Siswa SMAN 72 Trauma Ledakan: Banyak Minta Pindah, Belum Siap Mental

Gubernur DKI Jakarta Minta Sekolah dan Dinas Pendidikan Tangani Kecemasan Siswa SMAN 72

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta memberikan dampak yang tidak terduga. Pasca kejadian tersebut, banyak siswa mengeluhkan rasa cemas dan beberapa di antaranya bahkan meminta untuk pindah sekolah.

Peristiwa tersebut terjadi ketika khotbah salat Jumat tengah berlangsung, disusul oleh ledakan kedua yang berasal dari arah berbeda. Insiden ini menimbulkan 96 korban luka-luka, dengan sebagian besar masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Pramono meminta pihak sekolah dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk segera menyiapkan langkah penanganan agar rasa kecemasan siswa tidak terus berlanjut. Penanganan ini harus dirumuskan secara matang agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar.

“Saya sudah minta kepada sekolah dan termasuk Ibu Kepala Dinas, ini dirumuskan secara baik. Karena saya enggak mau kemudian dampaknya sampai panjang, begitu kan,” ujar Pramono saat berada di Gedung Kemendikbud, Jakarta Pusat, Minggu (16/11/2025).

Hingga kini, siswa SMAN 72 Jakarta masih menjalani pembelajaran secara daring. Pembelajaran daring ini akan berlangsung hingga Senin (17/11/2025). Setelah itu, pihak sekolah akan mengundang para guru dan siswa untuk memutuskan apakah pembelajaran akan dilakukan secara tatap muka atau tetap secara daring.

“Hari Senin besok mereka akan mengundang para murid dan juga guru, untuk diberikan pilihan, apakah mereka akan sekolah langsung atau melalui daring,” jelas Pramono.

Belum Semua Siswa Siap Mental Kembali ke Sekolah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan kondisi terbaru para siswa SMAN 72 Jakarta pascaledakan yang terjadi pada pekan lalu. Menurut Abdul Mu’ti, pembelajaran di SMAN 72 Jakarta hingga kini masih digelar secara daring.

“Memang sampai hari ini, satu pekan ini pembelajarannya memang masih daring,” kata Abdul Mu’ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Minggu (16/11/2025).

Abdul Mu’ti mengungkapkan belum semua siswa siap secara mental untuk kembali ke sekolah. Sementara beberapa siswa lainnya telah siap untuk kembali ke sekolah.

“Dan mulai pekan depan informasi yang saya terima memang juga belum seluruh murid siap secara mental untuk kembali ke sekolah,” katanya.

“Walaupun informasi yang saya terima Sebagian besar orang tua dan murid sebenarnya sudah siap untuk kembali belajar,” tambahnya.

Meski begitu, Kemendikdasmen akan berupaya agar situasi dapat kembali pulih dan dapat belajar kembali. Kemendikdasmen, kata Abdul Mu’ti, telah memberikan pendampingan psikologis kepada siswa, guru, hingga orang tua.

“Trauma healing sudah kita laksanakan selama satu minggu kita dampingi sekolah melalui Zoom Dan juga dengan melibatkan para aktivis dan juga para psikolog Agar para murid dan guru bisa kembali ke sekolah dengan semangat yang sama,” pungkasnya.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Sekolah

Beberapa langkah telah diambil oleh pihak sekolah untuk membantu siswa mengatasi rasa cemas pascainsiden. Di antaranya adalah:

  • Mengadakan sesi diskusi bersama siswa dan guru untuk menentukan metode pembelajaran yang paling sesuai.
  • Memberikan layanan konseling psikologis bagi siswa yang merasa trauma.
  • Melibatkan para aktivis dan psikolog dalam program pemulihan trauma.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu siswa kembali fokus pada pembelajaran dan membangun suasana yang aman di lingkungan sekolah.

Kondisi Saat Ini

Hingga saat ini, siswa SMAN 72 Jakarta masih menjalani pembelajaran secara daring. Namun, pihak sekolah berencana untuk segera melakukan evaluasi dan menentukan apakah pembelajaran akan dilakukan secara tatap muka atau tetap secara daring.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *