Hukum  

24 Tahun Ditinggalkan, Ressa Merasa Tidak Adil Lihat Denada Berjuang Menyembuhkan Anaknya

Perasaan Tidak Adil Membuat Ressa Menggugat Denada

Kuasa hukum Ressa Rizky Rossano, Moh Firdaus Yuliantono, mengungkapkan bahwa awalnya Ressa tidak memiliki niat untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Selama 24 tahun, Ressa dititipkan kepada Dino Rossano Hansa, paman sekaligus adik kandung almarhum Emilia Contessa, tanpa ada keinginan untuk menuntut secara hukum.

Perasaan tidak adil muncul ketika Ressa melihat perjuangan Denada merawat putrinya yang sakit kanker, sementara ia merasa tidak mendapatkan perhatian dan perlakuan yang sama. Perasaan ini akhirnya memicu Ressa untuk membawa kasus ini ke pengadilan.

Menurut Firdaus, selama ini Ressa dititipkan ke adik kandung Emilia yang juga merupakan paman serta bibi Denada. “Jadi saya buka sekalian ya, beliau namanya Dino Rossano Hansa, kebetulan adinda (adik) kandung dari almarhum Emilia Contessa,” jelas Moh Firdaus Yuliantono.

“Sebetulnya saya tidak ingin mengajukan gugatan ini. Mulai 24 tahun Ressa dititipkan sampai baru kemarin itu, tidak ada sedikit pun keinginan dari kami untuk mengajukan gugatan,” bebernya.

Akan tetapi, pasca-meninggalnya Emilia, Ressa mulai mengetahui dirinya bukan anak kandung Dino Rossano Hansa. “Pasca Emilia Contessa itu baru meninggal, yang bersangkutan yaitu Ressa sendiri baru tahu kalau ternyata dia bukan anak dari Pak Dino Rossano Hansa.”

“Makanya, ketika dia sempat melihat beberapa pemberitaan terkait dengan perjuangan Denada itu sebagai ibu yang memperjuangkan penyakit adiknya kemarin itu, ya wajar anak itu menjadi sedih dan bertanya-tanya, ‘Kok kenapa aku tidak mendapatkan perlakuan dan hak yang sama gitu loh’,” tandas Firdaus lagi.

Namun, disinggung soal alasannya kini menuntut Denada terkait dugaan penelantaran anak, pihaknya enggan membeberkan. Moh Firdaus Yuliantono berdalih akan membuka hal itu di pengadilan. “Ada alasan-alasan yang menjadi cikal bakal yang melatarbelakangi saya mengajukan gugatan itu ya, tapi tidak saya buka di pers. Mungkin nanti mengikuti ritme pemeriksaan persidangan di pengadilan,” selorohnya.

Lebih jelas, ia hanya meminta pertanggungjawaban Denada sebagai seorang ibu. “Sebetulnya konteksnya adalah pertanggungjawaban yang diminta di dalam gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) saya, yang seharusnya pertanggungjawabannya itu sudah menjad bentuk kewajiban dari seorang ibu,” lanjut Firdaus.

“Itu sama sekali tidak ada atensi dari Denadasebagai ibunya, itu udah hampir 100 persen full tidak ada sumbangsih sama sekali,” tegasnya.

Kehidupan Ressa yang Penuh Kesulitan

Tak ada angin tak ada hujan, Ressa Rizky Rossano mengaku sebagai anak kandung Denada. Ia ditemani kuasa hukumnya, menggugat penyanyi itu lantaran merasa hak-haknya tidak pernah dipenuhi selama 24 tahun.

Ressa mengklaim bahwa Denada seolah mengabaikan statusnya sebagai ibu. Bahkan pada momen Idul Fitri, Denada juga tidak pernah datang menemuinya. “Saya tidak pernah bertemu meski Idul Fitri tapi saya tahu dia ibu biologis saya karena saya mencari tahu,” ucap Ressa.

Selama puluhan tahun itu, kehidupan Ressa jauh dari dunia gemerlap. Ia hidup dalam keterbatasan ekonomi lantaran Denada tidak pernah menerima nafkah dari Denada. Lebih lanjut, Ressa juga menceritakan getir hidupnya, berbeda dengan nasib sang ibu.

Ressa bahkan tidur di ruangan bekas gudang dan makan satu kali sehari. Tak hanya itu, ia juga tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sarjana karena keterbatasan biaya. “Ya begitu saya adanya itu, makan sehari satu kali pernah dan memang saya tinggal di kamar yang memang sebelumnya gudang,” bebernya.

“Sempet kuliah sampai semester empat tapi DO nggak kuat bayar,” tambahnya.

Kini Ressa diketahui bekerja sebagai penjaga toko kelontong yang buka selama 24 jam. Ia mendapatkan gaji di bawah Upah Minimun Kabupaten atau UMK Banyuwangi yang kini sebesar Rp2.989.145.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *