Daerah  

Pindahnya Sentra Pedagang Bunga Cirebon dari Kalibaru ke Dukuh Semar

Perpindahan Sentra Pedagang Bunga Cirebon ke Dukuh Semar

Sentra pedagang bunga Cirebon kini resmi berpindah dari Kalibaru. Setelah bertahun-tahun menjadi pusat aktivitas ekonomi warga, para pedagang bunga kini akan menempati lokasi baru di kawasan Dukuh Semar, Kecamatan Harjamukti. Kawasan ini dirancang dengan konsep yang lebih besar dan tata ruang yang lebih teratur.

Perpindahan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon dalam menata kawasan sekaligus meningkatkan potensi ekonomi rakyat yang berbasis wisata. Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati menjelaskan bahwa penataan kawasan Dukuh Semar dimulai dengan relokasi pedagang bunga dari Kalibaru.

“Relokasi dilakukan untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih tertib, serta mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi pedagang kecil,” ujar Farida melalui pesan singkat, Jumat (10/4/2026).

Proses pembangunan kawasan tersebut sudah mulai berjalan pada April 2026. “Kami memastikan di bulan April 2026 ini proses pembangunan di kawasan Dukuh Semar sudah berjalan sesuai rencana,” kata Farida.

Untuk menampung para pedagang, pemerintah menyediakan area seluas sekitar 1.100 meter persegi yang dilengkapi 44 kios. Farida menegaskan bahwa seluruh pedagang yang sebelumnya berjualan di Kalibaru akan terfasilitasi di lokasi baru dengan kondisi yang lebih baik dan tertib.

“Seluruh pedagang dapat terfasilitasi dan menempati lokasi baru dengan kondisi lebih baik dan tertib,” katanya.

Tidak hanya sekadar relokasi, pembangunan kios baik tertutup maupun terbuka ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua bulan. Lebih jauh, Dukuh Semar tidak hanya disiapkan sebagai tempat berjualan, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi baru yang terintegrasi dengan wisata religi.

“Penataan kawasan tidak hanya difokuskan pada perdagangan, tetapi juga diarahkan menjadi ruang sosial dan spiritual bagi masyarakat,” katanya.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah revitalisasi Masjid Al-Hidayah yang berada di kawasan tersebut, agar memiliki daya tarik sebagai bagian dari destinasi wisata religi. Dalam pengembangannya, Pemkot Cirebon juga menggandeng Yayasan H Karim Oei untuk memperkuat konsep kawasan, khususnya dalam penguatan fungsi masjid.

Dari total luas kawasan sekitar 4.400 meter persegi, masih terdapat ruang yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan fasilitas pendukung lainnya.

Sebelumnya, relokasi ini tak lepas dari penataan kawasan Sungai Sukalila-Kalibaru yang sebelumnya menjadi lokasi utama pedagang bunga. Sebelum dibongkar, Jalan Kalibaru Utara dikenal sebagai sentra yang ramai dikunjungi masyarakat untuk membeli berbagai kebutuhan bunga, mulai dari hajatan hingga keperluan ziarah.

Kini, aktivitas tersebut beralih ke Dukuh Semar. Kawasan yang dulunya dikenal sebagai pusat angkutan kota karena berada tepat di belakang Terminal Harjamukti itu, perlahan bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru.

Perpindahan ini bukan sekadar memindahkan lapak, tetapi juga menandai babak baru bagi pedagang bunga Cirebon, dari kawasan bantaran sungai menuju sentra yang lebih tertata, dengan harapan ekonomi yang ikut tumbuh lebih kuat.

Exit mobile version