ciptawarta.com – Seorang pengusaha asal Brasil, Leo Kryss, mengajukan gugatan terhadap agen real estat yang diduga telah menipunya. Kryss mengklaim bahwa agen tersebut telah memberikan potongan harga sebesar USD6 juta dari harga penjualan rumah mewahnya tanpa memberitahunya bahwa pembeli sebenarnya adalah CEO Amazon, Jeff Bezos.
Menurut Kryss, jika dia mengetahui bahwa pembeli sebenarnya adalah orang terkaya kedua di dunia, dia tidak akan menyetujui diskon tersebut. Dia bahkan bisa mendapatkan lebih dari USD79 juta dari penjualan properti tersebut.
Kekayaan Bezos yang mencapai lebih dari USD200 miliar, hanya kalah dari CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Bezos baru-baru ini membeli rumah mewah seluas 19.000 kaki persegi di pulau Indian Creek, Miami, yang dikenal sebagai “bunker para miliarder” karena menjadi tempat tinggal bagi banyak miliarder dan selebritas.
Rumah tersebut awalnya terdaftar dengan harga USD85 juta, namun Bezos berhasil membelinya dengan harga yang lebih rendah. Kryss, yang telah membayar USD28 juta untuk membeli rumah tersebut pada tahun 2014, setuju untuk menjualnya dengan harga yang lebih rendah, yaitu USD6 juta di bawah harga yang diminta.
Namun, baru setelah penjualan tersebut selesai, Kryss mengetahui bahwa pembeli sebenarnya adalah entitas yang terkait dengan Bezos. Karena itu, Kryss mengajukan gugatan terhadap perusahaan real estate AS Douglas Elliman yang menangani penjualan tersebut.
Dalam berkas pengadilan, Kryss mengklaim bahwa Douglas Elliman telah menyembunyikan identitas Bezos sehingga dia tidak mengetahui siapa sebenarnya calon pembeli rumahnya. Mengetahui identitas pembeli tersebut sangat penting bagi Kryss dalam menentukan harga penjualan akhir.
Namun, Douglas Elliman membantah mengetahui identitas pembeli tersebut. Mereka menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui bahwa Bezos terlibat dalam transaksi tersebut. Kasus ini akan terus berlanjut di pengadilan untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh Kryss.












