Wawancara Juan Florit Zapata: Tanpa Kompetisi, Sulit Juara Piala Dunia

Sistem Akademi Sepak Bola Spanyol yang Menghasilkan Pemain Berkualitas

Sepak bola Spanyol kembali menunjukkan dominasinya di dunia. Setelah meraih gelar Euro dan Piala Dunia dalam satu dekade terakhir, tim nasional mereka kini berada di peringkat pertama FIFA. Hal ini tidak lepas dari sistem pembinaan pemain yang disebut-sebut paling efisien di Eropa. Di balik keberhasilan ini, ada struktur akademi LaLiga yang terorganisasi, metodologi latihan yang jelas, dan budaya kompetisi usia muda yang terjaga sejak dini.

Sementara Indonesia baru saja gagal lolos ke Piala Dunia, pengalaman Spanyol menjadi rujukan penting dalam membangun jalur pemain dari akademi hingga tim nasional. Dalam wawancara dengan Direktur Sepak Bola LaLiga, Juan Florit Zapata, beberapa hal penting tentang fondasi keberhasilan Spanyol dan pelajaran yang bisa dipetik oleh Indonesia untuk memperbaiki ekosistem sepak bola terutama pembinaan usia muda.

Keunggulan Sistem Akademi Spanyol

LaLiga memimpin di semua peringkat baik di dalam maupun di luar lapangan. Data menunjukkan bahwa LaLiga dan klub-klubnya merupakan yang terdepan di Eropa dalam hal pembinaan pemain muda. Tahun lalu, lebih dari 160 pemain akademi bermain di tim utama klub-klub LaLiga. Rata-rata delapan pemain per klub dan ini angka yang sangat baik. Yang juga penting adalah persentase waktu bermain pemain akademi di kompetisi utama seperti LaLiga: hampir 20 persen. Sebagai perbandingan, klub-klub Prancis berada di kisaran 13 persen, sementara Premier League, Bundesliga, dan Serie A di bawah 10 persen.

Dari sisi ekonomi, nilai pasar pemain akademi Spanyol mencapai sekitar 1,5 miliar euro (setara Rp 28 triliun). Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Premier League yang sekitar 1 miliar euro. Ini adalah kombinasi dari berbagai faktor: budaya, tradisi, dan nilai yang sudah lama diberikan Spanyol terhadap pengembangan pemain muda. Ini bukan hanya hasil investasi finansial dari klub dan institusi, tapi juga hasil kerja sama jangka panjang LaLiga sejak 2015, untuk membantu klub memahami pentingnya membangun model berbasis akademi.

Titik Balik Pengembangan Akademi

Pada tahun 2015, LaLiga membentuk Departemen Pengembangan Akademi, yang saya pimpin. Saat itu Spanyol sudah menjadi referensi internasional dalam pengembangan pemain muda, terutama setelah kesuksesan tim nasional di Piala Dunia dan Euro pada 2008, 2010, dan 2012. Namun kami sadar, jika hanya puas dengan posisi itu, negara lain akan segera menyusul. Karena itu kami memulai proses baru pengembangan akademi dalam beberapa fase.

Dua tahun pertama (2015–2017) kami fokus mendekati klub, mendengar tantangan dan kebutuhan mereka, serta mencari cara bagaimana LaLiga bisa membantu. Setelah membangun hubungan yang kuat, kami masuk ke fase berikutnya membangun komitmen kolektif antar-klub untuk berkembang bersama. Kami meluncurkan Rencana Nasional Akademi LaLiga pada 2022. Fase pertama berlangsung 2022–2025. Program ini berfokus pada lima pilar utama, struktur profesional, infrastruktur dan sumber daya, model latihan dan metodologi, pengembangan serta perlindungan pemain, dan transisi menuju sepak bola profesional.

Koordinasi antara Klub, Federasi, dan Institusi Publik

Secara resmi, LaLiga tidak memiliki kewenangan langsung dalam sepak bola usia muda. Itu merupakan ranah Federasi Sepak Bola Spanyol. Namun, pada 2015 kami menyadari bahwa belum ada proyek nasional yang benar-benar fokus pada pembinaan usia muda. LaLiga memutuskan untuk memimpin inisiatif tersebut bersama klub. Saat ini, ada rencana nasional yang diluncurkan tahun 2022 dan menjadi satu-satunya proyek besar yang secara khusus berfokus pada pengembangan sepak bola usia dini di Spanyol.

Perlindungan Pemain Muda

Transisi dari akademi ke tim utama memang masa paling krusial dalam karier pemain. Sepak bola profesional menuntut banyak hal, sehingga kesiapan menjadi faktor utama. Kami di LaLiga percaya, jika pemain sudah siap, baik secara fisik maupun mental, tidak ada alasan untuk menahannya. Fokus kami bukan pada melarang atau mempercepat, tapi memastikan sistem di sekitarnya mampu melindungi dan menyiapkan mereka.

