Tren Ramen Instan di Indonesia, Sajian Praktis untuk Rumah Tangga

Tren Terbaru Ramen Instan yang Bisa Dicoba di Rumah

Ramun menjadi salah satu makanan yang sangat populer di Indonesia. Kuliner asal Jepang ini tidak hanya menarik perhatian karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena pengaruh budaya Jepang yang semakin kuat di kalangan masyarakat Indonesia. Kini, ramen instan hadir sebagai solusi praktis untuk menikmati hidangan khas Jepang tanpa harus pergi ke luar rumah.

Gaya Hidup Hemat dan Penghematan Biaya

Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, banyak keluarga mulai membatasi pengeluaran untuk makan di luar rumah. Namun, mereka tetap ingin merasakan hiburan yang terjangkau dan menyenangkan. Ramen instan menjadi pilihan yang tepat karena mudah disajikan dan memiliki harga yang sangat bersahabat, sekitar Rp3.000 hingga Rp3.500 per bungkus.

Ramen juga cocok dengan lidah orang Indonesia karena rasanya mirip dengan makanan berkuah tradisional seperti soto atau bakso. Selain itu, 96% masyarakat Indonesia suka makanan berupa mi, sehingga ramen menjadi pilihan yang sangat sesuai.

Inovasi Mi Lurus Pertama di Indonesia

Biasanya, mi instan di Indonesia memiliki bentuk keriting. Namun, kini hadir Ramen YES sebagai mi instan ramen pertama di Indonesia yang menggunakan konsep mi lurus (straight noodles). Inovasi ini terinspirasi dari kebiasaan di Jepang, di mana mi lurus sangat digemari karena memberikan pengalaman makan yang lebih autentik.

Tekstur mi yang kenyal dirancang agar bisa memberikan sensasi makan ramen yang premium, namun tetap praktis disiapkan di dapur sendiri. Dengan mi lurus, Mama dan keluarga bisa merasakan pengalaman makan yang lebih nyata seperti sedang menyantap hidangan di restoran.

Budaya “Slurping” di Meja Makan

Dengan mi lurus dari Ramen YES, Mama bisa mengajak keluarga mencoba budaya ‘slurping’, yaitu menyeruput mie dengan suara. Di Jepang, cara ini dianggap sebagai cara terbaik untuk mendinginkan mie sekaligus memastikan setiap helai mie terlapisi kuah kaldu yang lezat.

Selain itu, slurping juga menjadi bentuk penghargaan kepada yang memasak, membuat pengalaman makan ramen lebih menyenangkan dan interaktif di meja makan keluarga. Menurut Michiko, salah satu personel girlband Lemon, “Jadi di Jepang ada budaya ‘slurp’, menyeruputnya gitu. Nah, jadi kalau misalkan kita makan ramen, kalau kita seruput itu kita kayak berterima kasih juga ke yang sudah masak dan juga kita kayak ini ramennya enak. Jadi, kalo semakin ‘slurp’ gitu artinya semakin enak banget.”

Kelezatan Khas Kota Hakata dan Tokyo di Rumah

Kini, Mama tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk merasakan perbedaan rasa antar kota. Inovasi ramen instan saat ini menghadirkan varian legendaris:

  • Hakata Chicken Ramen: Menghadirkan ciri khas kota Hakata dengan kuah pahitan yang berwarna putih, kental, creamy, dan kaya akan rasa umami. Sangat pas dinikmati untuk menghangatkan suasana saat cuaca dingin atau hujan.
  • Tokyo Chicken Yakitori: Untuk pecinta ramen tanpa kuah (dry ramen), varian ini menggabungkan rasa manis, gurih, dan aroma smoky khas sate ayam Jepang (yakitori) yang sangat populer di Tokyo.

Agar pengalaman makan di rumah semakin mirip dengan di restoran, Ramen YES sudah menyertakan topping crispy tempura dalam kemasannya. Tekstur crunchy dari tempura ini memberikan sensasi makan yang lebih lengkap dan mewah bagi si Kecil dan Papa.

Jaminan Halal dan Aman

Meski di Jepang banyak ramen yang tidak bersertifikat halal, di Indonesia Mama tidak perlu khawatir. Berbagai inovasi menghadirkan ramen instan yang 100% halal dan sudah terdaftar di BPOM, sehingga aman untuk seluruh anggota keluarga. Dengan jaminan ini, Mama bisa menyajikan ramen lezat dan praktis di rumah tanpa khawatir soal kehalalan atau keamanan konsumsi, tetap nyaman dinikmati semua anggota keluarga.

FAQ Tentang Ramen

Question: Ramen itu terbuat dari apa?

Answer: Tepung terigu, minyak nabati, dan rempah-rempah.

Question: Apa ciri khas ramen Jepang?

Answer: Bentuk mi nya yang tipis dan juga berwana kuning.

Question: Isi ramen apa saja?

Answer: Topping klasiknya meliputi telur rebus (ajitama), irisan daging Chashu (beef atau ayam), Nori (rumput laut kering), daun bawang, rebung (menma), dan jamur (shiitake, kuping).









Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *