Daerah  

Rendy Ferby, Mantan Model Jombang Jadi Driver Ojol Ini Alasannya

Kehidupan Rendy Ferbi Cahyana, Seorang Ibu yang Berjuang di Jalanan Jombang

Rendy Ferbi Cahyana (36) adalah sosok perempuan tangguh yang menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh semangat. Sejak tahun 2018, jalanan Jombang menjadi ruang kerjanya sekaligus saksi perjuangan hidupnya. Dengan berbagai tantangan yang dihadapinya, ia berhasil mempertahankan keseimbangan antara peran sebagai pencari nafkah dan seorang ibu.

Sebelum menjadi driver ojol, Rendy pernah menghabiskan masa muda sebagai model. Namun, perjalanan hidupnya mengubah arahnya. Kepergian suaminya pada tahun 2016 membuat Rendy harus berdiri sendiri, menghidupi dan membesarkan dua anaknya tanpa bantuan siapa pun. Pilihan untuk menjadi driver ojol bukanlah hal mudah, tetapi ia memilihnya karena memberikan fleksibilitas waktu yang memungkinkannya tetap mengurus anak-anak.

Setiap pagi, Rendy bangun sejak subuh, sekitar pukul 04.30 WIB. Ia mulai membersihkan rumah dan memasak sarapan untuk anak-anaknya. Setelah itu, ia memastikan kedua anaknya sudah berangkat sekolah dengan aman. Baru setelah itu, ia mulai menjalani aktivitas sebagai driver ojol. Sepeda motor Beat-nya dipanaskan sebelum ia menuju jalan-jalan di Jombang untuk mencari pesanan.

Rutinitas ini dilakukan setiap hari tanpa libur. Rendy bekerja hingga sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB. Di tengah kesibukannya, ia sempat beristirahat di base camp Warung Ojol Kamtibmas, di Jalan Hasyim Asy’ari, Kelurahan Kaliwungu, Kabupaten Jombang. Di sana, ia bisa makan dan melakukan salat sejenak sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya.

Ketika tiba di rumah sekitar pukul 18.00 WIB, Rendy melepas jaket ojolnya dan kembali menjadi seorang ibu. Saat malam tiba, ia menemani anak-anaknya belajar dan berbicara. Meski begitu, ia tetap merasa bahwa setiap kilometer yang ditempuh adalah bentuk tanggung jawab terhadap keluarga kecilnya.

Perjalanan yang Penuh Tantangan

Selama bertahun-tahun di jalan, Rendy telah menghadapi berbagai situasi. Ada penumpang yang ramah, ada pula yang tidak menyenangkan. Salah satu pengalaman buruk yang ia alami adalah saat mengantar penumpang laki-laki yang bersikap tidak nyaman dan hanya membayar kurang dari tarif seharusnya. Meskipun takut, Rendy tetap bertahan karena tanggung jawab terhadap anak-anaknya.

Penghasilan dari menjadi driver ojol tidak selalu pasti. Hari yang ramai bisa memberinya lebih dari Rp 100.000, sedangkan di hari sepi, bahkan satu order saja terasa sangat berarti. Meskipun demikian, Rendy selalu bersyukur atas apa pun hasil yang ia dapatkan.

Di momen peringatan Hari Ibu, Rendy menyampaikan pesan untuk sesama perempuan, terutama mereka yang berjuang sendiri menopang keluarga. “Untuk semua ibu hebat, tetap kuat dan jangan menyerah. Apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk masa depan anak-anak,” ujarnya.

Mimpi yang Sederhana

Rendy yang juga tergabung dalam komunitas Ojek Online Srikandi Jombang tidak memiliki mimpi yang terlalu tinggi. Harapannya sederhana: kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk terus menemani tumbuh kembang anak-anaknya. “Selama masih sehat, saya akan terus berusaha,” pungkasnya.

Dengan tekad dan semangat yang besar, Rendy Ferbi Cahyana menjadi contoh nyata bahwa perjuangan seorang ibu tidak pernah sia-sia. Ia terus berusaha, meskipun jalanan Jombang sering kali menjadi tempat berjuangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *