Juventus Mengalahkan Cagliari dalam Pertandingan yang Penuh Tekanan
Pertandingan antara Juventus dan Cagliari di pekan ke-13 Serie A Liga Italia 2025-2026 berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tim asuhan Luciano Spalletti. Meskipun awalnya tampil takut-takut, Juventus akhirnya mampu mengubah situasi dan meraih kemenangan penting.
Kondisi Awal yang Tidak Menyenangkan
Luciano Spalletti mengakui bahwa Juventus awalnya memulai pertandingan dengan perasaan “terlalu takut-takut”. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa tim baru menunjukkan performa terbaiknya setelah tertinggal dari Cagliari. Pelatih Bianconeri menyatakan bahwa meskipun para pemain memiliki kemampuan yang luar biasa, mereka tidak segera menunjukkan level permainan yang sebenarnya pada awal pertandingan.
“Kami memasuki lapangan dengan takut-takut, melakukan hal-hal mendasar,” kata Spalletti. Ia juga menekankan bahwa dengan para pemain yang dimiliki, ia mengharapkan lebih dari mereka.
Gol yang Membawa Perubahan
Gol pertama Juventus dicetak oleh Kenan Yildiz pada menit ke-27, yang merupakan hasil dari peluang bersih pertama yang diciptakan. Namun, sebelum itu, Cagliari telah mencetak gol lebih dulu melalui Sebastiano Esposito pada menit ke-26. Dengan situasi yang sulit, Juventus akhirnya mampu bangkit dan menciptakan gol kedua pada menit ke-45+1.
Yildiz menjadi titik balik dalam pertandingan tersebut. Spalletti menyebutnya sebagai pemain dengan kualitas seorang juara, yang mampu menciptakan kemenangan dari ketiadaan. Struktur taktis yang digunakan oleh pelatih juga dirancang untuk memberikan ruang gerak yang leluasa bagi Yildiz agar bisa menembak atau mengambil inisiatif serangan.
Performa Tim dan Statistik
Dalam pertandingan ini, Juventus tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 57 persen. Mereka melepas 14 tembakan ke arah gawang Cagliari, sementara tim tamu hanya melepas 5 tembakan. Kemenangan ini membawa Juventus naik ke peringkat 7 dengan 23 poin, sedangkan Cagliari tetap di peringkat 14.
Setelah Juventus menyamakan kedudukan, Spalletti merasa bahwa tim akhirnya bermain dengan penuh wibawa. Ia memuji ketajaman yang ditunjukkan di babak kedua, meskipun mengingatkan bahwa kegagalan mencetak gol di awal pertandingan justru membuat Cagliari mendapatkan kepercayaan diri.
Persiapan untuk Laga Berikutnya
Spalletti juga menyampaikan rencana tim untuk pertandingan berikutnya, yaitu melawan Napoli. Ia mengungkapkan rasa bahagia akan kembalinya tim ke stadion yang sangat dikenal. Meski begitu, ia mengaku tidak tahu bagaimana penonton akan bersikap terhadap Juventus.
Kondisi Pemain
Mengenai Dusan Vlahovic, Spalletti mengonfirmasi bahwa striker tersebut merasakan ketegangan. Cedera yang dialami oleh Vlahovic terjadi secara tidak biasa, saat ia mencoba menendang bola dengan keras tetapi tidak mengenai sasaran, hingga kakinya terkilir. Jika ia menendang bola dengan benar, ia tidak akan cedera.
Susunan Pemain
Juventus [3-4-2-1]:
– 1-Mattia Perin
– 15-Pierre Kalulu, 6-Lloyd Kelly, 8-Teun Koopmeiners
– 22-Weston McKennie, 19-Khéphren Thuram (21-Fabio Miretti 70′), 5-Manuel Locatelli, 18-Filip Kostić (27-Andrea Cambiaso 46′)
– 7-Francisco Conceição (32-Juan Cabal 85′), 10-Kenan Yıldız (20-Loïs Openda 85′)
– 9-Dušan Vlahović (30-Jonathan David 31′)
Pelatih: Luciano Spalletti
Cagliari [3-5-2]:
– 1-Elia Caprile
– 6-Sebastiano Luperto, 14-Alessandro Deiola, 28-Gabriele Zappa
– 33-Adam Obert (3-Riyad Idrissi 53′), 90-Michael Folorunsho (9-Semih Kılıçsoy 81′), 27-Joseph Liteta (16-Matteo Prati 53′), 8-Michel Adopo (10-Gianluca Gaetano 81′), 2-Marco Palestra
– 94-Sebastiano Esposito (17-Mattia Felici 69′), 29-Gennaro Borrelli
Pelatih: Fabio Pisacane












