Peristiwa Nelayan Tersambar Petir di Sungailiat, DPC HNSI Berupaya Bantu Keluarga Korban
DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka akan melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah daerah untuk membahas bentuk perhatian kepada keluarga korban nelayan Sungailiat, Hasanudin yang meninggal dunia karena tersambar petir saat melaut. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka, Slamet Riyadi, pada Minggu (7/12). Ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan memfasilitasi pencairan BPJS Ketenagakerjaan milik korban ke badan atau lembaga terkait.
Hasanudin, yang merupakan nelayan asal Parit Pekir, Sungailiat, memiliki kartu nelayan yang sudah masuk dalam asuransi. “Nanti kami akan berkomunikasi dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan dan juga PT Timah untuk meminta bantuan bagi keluarga yang ditinggalkan,” jelas Slamet Riyadi. Pihaknya juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya nelayan tersebut dan mengimbau kepada rekan-rekan nelayan untuk lebih berhati-hati dalam melaut.
Detik-Detik Mengerikan Saat Hasanudin Tersambar Petir
Sebelumnya, teriakan minta tolong dari Hasanudin (45) kepada anaknya Bahar (12) menjadi detik-detik genting dalam peristiwa naas yang terjadi pada Sabtu (6/12) pagi. Perairan Laut Karang Langkore, Sungailiat, Kabupaten Bangka menjadi lokasi terakhir Hasanudin menghembuskan nafas terakhirnya.
Peristiwa naas menimpa Hasanudin dan anaknya saat mereka sedang melaut mencari ikan. Kapal tiba-tiba tersambar petir hingga keduanya mengalami luka bakar serius. Kasat Polairud Polres Bangka, AKP Arief Fabillah, menjelaskan bahwa Hasanudin dan Bahar pergi melaut untuk memancing ikan. Mereka berangkat pada Jumat (5/12) menuju Perairan laut Langkore Sungailiat Bangka.
Pada Sabtu (6/12) sekira pukul 08.00 WIB, kapal KM Kirana milik korban disambar petir. “Hasanudin dan Bahar sempat terjun ke laut untuk menyelamatkan diri dan Hasanudin masih sempat berteriak meminta tolong,” kata Arief. Mendengar teriakan sang ayah, Bahar sempat menolong ayahnya agar tidak tenggelam. Sementara itu, nelayan lain dari kapal KM Rafa Nelayan yang berada tak jauh dari lokasi kejadian langsung membantu ayah dan anak tersebut.
“Selanjutnya nelayan tersebut menghubungi temannya agar segera meminta bantuan Sat Polairud Polres Bangka dan Pos Sandar Direktorat Polairud Polda Babel guna meminta bantuan pertolongan,” ungkapnya. Sekira pukul 09.30 WIB, tim gabungan berangkat menuju Perairan Laut Karang Langkore Sungailiat untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan terhadap korban dengan menggunakan satu unit speed lidah dan satu rubber boat.
Sekira pukul 11.15 WIB, Hasanudin diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia karena luka bakar di sekujur tubuh. “Sementara itu, anaknya Bahar juga mengalami luka bakar dan langsung dievakuasi serta kemudian dibawa ke Rumah Sakit Depati Bahrin untuk dilakukan penanganan,” jelasnya.
Imbauan untuk Tingkatkan Kewaspadaan
Kondisi cuaca hujan lebat disertai angin kencang hingga bahaya petir membuat masyarakat khususnya para nelayan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Pangkalpinang, Mikel Rahman Junika, Minggu (7/12).
“Berdasarkan informasi cuaca terkini, aktivitas petir diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah daratan maupun perairan Bangka Belitung, terutama pada saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini berisiko menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat, khususnya nelayan, pelayaran, aktivitas luar ruangan, serta pekerjaan di area terbuka,” ujar Mikel Rahman Junika.
Dari data Basarnas Bangka Belitung, sepanjang 2025 setidaknya terdapat dua kasus sambaran petir yang mengakibatkan munculnya korban. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, untuk menghindari aktivitas di ruang terbuka saat terjadi hujan disertai petir.
- Tidak berteduh di bawah pohon, tiang listrik, atau bangunan terbuka yang berisiko tersambar petir.
- Menunda aktivitas melaut sementara waktu, bagi nelayan dan pengguna transportasi laut jika cuaca memburuk.
- Mengamankan peralatan elektronik, dari potensi lonjakan listrik akibat sambaran petir.
- Waspada terhadap kemungkinan bencana turunan, seperti pohon tumbang, genangan air, dan gangguan pelayaran.
Basarnas Bangka Belitung juga memastikan kesiapsiagaan personel serta sarana prasarana SAR, guna mengantisipasi kemungkinan kejadian darurat akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut. “Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi cuaca dari instansi terkait, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat melalui call center Basarnas 115,” ungkapnya.












