Sidak Komisi C DPRD Surabaya ke TPS3R Tambak Osowilangun
Komisi C DPRD Kota Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Tambak Osowilangun, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), pada Selasa (3/2/2026). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk meninjau fasilitas pengolahan sampah yang kini mampu memproduksi energi alternatif. Melalui penggunaan mesin pembakar sampah yang telah memenuhi standar, hasil pengolahan ini mampu menghasilkan bahan bakar alternatif untuk sektor industri.
Fokus pada Operasional Mesin RDF
Kehadiran para legislator ini fokus pada operasional mesin pengolah sampah berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menyampaikan bahwa ini menjadi bukti keseriusan Surabaya dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah modern yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Sampah bisa menghasilkan energi alternatif, katanya.
Kapasitas Mesin RDF dan Target Produksi
Di lokasi, Eri Irawan bersama jajaran pimpinan dan anggota Komisi C lainnya mengecek langsung kesiapan teknis mesin RDF. Mesin canggih ini dirancang untuk menghasilkan bahan bakar alternatif skala industri, termasuk bahan bakar jumputan padat (BBJP). Diskusi mengenai pemanfaatan bahan bakar ini sebenarnya telah berlangsung sejak pertengahan tahun lalu. Komisi C ingin memastikan bahwa investasi teknologi di TPS3R Tambak Osowilangun benar-benar berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah hari ini sudah terpasang seluruhnya dan siap bekerja optimal. Kapasitas input sampah di TPS RDF ini bisa menampung 150 ton sampah per hari,” ujar Eri.
Dilirik PT Semen Indonesia dan PLN
Dari total kapasitas input tersebut, sebagian hasil olahan akan dikonversi menjadi RDF. Produk ini nantinya akan dibeli oleh PT Semen Indonesia sebagai bahan bakar alternatif untuk mendukung proses produksi mereka. Selain RDF, hasil olahan lainnya berupa bahan bakar jumputan padat (BBJP) juga menarik minat pihak luar, khususnya PLN NP Nusantara Power. Berdasarkan informasi yang diterima, proses kurasi produk sedang berlangsung.
“Informasinya, hari ini perwakilan PT Semen Indonesia hadir untuk pengecekan. Besok dari PLN. Ini menunjukkan bahwa sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tapi sebagai sumber energi alternatif,” tambah Eri yang merupakan politisi PDIP tersebut.
Sistem Mesin Tertutup untuk Mengurangi Polusi Udara
Penggunaan sistem mesin tertutup di lokasi ini juga menjadi sorotan. Proses pengolahan di TPS3R Tambak Osowilangun dilakukan nyaris tanpa pembakaran terbuka, sehingga efektif menekan polusi udara. “Tadi kami cek, hampir tidak ada pembakaran. Semua pakai mesin. Ini penting untuk menekan polusi,” tegas Eri.
Penguatan Bank Sampah di Tingkat RW
Meskipun teknologi di sisi hilir sudah mumpuni, Eri mengingatkan pentingnya pemilahan sampah dari hulu. Menurutnya, bank sampah di tingkat RW harus terus diperkuat agar beban di TPS3R maupun TPA Benowo tidak berlebih. “Saat ini Surabaya punya sekitar 670 bank sampah. Target kami ke depan, sekitar 1.300 RW masing-masing punya satu bank sampah. Jadi sampah sudah terpilah dari rumah tangga,” tambahnya.
Optimasi Operasional TPS3R Tambak Osowilangun
Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Pemanfaatan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, Ali Mustofa, menjelaskan bahwa operasional TPS3R Tambak Osowilangun kini memasuki tahap optimalisasi. “Untuk input, target kami 150 ton per hari. Memang outputnya akan berkurang karena ada residu, tapi yang kami jaga adalah konsistensi input,” jelas Ali.
Saat ini, operasional masih menggunakan satu shift kerja. Namun, DLH Surabaya berencana menambah menjadi dua shift guna memaksimalkan produksi RDF dan BBJP. Evaluasi berkala akan terus dilakukan setiap bulan, untuk menentukan skema pengangkutan sampah yang paling efektif.
Imbauan Kesadaran Lingkungan Masyarakat
Pemerintah Kota Surabaya dan DPRD berharap fasilitas ini menjadi model zero waste yang bisa direplikasi di wilayah lain. Masyarakat diharapkan mendukung langkah ini dengan:
- Melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga.
- Aktif berpartisipasi dalam program Bank Sampah di tingkat RW masing-masing.
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai guna menekan volume residu sampah yang tidak bisa diolah mesin RDF.












