Peringatan Penting: Jangan Simpan Kata Sandi di Aplikasi Catatan Ponsel
Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini menarik perhatian banyak pengguna ponsel. Unggahan tersebut memperingatkan bahwa menyimpan kata sandi atau password di aplikasi catatan (notes) ponsel bisa berisiko tinggi.
Akun @Car** dalam unggahannya pada Senin (19/1/2026) menulis, “Berhentilah menggunakan aplikasi catatan Anda sebagai tempat penyimpanan kata sandi.” Peringatan ini kemudian dikutip oleh warganet lain yang setuju dengan imbauan tersebut.
“Banyak yang masih seperti ini, jangan ya, gaes. Solusinya sebenarnya sederhana, bisa pakai password manager,” tulis akun @Tec** pada Selasa (20/1/2026).
Menyimpan password di notes ponsel memang sering dianggap praktis, tetapi kekhawatiran akan keamanannya juga muncul. Lantas, benarkah cara ini berisiko? Dan di mana sebaiknya password disimpan?
Menyimpan Password di Notes Tidak Sepenuhnya Aman
Pratama Persadha, pakar keamanan siber dari Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), menjelaskan bahwa meskipun menyimpan password di notes ponsel tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak dapat dianggap aman dalam semua kondisi.
“Dari sudut pandang keamanan siber, praktik tersebut tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak dapat dikategorikan aman dalam semua kondisi,” kata Pratama kepada , Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa password merupakan kunci utama identitas digital seseorang. Siapa pun yang menguasainya berpotensi mengambil alih akun, mengakses data pribadi, hingga melakukan penyalahgunaan finansial dan reputasi.
Risiko Menyimpan Password di Notes
Pratama menegaskan bahwa risiko utama menyimpan password di notes HP terletak pada fakta bahwa sebagian besar aplikasi catatan bawaan ponsel tidak dirancang sebagai sistem penyimpanan rahasia.
“Banyak notes tersimpan dalam bentuk teks biasa tanpa enkripsi end-to-end, sehingga relatif mudah diakses jika ponsel jatuh ke tangan orang lain, terkena malware, atau disinkronkan ke cloud tanpa pengamanan yang kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, potensi bahaya akan semakin besar ketika ponsel hilang, dicuri, atau diretas. Jika perangkat tidak dilindungi dengan kunci layar yang kuat, atau jika pelaku berhasil melewati mekanisme pengamanan, catatan yang berisi username dan password dapat dibaca dengan sangat mudah.
Selain itu, risiko juga muncul dari aplikasi berbahaya yang meminta izin akses ke penyimpanan atau clipboard. Kebiasaan pengguna yang mencadangkan notes ke layanan cloud pihak ketiga tanpa autentikasi berlapis pun dinilai berisiko.
“Dalam konteks ini, mencatat password di notes HP ibarat menyimpan kunci rumah di bawah keset, terlihat praktis tetapi berisiko tinggi jika diketahui orang lain,” ujar Pratama.
Di Mana Sebaiknya Menyimpan Password?
Pratama menjelaskan bahwa dalam praktik keamanan siber modern, solusi yang paling direkomendasikan adalah penggunaan password manager.
“Aplikasi tersebut dirancang khusus untuk menyimpan kredensial secara terenkripsi, dilindungi oleh satu master password atau biometrik, serta umumnya mendukung fitur tambahan seperti pembuatan password yang kuat dan unik untuk setiap akun,” jelas Pratama.
Dengan pendekatan tersebut, Pratama mengatakan pengguna tidak perlu mengingat banyak password, namun juga tetap menjaga tingkat keamanan yang tinggi.
Sementara itu, bagi pengguna yang terpaksa mencatat password, misalnya karena keterbatasan literasi digital atau kondisi tertentu, ada beberapa prinsip mitigasi risiko yang dapat diterapkan.
“Password sebaiknya tidak ditulis secara utuh dan jelas, melainkan menggunakan pola, singkatan, atau petunjuk pribadi yang hanya dipahami oleh pemiliknya,” jelas Pratama.
Selain itu, catatan tersebut juga idealnya disimpan di aplikasi yang mendukung penguncian tambahan atau enkripsi, bukan di notes biasa yang terbuka.
“Ponsel juga harus selalu dilindungi dengan PIN yang kuat, biometrik, serta fitur penghapusan data jarak jauh jika perangkat hilang,” pungkas Pratama.












