Stok BBM dan LPG Bangka Belitung Aman hingga Lebaran, Warga Diminta Tenang

Antrean Kendaraan di SPBU Sungailiat, Kabupaten Bangka

Di tengah terik matahari, antrean kendaraan yang ingin mengisi bahan bakar minyak (BBM) terlihat memanjang di sejumlah SPBU di Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka. Fenomena ini terjadi pada hari Kamis (5/3) siang, dengan antrean yang bahkan meluber hingga keluar area SPBU dan memakan bahu jalan raya.

Panjang antrean diperkirakan mencapai lebih dari satu kilometer, sehingga sempat memperlambat arus lalu lintas di sekitar lokasi. Lonjakan antrean tersebut dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan BBM yang beredar, khususnya setelah adanya konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Kondisi ini juga mengingatkan warga pada peristiwa kelangkaan BBM yang pernah terjadi pada November 2025 lalu akibat gangguan distribusi karena cuaca buruk. Mega, seorang warga yang mengantre di SPBU Parit Padang, mengaku sempat merasa khawatir tidak mendapatkan BBM.

“Soalnya kalau yang lain panik, kita ikut panik lah,” ujar Mega. Perempuan yang tinggal di Desa Air Ruay, Kecamatan Pemali itu sengaja menuju Sungailiat menggunakan sepeda motor karena SPBU yang berada dekat rumahnya saat itu sedang kehabisan stok dan menunggu pengisian ulang.

“Waswas, karena kita kan sudah pernah mengalami juga tempo hari. Jadi ngeri kalau sampai kehabisan BBM. Kami ini orangnya sering bepergian untuk bekerja,” katanya.

Stok BBM Dianggap Aman

Melihat fenomena antrean panjang tersebut, Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, mendatangi sejumlah SPBU di Sungailiat untuk memantau langsung kondisi di lapangan. Didampingi perwakilan Pertamina, ia turun dari kendaraan dan menyapa warga yang sedang mengantre.

Dalam kesempatan itu, Bambang meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena khawatir kehabisan BBM. “Kita melihat ada fenomena antrean panjang di hampir semua SPBU di Sungailiat dalam dua hari terakhir,” kata Bambang.

Ia menegaskan bahwa stok BBM di Pulau Bangka, khususnya wilayah Sungailiat, dalam kondisi aman. Karena itu masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. “Tidak ada masalah, semuanya cukup. Itu yang ingin kami sampaikan,” ujarnya.

Menurut Bambang, pemerintah telah melakukan pengawasan terhadap ketersediaan BBM sejak beberapa minggu terakhir, termasuk menjelang Ramadan hingga pasca Idul Fitri. Menanggapi kekhawatiran masyarakat terhadap dampak konflik di Timur Tengah, ia mengakui situasi geopolitik memang menjadi perhatian. Namun pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi agar pasokan energi nasional tetap terjaga.

“Menteri ESDM sudah menyampaikan bahwa suplai dari Timur Tengah bisa dialihkan dari sumber lain, misalnya dari Amerika atau wilayah lain yang secara geopolitik lebih aman,” jelasnya. Ia juga menanggapi isu yang menyebut stok BBM nasional hanya cukup untuk 20 hari. Menurutnya, informasi tersebut kerap disalahartikan.

“Memang stok nasional berada di kisaran itu, tetapi Indonesia juga memiliki kilang dan produksi yang berjalan terus. Jadi bukan berarti setelah 20 hari BBM habis,” katanya.

Tambahan Pasokan BBM Sebesar 25 Persen

Sementara itu, Terminal Manager Pertamina Pangkalbalam, Tri Awan, memastikan ketersediaan BBM di Pulau Bangka tetap mencukupi. Ia menyebut fenomena panic buying akibat isu kelangkaan BBM juga terjadi di sejumlah daerah lain seperti Aceh dan Medan.

“Baik selama Ramadan, setelah Lebaran, maupun seterusnya kami pastikan stok aman,” kata Tri Awan. Menurutnya, distribusi BBM terus berjalan mengikuti siklus suplai yang telah ditetapkan. Bahkan, Pertamina telah menambah pasokan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

“Ada penambahan untuk BBM dan juga elpiji melalui extra dropping,” ujarnya. Tri Awan menjelaskan tambahan pasokan yang diberikan mencapai sekitar 25 persen dari volume normal. Dalam kondisi biasa, produk gasoline yang masuk ke Bangka berkisar 800 hingga 900 kiloliter per hari.

“Selama Ramadan dan Idul Fitri kebutuhan masyarakat sudah kami perhitungkan. Pasokan tersedia dan dipastikan cukup,” pungkasnya.

LPG Juga Aman

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) tetap aman selama periode Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan energi masyarakat pada masa tersebut.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina telah melakukan penambahan cadangan atau build up stock BBM dan LPG di sejumlah titik distribusi di wilayah operasional Sumbagsel. Perusahaan juga secara rutin memantau penyaluran energi mulai dari terminal BBM, SPBU, hingga pangkalan LPG resmi. Hingga saat ini, distribusi energi di wilayah Sumatera bagian selatan dilaporkan berjalan normal tanpa kendala berarti.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan intensif guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. “Kami terus memastikan ketersediaan BBM dan LPG di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Distribusi dari terminal hingga ke SPBU dan pangkalan resmi berjalan lancar, dan kami melakukan monitoring secara intensif untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Rusminto dalam siaran pers yang diterima Bangkapos.com, Kamis (5/3).

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat terkait juga terus dilakukan guna menjaga kelancaran distribusi energi di lapangan. Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal selama periode Ramadan hingga Idulfitri. Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Pasokan BBM dan LPG dipastikan mencukupi dan penyalurannya dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan di masing-masing daerah.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *