Curhat Yance Sayuri Mantan PSM Makassar Usai Dihina Rasisme, Saya dan Klok Tidak Ada Masalah

Kasus Rasisme di Media Sosial yang Menimpa Dua Pemain Malut United

Dua pemain Malut United, Yakob Sayuri dan Yance Sayuri, menjadi korban serangan rasisme di media sosial usai laga melawan Persib Bandung. Insiden ini terjadi setelah pertandingan yang berlangsung di Stadion Kie Raha, Ternate.

Awal Insiden

Insiden bermula dari benturan antara Yance Sayuri dengan kapten Persib Bandung, Marc Klok. Benturan tersebut memicu hujatan bernada rasis di kolom komentar Instagram keduanya. Padahal, Yakob Sayuri tidak bermain karena sanksi larangan bertanding.

Yance Sayuri dan Yakob Sayuri sebelumnya merupakan eks pemain PSM Makassar. Mereka bergabung dengan Malut United pada musim 2024/2025. Insiden ini terjadi pasca Yance Sayuri terlibat benturan dengan Marc Klok di Stadion Kie Raha, Kota Ternate, Maluku Utara pada Minggu (14/12/2025).

Kala itu, Marc Klok coba membangun serangan balik usai Malut United kehilangan kesempatan dari tendangan sudut pada menit 38 detik 11. Marc Klok mendrible bola, Yance Sayuri berusaha menghentikan. Benturan tak terelakkan. Kaki Marc Klok mengenai kaki kanan Yance Sayuri, sehingga keduanya terjatuh. Saat terjatuh, Marc Klok tampak menarik celana Yance Sayuri. Yance Sayuri merespon spontan dengan gerakan seperti memukul.

Reaksi di Media Sosial

Usai pertandingan, kolom komentar akun Instagram Yance Sayuri @yansayuri11 berisi serangan bernada rasisme. Sejumlah akun menulis komentar merendahkan. Bahkan, ada yang mengirim gambar bernuansa rasis, ilustrasi menyamakan manusia dan binatang. Kolom komentar akun Instagram Yakob Sayuri tak luput dari serangan rasisme. Padahal, kakak Yance Sayuri ini tak bermain melawan Persib. Yakob Sayuri absen karena dijatuhi sanksi larangan bermain.

Serangan rasisme bukan pertama kali dialami Yance Sayuri dan Yakob Sayuri. Dua penggawa Timnas Indonesia itu pernah mendapat serangan rasisme usai lawan Persib Bandung juga pada pekan 31 Liga 1 2024/2025 di Stadion Kie Raha, Jumat (2/5/2025). Instagram kedua pemain ini dibanjiri komentar rasis dari beberapa netizen tak bertanggung jawab. Somasi hingga laporan ke polisi ditempuh oleh Yance Sayuri dan Yakob Sayuri waktu itu.

Pernyataan Yance Sayuri

Coba mengonfirmasi Yance Sayuri terkait insiden dengan Marc Klok serta kasus rasisme yang menimpanya melalui pesan di Instagram pribadinya, Selasa (16/12/2025). Namun, pemain kelahiran Kepulauan Yapen, Papua itu tak merespon. Yance Sayuri hanya membaca pesan dikirimkan.

Yance Sayuri mengunggah video pendek dan keterangan di Instagram pribadinya @yansayuri11, Selasa sore. Dalam video itu memperlihatkan Yance Sayuri berjalan sendiri saat pertandingan melawan Persib. Dalam keterangan video itu, Yance Sayuri mengakui kesalahan atas tindakan ke Marc Klok. Akan tetapi, ia menyayangkan teguran dilontarkan kepadanya sampai berujung rasisme.

“Saya pribadi tahu kalau kesalahan yang saya buat kemarin sangat salah dan tidak profesional tapi bukan berarti kalian mau tegur saya dan kasih masukan dengan kata rasis,” demikian ditulis Yance Sayuri di Instagram pribadinya @yansayuri11. Ia pribadi telah meminta maaf kepada Marc Klok setelah pertandingan berakhir. Bahkan, permohonan maaf juga disampaikan lagi kepada Marc Klok melalui pesan di media sosial.

Namun, serangan rasisme terus terjadi. Tidak hanya ditujukan kepadanya, tetapi juga kepada keluarganya. “Anak dan istri saya tidak ikut bertanding di dalam lapangan kemarin. Terus kenapa kalian rasis istri dan anak saya yang tidak tau apa-apa sema sekali,” tulis pemain berusia 27 tahun itu. “Kalian panggil anak saya monyet, anjing, babi, anak durhaka, anak yatim piatu dan anak hewan. Kalian boleh rasis saya, tapi mohon dengan sangat hormat jangan pernah rasis anak saya yang belum tahu apa-apa sama sekali.”

Walau mendapat serangan rasisme, Yance Sayuri tetap sabar. Ia justru mendoakan orang-orang yang menghinanya diberikan kesehatan. “Puji Tuhan keluarga saya masih sehat-sehat dan saya berdoa semoga siapa pun orang yang menghina saya dan keluarga saya semoga dia dan keluarganya diberi kesehatan dan berkat yang banyak,” tutupnya.

Respons dari Klub dan Asosiasi

Media Officer Malut United Weshley Hutagalung menyampaikan, pihaknya mendalami dan mempersiapkan langkah perlu diambil demi menghentikan rasisme di sepak bola Indonesia. Malut United mempertimbangkan melaporkan kasus rasisme kepada dua pemainnya ini ke kepolisian. “Itu yang sedang kita bahas,” ucapnya saat dihubungi, Selasa (16/12/2025).

Weshley Hutagalung juga meminta dukungan klub dan pecinta sepak bola Tanah Air untuk memerangi rasisme. Ia ingin mengajak PSM Makassar kampanye mengecam tindakan rasisme ketika kedua tim bertemu. Duel Malut United kontra PSM Makassar berlangsung pada pekan 15 Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (21/12/2025) pukul 16.30 Wita. “Semoga di Parepare nanti kita bisa bersatu menolak rasisme di sepak bola,” ucapnya.

Menanggapi serangan rasisme ke Yance Sayuri dan Yakob Sayuri, CEO Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) M Hardika Aji mengatakan, pihaknya masih tahap komunikasi dengan mereka terkait rasisme yang dialaminya. Soal langkah hukum, ia berharap ada tindakan tegas supaya ada efek jera kepada pelaku rasisme. Meski begitu, APPI menyerahkan keputusan kepada pemain yang menjadi korban. “Kami serahkan ke mereka karena bagaimana pun harus korban yang menentukan langkah selanjutnya,” tuturnya.

Hardika Aji menegaskan, APPI mengecam tindakan rasisme. Kampanye terus dilakukan melawan rasisme bersama operator sepak bola Indonesia I.League. “Kalau ini masih terjadi butuh tindakan represif agar kembali tidak berulang dengan melibatkan seluruh stakeholder untuk memerangi rasisme,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *