JAKARTA – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menilai bahwa penyelenggaraan pameran otomotif seperti Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 memiliki potensi besar dalam mendorong penyaluran pembiayaan kendaraan. Hal ini didasarkan pada tren yang terlihat dalam beberapa tahun terakhir, di mana para konsumen cenderung menunggu pameran besar untuk membeli kendaraan.
Direktur Penjualan, Pelayanan, dan Distribusi Adira Finance, Niko Kurniawan, menjelaskan bahwa selama lima hingga enam tahun terakhir, IIMS menjadi momen penting bagi masyarakat dalam membeli kendaraan. Menurutnya, kebiasaan ini sudah menjadi perilaku konsumen yang konsisten.
“Kami melihat bahwa masyarakat biasanya menunggu pameran besar seperti IIMS sebelum memutuskan membeli kendaraan,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Minggu (1/2/2026).
Niko menyebutkan bahwa minat masyarakat terhadap pameran otomotif disebabkan oleh berbagai penawaran khusus, seperti harga spesial, paket promo, dan produk baru yang ditampilkan. Hal ini juga berdampak signifikan terhadap penyaluran pembiayaan kendaraan.
Adira Finance optimis bahwa penjualan kendaraan di IIMS 2026 akan memberikan dampak positif terhadap perusahaan. Meskipun insentif untuk kendaraan tertentu telah berakhir, perusahaan tetap berharap dapat mencapai pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 15% dibandingkan IIMS 2025. Target ini diharapkan tercapai karena banyak merek mobil yang akan memperkenalkan model baru.
Selain itu, penawaran harga spesial dan paket khusus diharapkan dapat meningkatkan penjualan kendaraan. “Brand Jepang juga banyak mengeluarkan model baru, begitu juga brand China, khususnya segmen non-EV,” tambah Niko.
Pameran IIMS 2026 tidak hanya menampilkan mobil, tetapi juga kendaraan roda dua dengan model baru. Ini diharapkan akan semakin menarik minat konsumen.
Dari pengalaman penyelenggaraan IIMS sebelumnya, Niko memprediksi bahwa masyarakat masih akan melirik merek China. Alasannya adalah fitur dan harga yang lebih terjangkau dari kendaraan produsen asal Tiongkok.
Di sisi lain, brand Jepang kurang banyak meluncurkan produk baru. Oleh karena itu, menurut Niko, tren pada IIMS 2026 kemungkinan akan lebih condong ke merek China.
Adira Finance juga merespons fenomena seperti Rombongan Jarang Beli (Rojali) dan Rombongan Hanya Nanya (Rohana), yang sering terjadi di pameran otomotif. Niko menyampaikan bahwa perusahaan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Baginya, mereka bisa menjadi calon pembeli di masa depan.
“Beberapa orang hanya melihat-lihat dan mempertimbangkan untuk membeli kendaraan. Mereka mungkin akan memutuskan beli nanti setelah melihat produk yang lebih lengkap atau ada penawaran lebih baik,” jelas Niko.
Secara keseluruhan, Adira Finance menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 10%-12% pada 2026. Pada 2025 lalu, perusahaan berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 43 triliun dengan total piutang mencapai Rp 61 triliun.
IIMS Jakarta 2026 diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo dan berlangsung pada 5–15 Februari 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Utara.
Sinergi antara Adira Finance dan Danamon di IIMS Jakarta 2026 diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif. Salah satunya adalah produk Kredit Pemilikan Mobil (KPM) Prima dengan bunga dan margin spesial selama pameran. Adira Finance juga menyediakan program spesial untuk pembiayaan motor baru, layanan tukar tambah (trade-in), pengalaman test drive prioritas, serta approval di tempat untuk proses yang lebih cepat dan praktis.
Sementara itu, Danamon menawarkan berbagai program dan promo menarik bagi nasabah, seperti pembelian tiket masuk IIMS 2026 seharga Rp 1, diskon hingga 50% untuk tiket Konser Infinite Live dengan QRIS D-Bank PRO, cashback transaksi makanan dan minuman, serta cicilan 0% di tenant aftermarket. Ada juga kesempatan memenangkan hadiah melalui gachapon dan voucher belanja hingga Rp 300.000 untuk pengajuan Kartu Kredit Danamon JCB Precious yang disetujui.












