Kemenangan di ONE 173 Jadi Awal Kemenangan, Takeru Segawa Siap Balas Dendam pada Rodtang

Kembalinya Takeru Segawa ke Puncak Performa

Takeru Segawa akhirnya menunjukkan kembali kekuatannya sebagai petarung yang paling mematikan setelah meraih kemenangan TKO atas Denis Puric dalam pertandingan ONE 173, yang berlangsung pada Minggu (16/11/2025) di Tokyo. Kemenangan ini tidak hanya menjadi titik balik bagi karier Takeru, tetapi juga menjadi momen penting karena terjadi di tanah kelahirannya sendiri, Jepang.

Kekalahan-kekalahan sebelumnya di tanah air sempat mengguncang mental dan masa depan Takeru. Dalam dua pertandingan sebelumnya bersama ONE Championship yang digelar di Jepang, Takeru selalu gagal meraih kemenangan. Pertama, saat ia debut pada Januari 2024, ia kalah dari Superlek dalam duel perebutan gelar juara kelas terbang kickboxing. Pahanya menjadi sasaran tendangan brutal Superlek selama lima ronde, sehingga membuatnya harus menjalani perawatan medis beberapa pekan.

Meski sempat bangkit dengan kemenangan TKO atas Thant Zin, Takeru kembali mengalami kekalahan yang lebih menyakitkan. Kekalahan kedua terjadi melawan Rodtang Jitmuangnon, salah satu lawan yang paling ingin ia hadapi. Dalam ajang ONE 172 pada Maret lalu, Takeru hanya bertahan selama 80 detik sebelum dibuat terjungkal oleh pukulan hook Rodtang.

Perubahan Besar dalam Latihan

Takeru mengakui bahwa kemenangan di pertandingan terbaru lahir dari perubahan besar dalam cara ia berlatih. Ia mengatakan bahwa dirinya benar-benar mengubah metode latihan untuk persiapan laga ini. “Saya melihat pertarungan lama saya dan mengubah gaya menjadi lebih spesifik untuk ONE Championship. Saya merasa kembali menjadi diri saya yang dulu,” ujarnya.

Sebagai mantan juara K-1 di tiga divisi, Takeru datang ke ONE Championship dengan reputasi sebagai salah satu striker Jepang paling berbahaya pada dekade ini. Namun, realitas di ONE tidak berjalan mulus. Dua kekalahan dari petarung Thailand di Jepang membuatnya tertekan dan mempertimbangkan pensiun lebih cepat.

“Saya selalu bilang kalau kalah dua kali, saya akan pensiun,” kata Takeru. “Setelah melawan Rodtang, saya memang kalah dua kali tetapi saya tidak bisa mengakhiri semuanya begitu saja. Pertarungan ini benar-benar harus saya menangi dan saya berhasil melakukannya.”

Harapan untuk Pertarungan Ulang

Takeru mengklaim bahwa pembicaraan soal pensiun bukan karena tubuhnya melemah, tetapi karena sadar waktunya sebagai atlet elite tidak akan panjang. “Pensiun itu bukan karena tubuh saya melemah,” katanya. “Saya mengubah banyak hal dalam latihan dan saya merasa bisa tetap jadi Takeru yang terkuat tetapi waktunya memang makin pendek.”

Setelah menang di ONE 173, fokus Takeru langsung bergeser untuk menyelesaikan urusan yang belum tuntas dengan Rodtang. Laga pertama mereka berakhir terlalu cepat bagi seorang petarung dengan standar setinggi Takeru. Kini dengan kondisi fisik yang lebih baik dan kepercayaan diri yang pulih, dia melihat Rodtang sebagai lawan yang tepat untuk duel yang bisa menjadi aksi terakhirnya sebagai petarung.

Atmosfer semakin panas ketika keduanya melakukan face-off di dalam circle pada akhir pekan lalu. Interaksi mereka berlanjut di media sosial, membuat rumor pertarungan ulang makin keras terdengar.

CEO ONE Championship, Chatri Sityodtong, bahkan menyebut 29 April sebagai tanggal potensial untuk ONE 175, yang akan kembali digelar di Jepang pada tahun depan. Ketika ditanya soal itu, Takeru menjawab singkat namun penuh makna. “Saya hanya perlu mengecek kondisi tubuh tetapi rasanya tanggal itu cocok untuk saya,” ujar petarung bertinggi badan 168 cm ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *