Alasan Utama Mawa Cepat Bercerai, Sindir Kekerasan yang Terjadi

Alasan Wardatina Mawa Memilih Berpisah

Wardatina Mawa, seorang selebgram yang terkenal dengan kehidupan pribadinya yang sering menjadi sorotan, akhirnya mengungkap alasan utama di balik keputusannya untuk menggugat cerai suaminya, Insanul Fahmi. Pernikahan mereka yang telah berlangsung sejak tahun 2019 akhirnya diputuskan untuk diakhiri setelah melalui pertimbangan panjang dan banyak kesedihan.

Mawa mengaku bahwa ia tidak ingin terus-menerus menyakiti diri sendiri dengan bertahan dalam kondisi yang menurutnya tidak lagi sehat. Ia menyadari bahwa perceraian bukanlah sesuatu yang dianjurkan dalam agama Islam, tetapi ia juga menegaskan bahwa agama tidak membenarkan kezaliman yang terus dibiarkan.

“Kami tahu, Allah membenci perceraian, tapi Allah juga tidak pernah ridha pada kezaliman yang terus dibiarkan,” tulis Mawa dalam curhatannya. Ia menjelaskan bahwa Islam tidak mengajarkan kita untuk menyakiti diri sendiri atas nama sabar. Menurutnya, sabar bukan berarti bertahan dalam luka yang berkepanjangan, tetapi tetap berada di jalan kebaikan yang diridhai Tuhan.

Ia juga menilai bahwa tidak semua hal yang halal harus terus dipertahankan apabila tujuan ibadah dalam hubungan tersebut sudah tidak lagi terasa. “Sabar itu bukan bertahan dalam luka yang terus-menerus, tapi bertahan dalam kebaikan yang diridhai-Nya. Dan mungkin aku harus menerima bahwa tidak semua yang halal harus dipertahankan ketika tujuan ibadahnya sudah hilang.”

Bagi Mawa, keputusan menggugat cerai Insanul Fahmi juga merupakan bentuk kepeduliannya terhadap diri sendiri. Ia ingin menjaga ketenangan batin sekaligus mempertahankan keimanannya. “Sesayang itu aku pada diriku, dan sesayang itu aku pada imanku. Aku tidak ingin pernikahan yang seharusnya menjadi jalan ke surga justru membuatku jauh dari Allah.”

“Maka jika pergi adalah jalan untuk menjaga kewarasan, menjaga iman, dan menjaga hatiku tetap hidup dalam ibadah, semoga itu juga bagian dari takdir terbaik yang Allah siapkan,” urainya.

Terakhir, Mawa menegaskan bahwa keputusan berpisah bukan sekadar soal status pernikahan, melainkan demi mendapatkan ketenangan hidup bersama anaknya. “Karena pada akhirnya, yang ingin aku pertahankan bukan sekadar status, tapi ridha Allah dan ketenangan jiwa ku bersama anakku,” pungkasnya.

Sebelumnya, polemik rumah tangga pengusaha Insanul Fahmi kembali menjadi sorotan publik. Keinginannya untuk berpoligami dengan tetap mempertahankan pernikahan sah bersama Wardatina Mawa sekaligus menikahi siri selebgram Inara Rusli, berujung pada gelombang kritik dan hujatan di media sosial. Situasi semakin memanas setelah Wardatina Mawa melaporkan dugaan perselingkuhan dan perzinaan ke Polda Metro Jaya. Per 10 Februari 2026, laporan tersebut naik ke tahap penyidikan dan polisi dijadwalkan memanggil pelapor serta terlapor untuk dimintai keterangan tambahan.

Mawa mengaku tak terima dipoligami tanpa izin, terlebih hingga kini belum ada bukti resmi soal pernikahan siri yang disebut berlangsung pada 7 Agustus 2025. Di tengah kisruh itu, pendakwah asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, Ustadzah Lulung Mumtaza ikut angkat bicara. Ia mengakui bahwa dalam ayat Alquran memang disebutkan soal poligami, namun menekankan pentingnya adab dan tanggung jawab seorang suami.

Sindirannya pun terasa menohok dan membuat nama Insanul kembali jadi perbincangan. “Walaupun katanya nggak izin (nikah lagi) nggak papa, tapi adabnya sih kalau bisa izin,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa keadilan dalam poligami bukan perkara mudah. “Kita nggak bisa adil, berat. Adil itu sifat Allah.”

Pernyataan tersebut seolah menjadi tamparan halus bagi Insanul, yang sebelumnya dengan percaya diri menyuarakan niat beristri dua. Ustadzah Lulung menekankan bahwa poligami bukan sekadar soal keberanian atau kemampuan finansial, tetapi juga kedalaman ilmu dan ketakwaan. “Iya (lebih baik tidak berpoligami), apalagi kalau kita nggak punya ilmu. Hanya orang berilmu tinggilah yang bisa (adil pada istri-istri). Kalau nggak punya ilmu pasti akan begini jadinya.”

Di akhir pernyataannya, Ustadzah Lulung Mumtaza memberikan pesan untuk Insanul, Mawa, dan Inara agar menerima apa yang telah terjadi sebagai ketentuan Allah dan tidak terjebak dalam penyesalan. “Ya pokoknya kalau semuanya sudah terjadi berartikan qodarullah. Kalau qodarullah jangan berkata ‘coba kalau gini’ ‘coba kalau gitu’. Sekarang minta sama Allah takdir yang baik,” tutupnya.

Sorotan tajam sang ustazah tak hanya menjadi pengingat soal beratnya poligami, tetapi juga menyisakan kesan bahwa polemik ini bukan sekadar urusan pribadi, melainkan pelajaran terbuka tentang adab, tanggung jawab, dan konsekuensi di ruang publik.

Balasan Mawa

Perjuangan Insanul Fahmi untuk menyelamatkan rumah tangganya dengan Mawa tidak membuahkan hasil. Mawa memantapkan niatnya untuk mengajukan gugatan cerai usai Lebaran tahun ini. Langkah tersebut diambil di tengah proses hukum yang masih berjalan di Polda Metro Jaya. Wanita bercadar itu telah melaporkan Insanul Fahmi dan Inara Rusli atas dugaan perzinaan serta perselingkuhan. Akibat dugaan hubungan terlarang antara Insan dan Inara, Mawa berencana menggugat cerai suaminya di Pengadilan Agama Medan setelah momen Lebaran.

Menanggapi keputusan sang istri, Insanul Fahmi memberikan respon. Insanul Fahmi menyebut bahwa hati manusia bisa berubah sewaktu-waktu sehingga ia memilih menyerahkan segalanya kepada doa. “Ya kita lihat aja nanti karena kan manusia itu hatinya bisa dibolak-balikkan,” ucap pengusaha asal Medan tersebut. “Hari ini pikiran dan perasaan belum tentu sama dengan besok gitu. Jadi ya kita berdoa aja yang terbaik,” tambahnya.

Insan juga menegaskan dirinya masih berupaya mempertahankan rumah tangga bersama istrinya. Namun, ia mengaku mulai belajar menerima jika perpisahan memang menjadi jalan yang harus ditempuh. “Jujur ya aku coba berusaha dan ikhtiar semaksimal mungkin, tapi balik lagi kan semuanya itu sudah ditentukan ya takdir.” “Dan aku coba lebih banyak ikhlas. Jadi ya biar enggak stres sendiri juga sih,” sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *