Kisah Tragis Mohammed Rashid, Mantan Bintang Persebaya yang Hilang di Liga India

Kehidupan yang Tertunda

Mohammed Rashid, mantan pemain sepak bola yang pernah menjadi andalan Persebaya Surabaya dan Persib Bandung, kini menghadapi situasi yang sangat menantang. Setelah meninggalkan Indonesia dengan harapan untuk membangun karier yang lebih sukses di luar negeri, kini ia justru mengalami kekecewaan mendalam akibat ketidakpastian dalam kompetisi Liga Super India.

Rashid bergabung dengan East Bengal FC pada 18 Juli lalu dengan penuh harapan. Klub legendaris tersebut dianggap sebagai langkah penting dalam kariernya. Namun, harapan itu berubah menjadi kekecewaan ketika Liga Super India musim 2025/2026 belum juga dimulai hingga pertengahan November.

Penyebab Penundaan Kompetisi

Penundaan ini disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, penyelenggara ingin menyesuaikan jadwal liga dengan kalender Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Kedua, ada masalah dalam kontrak antara Football Sports Development Limited (FSDL) dan Federasi Sepak Bola India (AIFF).

FSDL memiliki kontrak penyelenggaraan hingga Desember 2025, namun belum ada kejelasan tentang perpanjangan kerja sama tersebut. Hal ini membuat situasi kompetisi menjadi tidak pasti, sehingga klub dan pemain hanya bisa menunggu keputusan dari federasi.

Pernyataan Dari Rashid

Mohammed Rashid menjadi salah satu pemain yang paling vokal mengkritik situasi ini. Ia menyampaikan keluhan melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ia menyampaikan rasa kekecewaan dan frustrasi yang dirasakan oleh para pemain lainnya.

“Kami, para pesepak bola profesional di Liga Super India, bersatu untuk menyampaikan permohonan. Sederhananya, kami ingin bermain, dan sekarang juga,” tulis Rashid dalam pernyataannya. Ia menggambarkan betapa dalam rasa kecewa Rashid terhadap situasi yang terjadi di India.

Ia menegaskan bahwa para pemain tetap menjaga profesionalisme meski tidak memiliki kejelasan jadwal. Mereka tetap berlatih dan mempersiapkan diri, menunggu kabar baik kapan pun diberikan kesempatan untuk kembali ke lapangan.

Harapan Untuk Kembali Bermain

Bagi Rashid, keadaan ini terasa makin ironis. Setelah tampil impresif di Indonesia bersama Persib dan Persebaya Surabaya, ia memilih India demi tantangan baru, tapi justru terjebak dalam ketidakpastian.

Saat bersama Persib, Rashid dikenal sebagai gelandang petarung dengan determinasi tinggi. Ia mencetak beberapa gol penting dan mendapat tempat di hati Bobotoh karena semangatnya di lapangan. Setelah itu, ia melanjutkan karier di Persebaya Surabaya dan tetap menunjukkan kualitas yang sama.

Dengan pengalaman tersebut, banyak yang menilai langkahnya ke India merupakan keputusan berani untuk menapaki level yang lebih tinggi. Sayangnya, nasib berkata lain. Bukannya tampil gemilang di panggung baru, Rashid justru harus menghadapi kekosongan kompetisi yang membuat kariernya stagnan.

Masa Depan yang Kabur

Kini, masa depannya di East Bengal FC pun ikut dipertanyakan. Jika Liga Super India terus tertunda, bukan tidak mungkin kontrak para pemain termasuk Rashid akan dievaluasi ulang. Kisah Mohammed Rashid menjadi potret getir karier seorang pesepak bola profesional yang terjebak dalam ketidakpastian sistem sepak bola.

Dari lapangan hijau yang riuh di Bandung dan Surabaya, kini ia menatap masa depan yang kabur di India. Satu hal yang pasti, Rashid hanya ingin bermain sepak bola lagi. Ia menanti waktu di mana peluit pertama musim baru Liga India benar-benar ditiup, agar mimpi yang sempat tergantung bisa kembali menyala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *