Daerah  

Kolaborasi Aktivis, Gereja, dan BUMN Bantu Warga Rentan di Kupang

Kolaborasi Lintas Lembaga Hadirkan Sukacita Natal bagi Kelompok Rentan di Kupang

Di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kolaborasi antara jaringan aktivis, lembaga agama, dan BUMN telah menghadirkan sukacita Natal bagi kelompok rentan di wilayah tersebut. Aksi sosial bertajuk Tali Kasih Natal berhasil memberikan ribuan paket bingkisan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Paket-paket bingkisan ini terdiri dari beras, minyak goreng, dan gula pasir. Dalam aksi sosial tersebut, sebanyak 2.000 paket dibagikan kepada kelompok rentan yang ada di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Data penerima bantuan dikumpulkan oleh Keuskupan Agung Kupang dan GMIT bersama Pemuda Katolik serta GAMKI NTT.

Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak seperti 98 Resolution Network, Angkasapura Indonesia, Nindya Karya, Keuskupan Agung Kupang, Sinode GMIT, Pemuda Katolik Komnda NTT, GAMKI, dan Yayasan Alfa Omega. Yoseph Sampurna Nggarang, perwakilan dari 98 Resolution Network, menyampaikan bahwa Tali Kasih Natal merupakan wujud nyata dari gotong royong dalam semangat warga yang peduli sesama.

Keterlibatan Lembaga Gereja Membuat Bantuan Lebih Tepat Sasaran

Yos menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah yang pertama. Gerakan yang digagas oleh jaringan aktivis 98 bersama BUMN sudah dilakukan di berbagai daerah sebelumnya. Namun, kali ini, pihaknya sengaja berkolaborasi dengan lembaga keuskupan dan GMIT agar bingkisan bisa lebih tepat sasaran dan mencapai keluarga rentan di wilayah pedalaman.

“Keterlibatan dua institusi kultural besar ini sangat berarti karena data penerima manfaat bantuan berasal dari gereja. Mereka dikategorisasi sebagai kaum rentan baik yang ada di pinggiran Kota Kupang maupun di pedalaman Kabupaten Kupang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa selama ini bantuan hanya menyasar kelompok rentan di dalam kota. Kali ini, Gereja memberi perhatian khusus kepada mereka yang tinggal di daerah pedalaman.

Masyarakat Rentan Terima Bantuan dengan Harapan

Bingkisan diberikan kepada berbagai kelompok rentan, termasuk pemulung, pedagang lapak sayur, dan kaum disabilitas. Yos mengingatkan para penerima bahwa besar kecilnya bingkisan tidak penting, tetapi makna di balik gerakan ini adalah ajakan untuk saling peduli.

“Kalau tidak bisa membantu banyak orang, bantu satu orang. Kalau tidak bisa membantu satu orang, jangan menyusahkan orang lain,” ujarnya.

Selain itu, Yos juga mengajak para penerima manfaat untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, dan swasembada pangan sebagai upaya pemenuhan hak asasi manusia.

Pembagian Bingkisan Dilakukan ke Berbagai Wilayah

Ketua Pemuda Katolik Komnda NTT, Yuven Tukung, menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang terlibat dalam aksi sosial ini. Ia menekankan bahwa pembagian Tali Kasih Natal tidak hanya menjangkau kota, tetapi juga wilayah pedalaman Kabupaten Kupang.

“500 paket untuk kelompok rentan dalam kota, 300 paket di Paroki Haukoto yang merupakan daerah pinggiran Kota Kupang. Di pedalaman Kabupaten Kupang, 500 paket di Baun yakni di Noelcinas, Oesapi dan Soba. 300 paket di Amarasi Timur. Ini paling jauh, dengan jarak tempuh 3 jam lebih dari Kota Kupang,” ujarnya.

Pembagian bingkisan ini juga dilakukan melalui GMIT dan Yayasan Alfa Omega, sehingga totalnya mencapai 2.000 paket.

Peran Gereja dan BUMN dalam Aksi Sosial

Mewakili Uskup Keuskupan Agung Kupang, Vikaris Jenderal Romo Kris Saku, Pr mengapresiasi semangat seluruh pihak yang terlibat dalam aksi warga peduli warga. Ia menyebut kehadiran Yoseph Sampurna Nggarang dan Angkasapura Indonesia sebagai bentuk kehadiran kasih.

“Kehadiran ini juga memperteguh tali kasih sebagaimana tema Natal kali ini, Kehadiran Allah menyelamatkan Keluarga,” katanya.

General Manager Angkasapura Bandara El Tari Kupang, Teguh Dermawan Saiman, menyampaikan bahwa pemberian bingkisan Natal ini merupakan salah satu program tanggung jawab sosial dan lingkungan PT Angkasapura Bandara El Tari Kupang.

Seorang ibu penerima manfaat dari komunitas pemulung Kota Kupang juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia berharap agar gerakan warga peduli warga ini tidak hanya dilakukan sekali tetapi bisa berlanjut pada tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *