Kehidupan Sarwendah yang Penuh Ujian dan Keberanian
Sarwendah, mantan istri dari Ruben Onsu, kini sedang menjalani berbagai tantangan dalam kehidupannya. Meski menghadapi berbagai ujian hidup, ia tetap memilih untuk ikhlas dan menabahkan hati. Ia berharap tahun depan akan menjadi lebih baik dan mampu melepaskan hal-hal buruk yang pernah dialaminya.
Salah satu alasan utama Sarwendah tetap kuat adalah ketiga anaknya. Ia berkomitmen untuk memastikan bahwa anak-anaknya bisa hidup bahagia dan terpenuhi segala kebutuhannya. Ia bertekad mendukung apa pun yang mereka butuhkan selama itu hal positif.
Sarwendah menyampaikan rasa ikhlasnya atas semua yang terjadi di tahun 2025. Ia mengatakan bahwa ia hanya bisa menerima segala sesuatu yang terjadi tanpa merasa kesal atau marah. “Diikhlaskan saja. Ditabahkan saja,” katanya saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Sabtu (6/12/2025).
Ia juga mengaku tetap semangat menjalani kehidupan hari demi hari. “Ya pokoknya harus semangat menjalani tiap tahunnya dan berdoa semoga tahun depan makin lebih baik lagi. Buang yang jelek-jelek,” tambahnya.
Menurut Sarwendah, perjalanan hidupnya seperti rollercoaster yang naik dan turun. Namun, ia tetap yakin bahwa sebagai seorang ibu, ia harus kuat. “Karena kalau misalnya aku enggak kuat siapa yang jagain anak-anak?” tegasnya.
Trauma dan Ketakutan yang Menghantui
Trauma yang dialami oleh Sarwendah bermula dari insiden rumahnya didatangi oleh debt collector. Hal ini terungkap melalui tayangan YouTube Intens Investigasi, Jumat (21/11/2025). Akibat dari pengalaman tersebut, Sarwendah memutuskan untuk berkonsultasi dengan psikolog.
“Aku ke psikolog, iya,” kata Sarwendah. Ia menjelaskan bahwa rasa takut yang dirasakannya adalah hal yang wajar, terlebih karena ia adalah seorang ibu yang memiliki naluri untuk melindungi ketiga anaknya di rumah.
“Apalagi aku perempuan, aku punya anak-anak di rumah aku,” lanjutnya. Ia mengakui bahwa ketakutan tersebut tidak sepenuhnya bisa dihilangkan, namun ia berusaha untuk tetap tenang dan stabil.
Setelah kejadian tersebut, Sarwendah berharap kehidupannya kembali damai. Ia ingin kehidupannya tidak lagi menjadi konsumsi publik. “Aku harap semuanya bisa baik-baik, kalian tahu aku orangnya sangat private, aku sangat cinta damai,” ujarnya.
Persoalan Nafkah dan Konferensi Pers
Sebelumnya, Ruben Onsu merasa kecewa atas tindakan Sarwendah yang menggelar konferensi pers. Menurut Minola Sebayang, kuasa hukum dari Ruben Onsu, masalah tersebut sebenarnya dapat diselesaikan secara baik-baik tanpa harus dibawa ke ranah media.
Minola juga menegaskan bahwa kewajiban nafkah Ruben kepada Sarwendah dan ketiga anak mereka tetap dijalankan meskipun mereka telah resmi bercerai. Hal ini membuat Ruben harus mengesampingkan kepentingan pribadinya demi memenuhi tanggung jawabnya.
“Ruben itu orang yang bertanggung jawab ya. Mungkin teman-teman media dan masyarakat juga perlu tahu ya,” ujar Minola saat membela kliennya, dikutip dari YouTube SCTV, Senin (17/11/2025).
Minola menambahkan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk menyerang pihak mana pun. Ia hanya menyampaikan fakta yang menurutnya penting. “Yang saya ungkapkan ini bukanlah sesuatu hal yang ingin memojokkan siapa pun, tapi ini fakta kebenaran yang harus disampaikan,” jelasnya.
Ia kemudian menyinggung soal beban nafkah yang tetap dipikul Ruben setelah perceraian. “Klien kami bercerai dengan S (Sarwendah) yang seharusnya kewajiban klien kami sebagai mantan suami terhadap anak-anaknya itu adalah uang pemeliharaan dan uang pendidikan,” terangnya.
Minola juga menyoroti bahwa banyak orang lain tidak menjalankan kewajiban sekecil apa pun terkait nafkah. “Banyak orang-orang ketika diberikan tanggung jawab kecil saja per bulannya untuk biaya pendidikan dan pemeliharaan enggak dilakukan, betul tidak?” lanjut Minola.
Ia kemudian memperlihatkan hasil cetakan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menunjukkan jumlah transfer Ruben kepada Sarwendah setiap bulan. Ia menegaskan bahwa rangkaian masalah yang terjadi setelah Sarwendah mengadakan konferensi pers membuat Ruben merasa kecewa.
“Nah, tapi kita boleh lihat teman-teman sekalian. Dari mulai perceraian di tahun 2024, September, Ruben tiap bulannya itu memberikan biaya kepada S senilai Rp242.629.000,” ujar Minola. Menurutnya, besarnya nominal nafkah tersebut menjadi alasan mengapa Ruben harus menunda sejumlah urusan pribadinya, termasuk soal pembayaran cicilan mobil.
“Jadi, klien kami itu lebih mengutamakan segala sesuatunya adalah demi kepentingan anak dan S yang nyaman. Jadi kadang-kadang kepentingannya sendiri pun dia tunda,” tutup Minola.