Salah satu pilar dalam rencana nasional kami adalah perlindungan terhadap pemain, yang mencakup KPI khusus seperti pembentukan departemen kesehatan mental, program karier ganda untuk pendidikan dan sepak bola, dukungan bagi keluarga, dan bimbingan karier setelah masa bermain. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan stabil bagi pemain muda agar siap menghadapi tekanan dunia profesional.

Perbandingan Daya Saing Pemain Muda LaLiga dan Premier League

Premier League memang telah berinvestasi besar sejak meluncurkan Elite Player Performance Plan pada 2012, dan hasilnya cukup baik. Namun dalam beberapa tahun terakhir, trennya menurun sedikit dibanding 2018–2020. Kami di LaLiga tetap fokus pada diri kami sendiri. Data menunjukkan LaLiga memimpin di semua aspek, dan sekarang kami mulai mengekspor model sukses ini ke seluruh dunia. Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Selatan melalui kerja sama dengan federasi dan liga lokal.

Posisi Indonesia dalam Pembangunan Sepak Bola

Setiap negara membutuhkan empat hingga lima faktor utama untuk membangun ekosistem sepak bola yang kuat. Pertama, soal gairah dan budaya sepak bola. Indonesia sudah memilikinya. Kedua, infrastruktur. Ini penting, tapi bukan yang terpenting. Anda harus memliki infrastruktur yang baik untuk memberikan para pemain, pelatih, dan semua orang, alat yang tepat untuk bekerja.

Ketiga, metodologi dan filosofi latihan. Kami memiliki metodologi tertentu dan filosofi saat kita latihan dan bekerja dengan para pemain muda. Saya pikir ini salah satu faktor di mana Indonesia mungkin masih gagal yaitu infrastruktur kompetisi yang solid. Anda perlu memberikan para pemain wadah kompetitif yang tepat di setiap fase, dari U-7, U-8, U-9, U-19, dan U-20. Ini aspek yang masih menjadi tantangan di Indonesia.

Peluang Indonesia Lolos ke Piala Dunia

Sulit, tapi bukan mustahil. Namun membangun struktur kompetitif yang berkelanjutan, dari U-10, U-12 hingga U-19 akan sangat membantu membuka jalan ke sana. Jika LaLiga berada di posisi Indonesia, dua prioritas utama adalah membangun sistem kompetisi usia muda yang berjenjang dan sesuai konteks lokal, dan meningkatkan kapasitas pelatih dan profesional lokal.

Inisiatif LaLiga di Asia

Inisiatif LaLiga di Asia adalah LaLiga Youth Tournament, yang juga digelar di Indonesia. Ada saran agar formatnya diubah dari 7 lawan 7 menjadi 11 lawan 11. Pandangan LaLiga adalah turnamen ini sangat penting bagi kami di kawasan Asia Tenggara dan dijalankan oleh kantor LaLiga di Singapura. Kami sangat puas dengan hasil beberapa edisi sebelumnya, dan tentu kami mendengar masukan tersebut. Saran tersebut masuk akal dan akan kami evaluasi bersama tim di Singapura untuk meningkatkan kualitas dan dampak kompetisi ini.

Peluang Pemain Indonesia Bermain di Liga Spanyol

Kami ingin menjadikan turnamen ini lebih besar dan berdampak, dan tentu membuka peluang agar pemain muda dari Asia, termasuk Indonesia, dapat tampil di Spanyol suatu hari nanti. Namun, penting diingat bahwa proses ini memerlukan visi jangka panjang. Membangun pemain tidak bisa dalam 1-2 tahun. Tapi, saya yakin Indonesia memiliki potensi besar menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Asia.

Pendapat tentang Sepak Bola Indonesia

Saya cukup sering mendengar tentang Indonesia. Saya menonton pertandingan terakhir Indonesia di putaran empat kualifikasi Piala Dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, saya melihat banyak perubahan, tapi terlalu seringnya pergantian strategi dan pelatih tim nasional bukan hal yang baik. Sepak bola nasional memerlukan stabilitas dan visi jangka panjang. Setiap pelatih punya filosofi sendiri, tapi yang terpenting adalah kesinambungan proyek. Luis Milla punya karakter sendiri, Patrick Kluivert juga punya gaya yang berbeda. Indonesia memiliki potensi besar seperti populasi pemain muda yang besar dan semangat tinggi. Dengan metodologi, strategi, dan konsistensi yang tepat, saya yakin Indonesia bisa mencapai target besar seperti lolos ke Piala Dunia. Kali ini hampir berhasil, mungkin di kesempatan berikut Anda akan mencapainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *