuk dalam hal kekuatan fiskal dan APBD.

Ia juga memahami bahwa luas wilayah Kalbar jauh lebih besar dibanding Jawa Barat, tetapi hanya mendapat jatah APBD yang jauh lebih kecil. Dedi Mulyadi mengajak pemerintah daerah lain untuk bekerja sama melayani masyarakat dengan baik. Ia juga mendoakan agar daerah-daerah lain bisa meningkatkan kemampuan fiskalnya sehingga dana bagi hasil dapat mengalir ke daerah penghasil.

Perbandingan antara Kalbar dan Jabar

Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa Provinsi Kalbar tidak bisa dibandingkan dengan Provinsi Jawa Barat. Ia membandingkan luas wilayah Kalbar yang 11 kali lebih besar dari Jawa Barat, namun hanya mendapat jatah APBD sebesar Rp6 triliun. Sedangkan Jawa Barat, meski memiliki luas wilayah yang lebih kecil, memiliki APBD sebesar Rp31 triliun, berkali-kali lipat lebih besar dari Kalbar.

Krisantus menekankan bahwa perbedaan kekuatan fiskal, luas wilayah, dan APBD sangat signifikan antara dua provinsi tersebut. Ia menantang Dedi Mulyadi untuk membuktikan kemampuannya dalam membangun Kalbar dengan anggaran yang jauh lebih kecil.

Tanggapan dari Masyarakat

Video yang viral tersebut mencerminkan kekecewaan masyarakat Kalbar terhadap kondisi infrastruktur yang tidak memadai. Anak-anak dan warga meminta perhatian dari pemerintah daerah, termasuk permintaan untuk mengganti gubernur. Kejujuran dan kepolosan anak-anak tersebut sontak menuai perhatian warganet dan memicu diskusi tentang kinerja pemerintah daerah.

Tantangan yang diberikan oleh Wagub Kalbar kepada Gubernur Jawa Barat ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kebutuhan daerah-daerah yang memiliki keterbatasan sumber daya. Meskipun tantangan ini muncul dari situasi yang tidak ideal, respons bijak dari Dedi Mulyadi menunjukkan sikap profesional dan kesadaran akan perbedaan kondisi antar daerah.

Exit mobile version