Kondisi Jalan Muara Wahau–Kongbeng Mengkhawatirkan
Ruas jalan Muara Wahau–Kongbeng, yang menjadi jalur vital ekonomi di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mengalami kerusakan parah selama dua tahun terakhir. Lubang besar dan aspal yang terkelupas menyebar di berbagai titik, sehingga mengganggu mobilitas warga dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat hujan dan malam hari.
Warga setempat sering mengeluhkan kondisi jalan ini, bahkan beberapa waktu lalu viral di media sosial. Kerusakan jalan tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna. Banyak pengendara yang menjadi korban akibat jalan yang rusak, baik dari kendaraan roda dua maupun empat.
Dua Tahun Jalan Rusak
Selama dua tahun terakhir, kerusakan di jalur ini terus mengganggu masyarakat tanpa adanya perbaikan permanen yang signifikan. Lubang-lubang besar tersebar di banyak titik, sementara aspal terkelupas dan badan jalan bergelombang. Kendaraan harus saling bergantian melintasi bagian terburuk dari jalan tersebut.
Warga SP2 Muara Wahau menyebut bahwa masalah ini bukanlah hal baru. Awalnya, lubang kecil masih bisa dihindari, tetapi seiring waktu dan intensitas kendaraan berat, terutama truk bermuatan kelapa sawit, kondisi jalan semakin memprihatinkan.
Dian, mahasiswa asal Muara Wahau, merasakan dampak langsung dari kerusakan jalan dalam aktivitas harian. Ia mengatakan akses terganggu, mulai dari keberangkatan hingga pulang, dan hingga akhir semester pun belum ada perbaikan. Bahkan, kondisi jalan semakin parah.
Jalan Rusak sebagai Ancaman Keselamatan
Jalur ini merupakan urat nadi perekonomian warga. Setiap hari, deru mesin truk besar memecah sunyi, menekan aspal yang sudah lelah. Warga menyayangkan minimnya pemeliharaan rutin, padahal arus angkutan berat terus berlangsung.
Selain memperlambat perjalanan, kerusakan jalan menghadirkan risiko nyata bagi keselamatan. Saat musim hujan, lubang-lubang tertutup air cokelat keruh. Pada malam hari, permukaan jalan tampak rata padahal menyimpan jebakan.
“Untuk kecelakaannya itu biasanya tunggal, kebanyakan tunggal karena memang akses jalannya yang licin dan kadang itu kalau malam kan kalau tergenang gitu nggak kelihatan, jadi itu yang mengakibatkan jatuh,” tambah Dian.
Desakan Mahasiswa
Keluhan tidak hanya datang dari individu, tetapi juga dari kelompok mahasiswa Himpunan Mahasiswa (Hima) Kongbeng Wahau. Mereka telah menyuarakan aspirasi agar dilakukan pengaspalan ulang atau penambalan efektif.
Namun hingga kini, warga belum melihat langkah nyata di lapangan. Titik rusak justru bertambah, lubang kian dalam. Azwar (30), karyawan perusahaan kelapa sawit di Wahau–Kongbeng, mengatakan kemacetan kerap terjadi karena kendaraan harus saling menunggu.
Ia berharap pemerintah turun langsung meninjau lokasi dan menghadirkan perbaikan permanen. “Semoga ada turun tangan langsung dari pemerintah kota untuk melihat ke lokasi seperti apa, agar masyarakat dari beberapa kecamatan pun mendapatkan haknya yang sama dengan masyarakat yang berada di perkotaan.”
Sempat Viral di Media Sosial
Jalan rusak di Muara Wahau ini sempat diviralkan di media sosial. Sebuah video yang memperlihatkan kondisi jalan rusak di jalur SP1 hingga SP2 Poros Kombeng, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur viral di media sosial.
Rekaman tersebut menyoroti kerusakan parah yang membuat jalan berlubang, becek, dan berlumpur, sehingga membahayakan pengendara. Dalam video, seorang warga menyampaikan keluhannya terkait kondisi jalan yang dinilai sering menimbulkan kecelakaan.
“PU atau yang berkaitan dengan jalan ini, mana mereka semua? Jalan seperti ini sudah sering makan korban. Tolong diperbaiki jalan Wahau ini, dari SP1 tembus SP2. Berapa orang lagi yang jadi korban di sini. Pengendara motor sering jatuh, apalagi kalau hujan licin,” ujar warga dalam rekaman tersebut.
Kondisi Jalan Memprihatinkan
Dari rekaman terlihat jelas jalan berlubang cukup banyak dan dalam kondisi parah. Selain itu, permukaan jalan yang becek dan berlumpur semakin memperburuk keselamatan pengguna, terutama pengendara roda dua.
Kondisi ini menimbulkan keresahan masyarakat yang berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki akses vital tersebut.
Harapan Warga
Masyarakat menilai perbaikan jalan di Poros Kombeng sangat mendesak, mengingat jalur ini menjadi salah satu akses utama di Kecamatan Muara Wahau. Mereka berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera melakukan tindakan nyata agar tidak ada lagi korban kecelakaan akibat jalan rusak.
Video ini pun diunggah oleh akun Instagram @sangattaku dengan caption: “Semoga Pu nya mendengarkan curhatan warga Wahau dan kombeng ya ces…” Tonton video lengkapnya di link ini.
Netizen pun ramai mengomentari video ini. Beberapa komentar antara lain:
- “Sudah satu tahun itu jalan gak pernah disentuh,” tulis akun Muh***
- “Jalan kilo juga,” tulis akun muh***
- “Tengoklah jalan kami bapak,” tulis akun sug*** seraya menyematkan akun Instagram Bupati Kutai Timur @ardiansyahsulaiman_.












