Daerah  

Perjalanan Akhir Tahun 2025: Pantau Arus Transportasi Makassar-Toraja



Perjalanan darat yang dilakukan menjelang akhir tahun 2025 menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Saya memilih untuk melintasi ruas jalan Makassar-Toraja di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan tujuan untuk memantau langsung kondisi arus transportasi darat di kawasan tersebut. Perjalanan dimulai pada tanggal 29 Desember 2025 pukul 13.00 Wita menggunakan kendaraan roda empat. Ini adalah perjalanan pertama saya di akhir tahun, sekaligus pertama kalinya merayakan Tahun Baru di Toraja Utara.

Selama perjalanan, kondisi arus transportasi tergolong lancar tanpa ada gangguan yang menghambat. Meskipun awalnya saya mengira akan terjadi kemacetan karena banyaknya kendaraan yang melintas di akhir tahun, ternyata hal tersebut tidak terjadi. Beberapa Kabupaten yang dilintasi, seperti Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, dan Enrekang, memiliki kondisi jalan yang cukup lenggang. Kendaraan yang saya tumpangi bisa melintas dengan nyaman tanpa adanya hambatan.

Jalur Trans Barat Sulawesi ini merupakan jalur penting yang sering dilalui kendaraan roda empat dari berbagai provinsi, termasuk Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Namun, karena melintas pada siang hari, kondisi jalan terlihat lebih lancar dibandingkan saat menjelang Natal. Menurut informasi dari sopir kendaraan yang saya tumpangi, kepadatan kendaraan biasanya meningkat menjelang Natal, ketika banyak orang pulang kampung atau berlibur.

Selain itu, cuaca juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Daerah Sulsel selama bulan Desember sering diguyur hujan deras, terutama di Kota Makassar. Hujan dapat menyebabkan banjir atau tanah longsor, terutama di daerah Enrekang. Namun, dalam perjalanan ini, kondisi cuaca cukup baik. Saat berangkat dari Makassar, cuaca cerah dan tidak turun hujan. Demikian pula saat melewati beberapa kabupaten lainnya. Hujan hanya mulai turun ketika saya hampir sampai di tempat tujuan, yaitu Kecamatan Dende Kabupaten Toraja Utara. Meski begitu, hujan tidak menghambat perjalanan dan saya tiba dengan selamat.

Perjalanan memang sedikit lambat karena beberapa kali singgah untuk rehat. Di Kabupaten Maros, saya membeli roti Maros yang terkenal. Lalu singgah makan di Kabupaten Pangkep dan ngopi di ketinggian Kabupaten Enrekang. Di Enrekang, saya singgah di tempat yang menjual oleh-oleh khas Enrekang, yang menyediakan kopi gratis untuk pembeli. Pengalaman ini memberikan kesan tersendiri selama perjalanan.

Secara umum, kondisi ruas jalan Makassar-Toraja tergolong mantap. Namun, di beberapa titik masih ada kerusakan, seperti jalan berlubang yang memerlukan penanganan. Salah satu ruas jalan yang sedang dalam proses perbaikan adalah antara Pinrang menuju Enrekang. Jalan berlubang tersebut cukup mengganggu jika pengendara tidak berhati-hati. Untuk itu, di sepanjang ruas jalan dipasang rambu-rambu oleh pihak kontraktor pelaksana sebagai pengingat bagi pengendara bahwa jalan sedang dalam perbaikan.

Ruas jalan yang sedang diperbaiki ini merupakan jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemprov Sulsel, dikerjakan dengan skema Multi Years Contract (MYC). Preservasi diperlukan mengingat jalur ini juga dilalui bus-bus besar yang menuju ke Toraja. Di Enrekang, saya berpapasan dengan sejumlah bus dari Toraja yang menuju ke Makassar membawa penumpang.

Saat memasuki Kota Makale Kabupaten Tana Toraja pada malam hari, suasana Natal terasa kental. Kolam Makale dihiasi aksesoris natal yang indah, membuat pemandangan kota semakin menarik. Banyak pengendara berhenti untuk mendokumentasikan aksesoris tersebut hingga tahun baru 2026. Saya pun ikut mengabadikan momen ini.

Hawa dingin malam menyambut kedatangan saya di tempat tujuan. Yang pertama saya cari adalah menyeruput kopi Toraja yang nikmat. Cuaca dingin di ketinggian pegunungan sembari menikmati kopi Toraja ditambah deppa tori atau kue tradisional khas Toraja memberikan sensasi yang berbeda.

Satu hal yang tidak saya temui selama perjalanan transportasi darat dari Makassar ke Toraja adalah kejadian lakalantas. Semoga hingga tahun baru 2026 tidak terjadi kejadian lakalantas terhadap pengendara maupun wisatawan yang melintas dari Makassar ke Toraja. Begitu pula untuk arus balik dari Toraja ke Makassar pasca libur tahun baru 2026, semoga tidak terjadi kejadian serupa.

Pada akhirnya, dari Desa (Lembang) Ma”dong Kabupaten Toraja Utara, saya menyampaikan selamat Tahun Baru 2026, semoga kebaikan dan kesuksesan akan senantiasa menyertai kehidupan kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *