Fenomena yang Mengejutkan: Kuda Hitam Tasikmalaya Meraih Prestasi di Stadion Tak Layak

Persikotas Kota Tasikmalaya: Kuda Hitam yang Mengukir Prestasi Tanpa Fasilitas Memadai

Persikotas Kota Tasikmalaya kini menjadi salah satu tim yang mengejutkan dalam Liga 4 Seri 1 Jawa Barat 2025. Sebagai tim promosi yang sebelumnya menempati peringkat tiga di Liga 4 Seri 2 Jawa Barat 2024, Laskar Wiradadaha telah mampu mencapai babak semifinal. Kini, mereka hanya membutuhkan satu tiket lagi untuk melangkah ke partai puncak jika mampu mengalahkan atau sekadar bermain imbang dalam pertandingan leg kedua melawan Cimahi United di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, pada Kamis, 27 November 2025, pukul 13.00 WIB.

Pencapaian ini bisa dibilang luar biasa, terlebih melihat kondisi dan persaingan yang ada di dunia sepak bola profesional maupun amatir di Tanah Air. Persikotas baru saja memasuki musim kedua sejak bergabung dengan manajemen baru yang dipimpin oleh Ketua Umum Ecep Suwardaniyasa. Selain itu, klub ini juga tidak memiliki fasilitas stadion yang layak untuk berlatih dan bertanding.

Pemain Persikotas Berlatih Hingga Ke Luar Kota

Kondisi yang sangat berbeda dibandingkan dengan klub-klub lain seperti PSGC Ciamis atau Persigar Garut yang memiliki stadion yang memadai. Persikotas harus melakukan latihan di tempat-tempat yang jauh dari kota mereka sendiri. Pemain seperti Pian Sopian dan rekan-rekannya sering kali melakukan latihan di wilayah tetangga, yaitu Kabupaten Ciamis.

Bahkan, untuk berlatih pun, Persikotas harus melakukan perjalanan lintas kota. Hal ini membuat proses persiapan tim menjadi lebih rumit dan melelahkan. Tidak hanya itu, para pemain juga kesulitan dalam menjalani pertandingan uji coba karena tidak memiliki venue yang layak di Kota Tasikmalaya.

Pertandingan Uji Coba Dibatalkan Karena Lapangan Tidak Layak

Beberapa waktu lalu, Persikotas sempat mengagendakan pertandingan uji coba melawan saudara tua mereka, Persitas. Namun, pertandingan tersebut harus dibatalkan karena lapangan Stadion Wiradadaha tidak layak digunakan. Genangan air akibat hujan yang turun membuat lapangan tidak dapat digunakan. Bahkan, ketika cuaca normal pun, lapangan tersebut dinilai tidak aman bagi para pemain.

Situasi ini berbeda jauh dengan Stadion Galuh yang dianggap sebagai stadion terbaik di Priangan Timur. Lapangan yang rata dan sistem drainase yang baik membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk pertandingan level nasional. Bahkan, beberapa tim besar seperti Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan klub dari Malaysia pernah melakukan pertandingan di sana.

Latihan Di Luar Kota Jadi Solusi

Menurut Manajer Persikotas Fajar Cuya, selama ini tim Persikotas menggunakan dua lokasi di Ciamis untuk berlatih. Lokasi tersebut adalah lapangan desa di Kecamatan Cikoneng. Alasan utamanya adalah karena tidak ada lapangan rumput yang layak di Kota Tasikmalaya. Meskipun ada lapangan sintetis, namun itu milik perseorangan dan tidak tersedia untuk umum.

Pelatih Persikotas Ronny Remon juga menyatakan bahwa fasilitas stadion yang dimiliki Persikotas tidak layak. Namun, ia tetap fokus pada pengembangan tim agar dapat meraih prestasi yang lebih baik. Ia percaya bahwa dengan kerja keras, anak-anak asuhnya dapat mengharumkan nama Kota Tasikmalaya.

Pentingnya Stadion yang Layak

Ketua Umum Persikotas Ecep Suwardaniyasa menyebutkan bahwa jika Persikotas memiliki stadion yang layak, banyak keuntungan yang akan diraih. Selain bisa mengembangkan bibit-bibit sepak bola di Kota Tasikmalaya, potensi perekonomian yang diperoleh juga akan sangat besar. Sayangnya, karena keterbatasan fasilitas, Persikotas tidak bisa menggelar pertandingan sebagai tuan rumah di daerah sendiri.

Selama ini, pertandingan uji coba atau laga resmi dilakukan di tempat netral. Misalnya, saat menghadapi Persigar Garut, pertandingan digelar di Garut. Saat melawan klub Bandung, pertandingan digelar di kota kembang. Hal ini tentu memberatkan finansial dan fisik para pemain.

Semifinal di Stadion Arcamanik Bandung

Ecep bersyukur karena venue semifinal dan final Liga 4 Seri 1 Jabar 2025 menggunakan Stadion Arcamanik yang dinilai sangat bagus dan layak. Selain itu, tempatnya netral, sehingga memberikan rasa adil bagi kedua tim. “Ini menjadi hal penting dan berharga buat kami untuk menatap laga-laga Persikotas dengan penuh optimistis,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *