Pemprov Sumut Buka Kesempatan Magang ke Jepang, Ini Cara Daftar dan Syaratnya

Program Magang Kerja di Jepang: Solusi untuk Mengurangi Pengangguran di Sumut

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengikuti program magang kerja, baik dalam maupun luar negeri. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk mengurangi angka pengangguran yang masih tinggi di wilayah ini.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut, Yuliani Siregar, menjelaskan bahwa program magang ini sudah berjalan sejak tahun 2025. Hingga saat ini, sebanyak 2.800 tenaga kerja telah terserap melalui program tersebut. Program ini tidak hanya mencakup magang dalam negeri, tetapi juga magang ke luar negeri, salah satunya ke Jepang.

Program Magang Nasional dan Internasional

Program magang dalam negeri merupakan bagian dari program nasional yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Di Sumut, sebanyak 2.800 tenaga kerja telah bekerja di berbagai perusahaan dan rumah sakit melalui program ini.

Untuk mengikuti program magang nasional, pencari kerja dapat mendaftar melalui aplikasi milik Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu maganghub.kemenaker.go.id. Setelah mendaftar, peserta akan melalui proses seleksi oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Peserta yang lolos akan ditempatkan di perusahaan yang terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP), dengan masa magang selama 6 bulan. Seluruh biaya magang ditanggung oleh negara.

Yuliani berharap peserta yang telah menyelesaikan magang bisa melanjutkan bekerja sebagai karyawan tetap di perusahaan tersebut.

Selain program nasional, Disnaker Sumut juga membuka program magang ke Jepang melalui kerja sama pemerintah Indonesia dan Jepang. Program ini dibuka dua kali dalam setahun, yakni pada April dan September, dengan kuota masing-masing gelombang sebanyak 200 orang. Pendaftaran untuk gelombang April telah dibuka dan dapat dilakukan langsung di kantor Disnaker Sumut.

Seleksi dan Biaya Magang ke Jepang

Peserta yang ingin mengikuti magang ke Jepang akan diseleksi berdasarkan kemampuan akademik seperti matematika, kemampuan fisik, serta kemampuan berbahasa Jepang. Program ini tidak memungut biaya apapun, baik saat ujian maupun pelatihan. Biaya selama magang di Jepang akan ditanggung oleh perusahaan yang menerima magang.

Masyarakat juga dapat mengikuti program magang ke Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Saat ini terdapat 40 LPK terdaftar di Sumut, namun hanya 11 LPK yang memiliki kewenangan mengirim peserta magang ke Jepang. Melalui jalur ini, peserta harus menanggung biaya sendiri sebesar Rp42 juta, yang mencakup biaya keberangkatan, pelatihan, dan kemahiran bahasa Jepang.

Yuliani menyampaikan bahwa masyarakat yang ingin magang ke Jepang rata-rata berasal dari kalangan menengah ke bawah. Oleh karena itu, ia berharap Pemprov Sumut melalui Bank Sumut dapat mengucurkan KUR untuk masyarakat yang akan magang ke Jepang melalui LPK.

Koordinasi dengan Bank Sumut

Disnaker Sumut telah berkoordinasi dengan Bank Sumut untuk membahas formulasi pinjaman yang tepat. Saat ini sedang dalam pembahasan mekanismenya, termasuk penjaminnya, agar tidak sampai terjadi kredit macet. Diharapkan dari pinjaman ini, anak-anak yang ingin magang bisa berangkat ke Jepang, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Sumut.

Efektivitas Program Magang

Yuliani menilai bahwa program magang efektif dalam menekan angka pengangguran di Sumatera Utara. Saat ini jumlah pengangguran tercatat sebanyak 448 ribu orang, yang lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 458 ribu orang.

Diharapkan, peserta magang ke Jepang selama tiga hingga lima tahun dapat kembali ke Indonesia dengan keterampilan yang meningkatkan kemandirian ekonomi. Yuliani berharap apa yang mereka peroleh di Jepang dapat dikembangkan di Sumatera Utara, seperti sistem pertanian, sehingga Sumut juga bisa bangkit.

Persiapan Awal untuk Siswa SMA dan SMK

Ke depan, Disnaker bersama Dinas Pendidikan dan LPK akan memberikan pembekalan awal terkait program magang Jepang kepada siswa SMA dan SMK di Sumut. Yuliani menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Sumatera Utara dan akan melakukan sosialisasi bersama LPK ke SMA/SMK tentang langkah-langkah yang harus dilakukan siswa sejak dini jika ingin magang ke Jepang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *