Keindahan Alam Desa Sriwulan dan Dampak Positifnya
Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dikenal dengan keindahan alamnya yang memberikan dampak positif bagi warga sekitarnya. Salah satu contohnya adalah Arenan Kalikesek, sebuah objek wisata yang lahir di akhir tahun 2020 lalu, tepat saat wabah virus Corona (Covid-19) melanda dunia, termasuk Indonesia.
Meskipun pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), BUMDes Sriwulan Makmur justru mendapatkan ide cemerlang untuk mengembangkan potensi desa. Melihat keindahan alam dan sumber mata air yang melimpah, BUMDes Sriwulan membentuk unit Pokok Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada tahun 2021. Unit ini memiliki rencana untuk membangun Arenan Kalikesek di wilayah paling strategis desa.
Namun, kendala permodalan langsung menghampiri BUMDes Sriwulan. Direktur BUMDes Sriwulan Makmur, Aminatur Rohman, mengakui bahwa pembangunan obyek wisata membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Keberuntungan menghampiri ketika seorang warga dermawan menawarkan sertifikat tanah untuk permodalan. Setelah itu, BUMDes Sriwulan langsung menggandeng Bank Republik Indonesia (BRI) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kita sudah menghitung mulai dari pembangunan dan persewaan, oleh karena itu kita berani mengambil KUR sebanyak Rp 100 juta,” kata Amin. “Lalu kita sering mengandalkan KUR BRI sebagai permodalan.”
Pembangunan Arenan Kalikesek dilakukan selama masa pandemi, yaitu dari tahun 2020 hingga mereda pada 2022. Ketika pandemi baru dirintis, saluran irigasi dan gazebo mulai dibangun. Setelah pembangunan dan perizinan selesai, Arenan Kalikesek resmi dibuka untuk umum.
Respons Positif dan Pertumbuhan Pendapatan
Respons positif langsung datang dari masyarakat sekitar, terutama di Kabupaten Kendal. Media sosial menjadi sarana utama promosi Arenan Kalikesek. Tak butuh waktu lama, tempat wisata ini langsung ramai pengunjung sejak awal dibuka.
Pendapatan BUMDes Sriwulan terus meningkat setiap bulannya. Awalnya hanya Rp 600 ribu per bulan, kemudian naik menjadi Rp 15 juta, lalu Rp 40 juta, dan akhirnya mencapai Rp 200 juta per bulan. Puncaknya pada tahun 2024, Arenan Kalikesek memberikan pendapatan fantastis bagi BUMDes Sriwulan.
Dengan pendapatan asli desa tersebut, BUMDes Sriwulan bisa membeli dua tanah untuk pengembangan unit usaha lain. Termasuk di Arenan Kalikesek yang mulai merambah ke usaha akomodasi dan melibatkan warga sekitar.
Pengelolaan Sampah dan Manfaat bagi Warga
Setelah Arenan Kalikesek didatangi banyak pengunjung, volume sampah di Desa Sriwulan meningkat drastis. BUMDes Sriwulan langsung bergerak cepat untuk mengatasi masalah ini. Unit pengelolaan sampah dibentuk untuk mengurangi volume sampah dan memberikan manfaat ekonomi.
Pengelolaan sampah menggunakan pendekatan 3R (mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang). Sampah daur ulang digunakan untuk membayar gaji karyawan, sementara sampah organik dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). BUMDes Sriwulan juga memiliki kandang komunal yang memanfaatkan kotoran ternak menjadi gas melalui proses fermentasi.
Unit pengelolaan sampah juga memberikan lapangan kerja bagi warga, terutama janda-janda yang telah kehilangan suami. Hingga saat ini, sudah ada 6 tenaga kerja yang bekerja di unit tersebut.

Manfaat Bagi Warga Desa Sriwulan
Tujuan utama BUMDes Sriwulan adalah merangkul semua warga agar produktif dan berkembang bersama. Hampir seluruh warga desa Sriwulan ikut andil menjadi karyawan atau membuka usaha kuliner di sekitar Arenan Kalikesek. Terdapat 40 warga desa dari berbagai kategori usia yang menjadi karyawan di Arenan Kalikesek.
Kepala Desa Sriwulan, Sulistyo, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan BUMDes Sriwulan. Kini, BUMDes tidak lagi bergantung pada uang Pemerintah Desa karena sudah memiliki Pendapatan Asli Desa (PADes) dari beberapa unit usaha.

THR Untuk Warga Sriwulan
Berkat PADes yang mencapai miliaran rupiah, BUMDes Sriwulan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga. Sebesar Rp 750 ribu per Kartu Keluarga (KK) diberikan kepada warga desa yang terletak di lereng bagian barat Gunung Ungaran.
Total dana yang dibagikan sebanyak Rp 250 juta untuk sekitar 250 KK di Desa Sriwulan. THR ini diberikan sebagai bentuk syukur dan peduli pada warga desa.

Harapan untuk Masa Depan
Di Lebaran 2026 mendatang, BUMDes Sriwulan berencana untuk memberikan THR yang ketiga kalinya dengan nominal lebih besar dari sebelumnya. Penerima THR, Mulyadi, mengaku senang dan berharap BUMDes Sriwulan terus berkembang serta bermanfaat bagi warga sekitar.
Tenaga Ahli Dispermasdes Kendal, Aliyudin, menyaksikan sendiri efek dari pengelolaan BUMDes di Sriwulan. Ia berharap desa-desa di Kabupaten Kendal bisa meniru langkah-langkah BUMDes Sriwulan yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar.












