Calon Dubes RI untuk Negeri Paman Sam Sempat Diajukan Jokowi, tapi Fit and Proper Test Diminta Ditunda

Calon Dubes RI untuk Negeri Paman Sam Sempat Diajukan Jokowi, tapi Fit and Proper Test Diminta Ditunda

Ciptawarta.com JAKARTA – Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengungkapkan, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sempat mengajukan calon Duta Besar ( Dubes ) RI untuk Amerika Serikat (AS) serta 10 negara sahabat lain di area akhir masa jabatannya, Oktober 2024. Pengajuan dilayangkan ke Komisi I DPR untuk diuji kelayakan atau kepatutan (fit and proper test).

Namun, kata dia, pemerintahan kala itu mencabut 11 calon diplomat RI untuk dilaksanakan fit and proper test di area Komisi I DPR. “Jadi di dalam masa akhir-akhir pemerintahan Pak Jokowi itu ya, pergantian-pergantian Dubes itu telah berjalan sesuai dengan rencana. Tetapi ketika mendekati bulan Oktober, itu ada satu batch atau satu grup ya, calon Dubes yang dimaksud jumlahnya 11 itu ya diminta tiada diteruskan fit and proper testnya dalam Komisi I,” kata TB ketika dihubungi, Awal Minggu (7/4/2025).

Legislator PDI Perjuangan ini mengatakan, pencabutan usulan 11 calon Dubes RI itu dijalankan pemerintah. Pria yang akrab disapa Kang TB ini pun mengaku tak mengetahui alasan pencabutan usulan 11 calon Dubes RI itu.

“Iya dari pemerintah (mencabut). (Alasannya) itu saya bukan tahu. Ya sudah ada kami tak lanjutkan. Sehingga otomatis sejak itu praktis ya Dubes beberapa negara termasuk Amerika belum siap calonnya, belum ada,” tuturnya.

Dia mengatakan, pemerintah belum mengusulkan lagi nama calon Dubes RI untuk 11 negara sahabat hingga ketika ini. Ia pun mengingatkan pemerintah untuk segera mencari figur untuk ditugaskan sebagai diplomat.

“Kalau memang sebenarnya calonnya tak cocok ya telah cari yang dimaksud lain silakan. Kemudian nanti biar di-fit and proper test di area Komisi I gitu,” ungkapnya.

Dia menilai, sikap Dubes RI itu sangat penting untuk proses diplomasi. Apalagi, di tempat berada dalam kebijakan tarif resiprokal Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump.

“Penempatan Duta Besar itu kan adalah sikap dari kebijakan pemerintah luar negeri kita. Dengan adanya terlambat kan dianggap kurang respect. Dengan adanya terlambat dianggap seolah-olah hubungan negara ini tiada terlalu penting juga itu tidak ada bagus pada urusan politik luar negeri,” imbuhnya.

Posisi Dubes RI untuk Amerika Serikat telah dilakukan kosong sejak Rosan Roeslani mengakhiri masa tugasnya pada 17 Juli 2023. Rosan diminta kembali ke Tanah Air dikarenakan ditunjuk Presiden ke-7 RI Jokowi sebagai Wakil Menteri BUMN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *