Daerah  

Afifudin Akui Jembatan Pancuran 13 Guci Rusak Parah Usai Banjir Bandang

Kerusakan Parah Pemandian Air Panas Pancuran 13 Guci Akibat Banjir Bandang

Pemandian Air Panas Pancuran 13 di Guci, Kabupaten Tegal, mengalami kerusakan parah setelah diterjang banjir bandang pada Sabtu (20/12/2025). Dalam hitungan jam, tempat wisata yang sebelumnya menjadi daya tarik utama masyarakat dan pengunjung kini porak poranda akibat arus air Sungai Gung yang deras.

Area kolam pemandian yang sebelumnya kokoh dan terdapat 13 pancuran berbentuk guci, saat ini tertutup material pasir dan batu. Bahkan, bentuk kolam pemandian sudah tidak lagi seperti semula, menunjukkan betapa besar kekuatan air yang melanda. Selain itu, akses jalan menuju kolam yang lebih kecil serta Tugu Guci berukuran besar juga rusak parah. Hanya tersisa material tanah dan batu yang dibawa aliran sungai.

Jembatan kecil yang biasa digunakan oleh pengunjung untuk menyeberang juga hilang terbawa arus air. Kondisi ini menunjukkan dampak buruk dari banjir bandang yang terjadi dalam waktu singkat.

Sepekan sebelum kejadian, pada 14 Desember lalu, Tribun Jateng melakukan peliputan di lokasi tersebut. Saat itu, kondisi destinasi masih normal dengan jumlah pancuran yang sama, yaitu 13, serta fasilitas lainnya seperti tembok pembatas kolam dan jembatan masih utuh. Sumber air panas juga terlihat jernih dan terus mengalir.

Namun, hanya satu hari setelahnya, Minggu (21/12/2025), kondisi berubah drastis. Kolam pemandian yang sebelumnya rapi dan bersih kini tertutup pasir dan material batu. Fasilitas lainnya seperti pos SAR dan pos kesehatan juga mengalami kerusakan.

Kronologi Kejadian

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, M Afifudin, menjelaskan kronologi kejadian. Pada Sabtu pukul 13.30, terjadi hujan lebat yang menyebabkan longsoran di sekitar Pancuran 13. Meskipun intensitas hujan di kawasan Guci tergolong sedang, namun di wilayah hulu, yaitu Gunung Slamet, intensitas hujan cukup tinggi sehingga menghasilkan aliran air yang besar.

Afifudin memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, hampir semua fasilitas pemandian Pancuran 13 rusak parah. Pancuran 5 juga tertimpa pohon dan tertutup ranting serta pasir batuan. Selain itu, jalur perpipaan yang menyalurkan air panas ke sejumlah penginapan dan wisata air di kawasan Guci terputus akibat banjir bandang.

Meski begitu, Afifudin menyatakan bahwa arus air Sungai Gung saat ini mulai normal. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Akses jalan dari Slawi menuju wisata Guci juga disebut aman dan bisa dilalui pengunjung.

Upaya Perbaikan

Pada Minggu (21/12/2025), upaya perbaikan dimulai. Pengelola objek wisata di kawasan Guci mulai memperbaiki jalur pipa atau paralon. Namun, Afifudin menyebutkan bahwa kondisi di Pancuran 13 cukup berat dan pemulihan akan membutuhkan waktu lama karena kerusakan yang signifikan.

Kolam-kolam di Pancuran 13 tertutup material banjir seperti pasir dan batu. Jembatan penghubung yang ada di kawasan juga hilang terbawa arus. Untuk sementara waktu, mandi di Pancuran 13 tidak dapat dilakukan.

Informasi yang diterima menyebutkan bahwa wisata Guci saat ini aman untuk dikunjungi. Namun, kolam pemandian air panas khususnya Pancuran 13 dan Pancuran 5 masih ditutup sementara karena dalam proses perbaikan.

Kesiapan dan Keamanan Wisata

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal, Akhmad Uwes Qoroni, menegaskan bahwa Daya Tarik Wisata (DTW) Guci tetap aman untuk dikunjungi. Disporapar berupaya membersihkan sisa banjir ketika situasi aman dan memungkinkan.

Uwes menyatakan bahwa beberapa fasilitas masih terdampak, khususnya Pemandian Air Panas Pancuran 13 dan Pancuran 5. Namun, ia menjamin bahwa tim selalu memantau kondisi secara rutin. Pengunjung tidak perlu khawatir karena langkah antisipasi keselamatan terus dilakukan.

Ia menambahkan bahwa upaya membersihkan sisa banjir akan terus berjalan agar kedua pemandian tersebut dapat digunakan kembali, terutama menjelang momen libur Nataru.

Penutupan Sementara Pemandian Pancuran 5

Dalam kesempatan terpisah, Kepala UPTD Objek Wisata Kabupaten Tegal, Satriyo Pribadi, menambahkan bahwa area wahana milik Pemkab Tegal, yaitu pemandian Pancuran 5, yang terdampak luapan air segera dipulihkan. Ia menyatakan bahwa sementara waktu, Pancuran 5 akan ditutup selama masa pembersihan atau penataan kembali pasca banjir bandang.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *