Warga Banyumas Antusias Ikut Casting Film Landasan Karya Bayu Skak di Singasari

Ratusan Warga Banyumas Ikut Casting Film Landasan

Banyak warga Banyumas antusias mengikuti proses casting untuk film Landasan yang diproduksi oleh SKAK Studios bekerja sama dengan MD Pictures. Acara ini digelar di Convention Hall Menara Teratai Purwokerto, Minggu (25/10/2026). Tujuan dari casting ini adalah mencari pemeran utama dan pendukung yang akan tampil dalam film yang akan syuting di kawasan Banyumas.

Rafasya Najah Almahira, seorang anak berusia 8 tahun asal Pekuncen, tampak antusias saat menunggu gilirannya untuk tampil di depan kamera. Ia menyebut bahwa ia biasa berakting di rumah bersama teman-temannya. “Biasa akting marah-marah ke teman,” ujarnya polos.

Sutradara film Landasan, Bayu Skak, menjelaskan alasan memilih Banyumas sebagai lokasi syuting. Menurutnya, wilayah ini memiliki lanskap alam yang indah dan menarik untuk dieksplorasi secara visual. “Baturraden itu bagus banget, background-nya ada Gunung Slamet. Nanti juga ada lokasi di Singasari, sawah-sawah, kantor desa, lapangan untuk setting acara desa,” katanya.

Film Landasan mengangkat cerita tentang fenomena pembangunan bandara yang membuat warga berlomba-lomba agar tanahnya dibeli pemerintah demi mendapatkan ganti untung. “Ini komedi banget-banget. Orang-orang senang karena ada pembangunan bandara, lalu berlomba-lomba ‘tanahku aja yang dibeli’,” jelas Bayu.

Meski bergenre komedi, film ini juga membawa pesan sosial tentang pentingnya pembangunan yang terencana dan rapi. Cerita ini dirancang untuk menampilkan kehidupan sehari-hari dengan konsekuensi dari pilihan hidup yang diambil oleh tokoh-tokoh dalam film.

Proses Casting yang Terbuka untuk Semua Kalangan

Open casting untuk film Landasan terbuka bagi masyarakat umum, tanpa dipungut biaya. Siapa pun bisa ikut, baik laki-laki maupun perempuan, tanpa harus memiliki pengalaman akting sebelumnya. Kategori usia yang dibuka meliputi anak-anak hingga dewasa, yaitu usia 8-12 tahun, 13-18 tahun, 18-30 tahun, serta 30-50 tahun.

Produser film Landasan, Ricky R Setiyawan, menyebutkan bahwa kolaborasi ini bertujuan menghadirkan film yang kuat secara cerita dan karakter. “Open casting menjadi cara kami menemukan talenta yang benar-benar relevan dengan cerita yang dibangun dalam film ini,” katanya.

Penulis skenario Achmad Faishol menambahkan bahwa cerita Landasan lahir dari keseharian masyarakat. “Cerita Landasan lahir dari keseharian. Karena itu, proses casting terbuka membantu menjaga kejujuran karakter di dalam film,” ujarnya.

Tim casting juga menegaskan bahwa mereka tidak mencari aktor yang sempurna, melainkan karakter yang jujur dan apa adanya. “Siapa pun dipersilakan mencoba selama memiliki keberanian untuk tampil,” tambahnya.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Kabupaten Banyumas

Proses casting ini turut dihadiri oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono. Meskipun bukan ikut berkompetisi untuk meraih peran, ia datang untuk menunjukkan dukungan Pemerintah Kabupaten Banyumas terhadap produksi film Landasan. Pemkab Banyumas bahkan akan meminjam wisma di kawasan Baturraden untuk kebutuhan kru selama satu bulan penuh.

Sadewo menegaskan bahwa film ini akan mengangkat budaya lokal Banyumas dengan melibatkan 80 persen pemain lokal serta penggunaan bahasa daerah. “Saya yakin, kalau ada Bayu-Bayu yang lain mengangkat budaya lokal maka Banyumas akan semakin trending dan mendunia,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran ratusan kru film selama sekitar 30 hari syuting akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah. “Hotel-hotel laku, makanan laku, UMKM bergerak. Sekitar 200 kru dari Jakarta pasti menginap di sini. Dampaknya besar,” ujarnya.

Pemkab Banyumas juga menggratiskan penggunaan lokasi wisata milik pemda sebagai lokasi syuting. “Masuk ke desa-desa itu tidak mudah karena masyarakat awam. Tapi, kami bantu sosialisasi supaya masyarakat paham bahwa ini kegiatan syuting,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *