Shanks, Sang Pria Santai yang Bisa Menjadi Ancaman Terbesar
Meskipun dikenal dengan sifatnya yang santai dan ramah, Shanks bisa dibilang sebagai salah satu tokoh paling berbahaya dalam dunia One Piece. Meski tidak sering menunjukkan kemarahannya, ketika ia memutuskan untuk bertindak, tidak ada yang bisa menghentikannya. Selama serial ini berlangsung, beberapa karakter telah mengalami kekalahan atau kerugian besar setelah berurusan dengan Shanks. Siapa saja mereka?
1. Higuma
Higuma adalah bandit gunung yang pertama kali mempermalukan Shanks pada awal seri. Saat itu, Bajak Laut Rambut Merah sedang berkumpul di bar milik Makino. Tiba-tiba, Higuma dan krunya muncul dan meminta minuman. Sayangnya, semua persediaan minuman sudah habis diborong oleh Rambut Merah. Meski Shanks menawarkan minumannya secara ramah, Higuma justru memecahkan botol tersebut sambil menyombongkan reputasinya.
Meski kru Rambut Merah merasa malu, Shanks hanya diam dan tidak terlalu memperdulikan hal tersebut. Namun, Luffy yang marah langsung menghadang Higuma sendirian. Setelah mengetahui Luffy dalam bahaya, Shanks langsung bertindak. Dalam konfrontasi ini, Lucky Roo menembak salah satu kru Higuma. Higuma kemudian menculik Luffy ke tengah laut. Di tengah laut, mereka bertemu dengan Sea King. Akhirnya, Higuma dimakan oleh Sea King sementara Luffy diselamatkan oleh Shanks. Sayangnya, Shanks harus kehilangan satu tangannya dalam proses ini.
2. Eustass Kid

Eustass Kid, salah satu dari Generasi Terburuk, pernah bertabrakan dengan Bajak Laut Rambut Merah selama time skip. Dalam pertemuan ini, Kid kehilangan satu tangannya sebelum Shanks turun tangan. Meski begitu, Kid tidak kapok dan justru kembali mendeklarasikan perang setelah kekalahan Kaido dan Big Mom.
Di Elbaf, Kid kembali bertemu dengan Rambut Merah. Awalnya, Shanks mencoba bernegosiasi dengan Kid. Jika Kid memberikan salinan Road Poneglyph, Shanks akan melepaskan mereka. Namun, Kid tetap memilih jalur kekerasan. Dengan Kenbunshoku Haki, Shanks melihat masa depan buruk jika ia membiarkan serangan Kid. Alhasil, Shanks langsung menyerang Kid dengan Kamusari. Dalam satu jurus, Bajak Laut Kid hancur. Kru Kid yang tersisa meminta pengampunan dan memberikan Road Poneglyph. Meski begitu, Dorry dan Brogy tetap menghancurkan kapal mereka. Nasib Kid dan krunya hingga saat ini masih belum diketahui.
3. Bartolomeo

Bartolomeo diperkenalkan dalam Dressrosa Arc. Ia menjadi penggemar Luffy yang sangat fanatik. Bartolomeo pertama kali bertemu Luffy saat melihatnya hampir dieksekusi oleh Buggy. Setelah melihat bagaimana Luffy diselamatkan oleh petir, ia mulai terobsesi pada Luffy.
Setelah kejadian di Dressrosa, Bartolomeo menjadi Kapten Kapal Kedua dalam Armada Besar Topi Jerami. Namun, obsesinya terhadap Luffy terlalu berlebihan. Suatu hari, Bartolomeo dan krunya mengunjungi wilayah kekuasaan Rambut Merah, Pulau Gartel. Di sana, Bartolomeo membakar Jolly Roger milik Bajak Laut Rambut Merah. Ini dianggap sebagai tindakan perang.
Shanks langsung pergi ke Pulau Gartel dan menghajar Bartolomeo bersama kru. Hongo memberikan racun yang seharusnya diberikan kepada Luffy. Bartolomeo meminum racun tersebut karena ingin melindungi Luffy. Ternyata, racun itu palsu. Shanks sengaja melakukan ini untuk menguji kesetiaan Bartolomeo. Karena Bartolomeo berhasil membuat Shanks terkesan, ia dilepaskan. Namun, kapal Bartolomeo tetap dihancurkan oleh Yasopp.
Kesimpulan
Meski terlihat ramah dan jarang terlihat serius, Shanks bisa menjadi orang paling berbahaya di dunia jika sudah melewati batas. Ketika seseorang bertindak melawan dirinya, Shanks tidak ragu untuk bertindak keras. Dari Higuma, Eustass Kid, hingga Bartolomeo, semua karakter ini mengalami konsekuensi yang berat setelah berurusan dengan Yonko yang satu ini.












