Perez Pergi Usai Persebaya Imbang Lawan Arema FC?

Persebaya Surabaya Tertahan di Papan Tengah, Isu Pemecatan Pelatih Mengemuka

Beberapa jam setelah pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC berakhir dengan skor imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu sore, berita tentang kemungkinan pemecatan pelatih Eduardo Perez langsung menjadi topik utama yang dibicarakan oleh para penggemar Persebaya atau Bonek. Laga pekan ke-13 Super League 2025/2026 ini sejatinya berjalan sangat intens sejak awal.

Persebaya Surabaya tampil lebih agresif ketika memasuki babak kedua dan mencoba mengambil kendali permainan. Pada menit ke-54, stadion bergemuruh ketika Dejan Tumbas melepaskan tendangan bebas ke tiang dekat. Bola melesat tipis di sisi gawang Lucas Frigeri, sehingga peluang besar itu gagal berbuah gol.

Namun, malapetaka justru datang sembilan menit setelahnya. Dime Dimov salah mengantisipasi bola dan membuat Arema FC unggul 0-1 lewat gol bunuh diri. Situasi berubah drastis hanya dua menit kemudian. Wasit Rio Permana mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Matheus Blade, sehingga Arema harus bermain dengan 10 pemain.

Eduardo Perez mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan cepat. Ia memasukkan Rizky Dwi menggantikan Malik Risaldi untuk menambah intensitas serangan Persebaya Surabaya. Perubahan itu berbuah hasil pada menit ke-73. Bruno Moreira mengarahkan sontekan ke tiang jauh yang tak mampu dibendung Lucas dan membuat skor imbang 1-1.

Setelah gol tersebut, Persebaya Surabaya semakin gencar menekan. Serangan bergelombang terus menghampiri wilayah pertahanan Arema FC hingga menit-menit akhir. Pada menit ke-89, situasi kemelut terjadi tepat di depan gawang tim tamu. Namun, tak ada pemain Persebaya Surabaya yang mampu mencocor bola, sehingga kesempatan emas itu hilang begitu saja.

Arema FC bahkan hampir mencuri kemenangan pada masa tambahan waktu. Ian Puleillo melepaskan sontekan berbahaya di kotak penalti pada menit 90+3, tetapi bola hanya melintas tipis di samping gawang Ernando Ari. Laga berakhir tanpa tambahan gol, dan Persebaya Surabaya harus puas membawa satu poin. Hasil ini membuat mereka tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara dengan koleksi 16 poin.

Tak lama setelah peluit panjang, kabar mengejutkan datang dari fanbase @onlinepersebaya, Sabtu (22/11/2025). Akun tersebut menulis, “BREAKING… Hanya mampu meraih hasil imbang melawan Arema FC, Eduardo Perez kabarnya dipecat dari kursi kepelatihan Persebaya Surabaya.” Informasi itu disebut pertama kali diunggah oleh @gosballfc. Rumor tersebut langsung menjalar dan memantik reaksi keras dari Bonek.

Komentar suporter bermunculan seketika dan memperlihatkan beragam respons emosional. Salah satu Bonek menulis, “Alhamdulillah,” mengekspresikan rasa lega mendengar isu itu. Komentar lain menegaskan tekanan publik terhadap pelatih asal Spanyol tersebut. Suporter menulis, “#eduout,” sebagai bentuk tuntutan agar Persebaya Surabaya segera melakukan pergantian pelatih.

Ada pula Bonek yang memilih berhati-hati dan menunggu konfirmasi resmi. Ia menuliskan, “Karek ngenteni informasi resmi soko official,” menunjukkan sikap menunggu keputusan manajemen. Beberapa komentar lain jauh lebih lantang dan emosional. Seorang Bonek berkata singkat, “AKHIREEE,” sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan atas performa tim.

Ada pula kritik tajam yang ditujukan pada manajemen. Seorang Bonek menulis panjang, “Iki kesalahan rill dari management, ga bisa belajar dari sebelumnya. Padahal sebelum sudah tau pelatih pm gmn malah dpt yg lebih bobrok ditambah lagi. Musim kemarin kendala mencari pelapis Rivera. Magah sekarang bisa striker kyk begitu. Haduhh ruwetttt.”

Reaksi besar dari Bonek menunjukkan tekanan yang terus mengarah pada Eduardo selama beberapa pekan terakhir. Mereka menilai Persebaya Surabaya belum bermain sesuai karakter agresif yang menjadi identitas tim. Di sisi lain, rumor pemecatan ini muncul di saat tim sedang berjuang keluar dari inkonsistensi. Hasil imbang atas Arema FC dianggap tidak cukup meski Persebaya Surabaya tampil dominan dalam beberapa fase laga.

Jika kabar ini terbukti benar, Persebaya Surabaya harus bergerak cepat menentukan pelatih baru. Persaingan Super League selalu ketat, dan perubahan di tengah musim membawa risiko besar. Suporter berharap manajemen tidak mengulang kesalahan dengan memilih pelatih yang tidak sesuai kebutuhan tim. Mereka ingin sosok yang mampu memaksimalkan potensi skuad serta memberikan arah permainan yang jelas.

Drama pasca-derby ini mendadak menjadi sorotan lebih besar dibanding hasil pertandingannya sendiri. Perbicangan seputar nasib Eduardo Perez kini menjadi fokus utama Bonek. Semua pihak kini menunggu pernyataan resmi dari manajemen Persebaya Surabaya. Tanpa klarifikasi, rumor ini akan terus melebar dan dapat mengganggu konsentrasi tim pada pertandingan berikutnya.

Apapun keputusan yang diambil, Bonek berharap perubahan yang terjadi bisa membawa Persebaya Surabaya kembali ke trek kemenangan. Mereka menunggu langkah nyata agar tim kebanggaan mereka bisa bangkit di sisa musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *