Kronologi Baut Jembatan Bailey di Aceh yang Mencurigakan hingga Jenderal Maruli Marah: Ada Upaya Sabotase

Jembatan Bailey di Aceh Dihancurkan, TNI AD Menyatakan Kekesalan

Pada 28 Desember 2025 pagi, sejumlah baut jembatan bailey Teupin Mane di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh terlepas. Jembatan tersebut dibangun oleh TNI AD bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menghubungkan akses antardaerah yang terputus akibat bencana banjir di Sumatera.

Jembatan bailey merupakan struktur sementara yang dibangun sebagai solusi darurat. Sebelumnya, jembatan ini dikirim dari Jakarta ke wilayah terdampak banjir pada Jumat (5/12/2025). Terdapat delapan set jembatan bailey yang dikirim, satu di antaranya dipasang di Teupin Mane untuk menghubungkan akses jalan Bireuen-Takengon.

Jembatan selesai dibangun pada Minggu (14/12/2025), dan warga yang sebelumnya terisolir akibat banjir bisa kembali beraktivitas. Kehadiran jembatan tersebut mempermudah distribusi logistik ke lokasi terdampak banjir bandang di Bireuen.

Namun, hanya dua hari beroperasi, pada 28 Desember 2025 pagi, sejumlah baut yang sebelumnya terpasang erat terlepas dari tempatnya. Beberapa baut sudah tergeletak di atas badan jembatan, menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang akan menggunakan akses jembatan tersebut.

Petugas langsung bertindak cepat dengan memasang ulang baut-baut yang terlepas. Mereka juga mengencangkan baut agar lebih kuat dan tidak mudah terlepas kembali.

Penyebab Belum Dipastikan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bireuen, Fadli Amir, mengungkapkan bahwa awalnya pihaknya mendapat informasi tentang baut yang lepas. Namun, ia belum dapat memastikan apakah baut itu lepas sendiri karena lalu lintas kendaraan atau ada faktor lain.

“Setelah kami tahu ada baut yang lepas, kemudian tim PUPR Bireuen turun lapangan dan menyampaikan kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah,” ujarnya, Senin (29/12/2025) siang.

Tim dari BPJN langsung turun lapangan dan melakukan pemasangan ulang pada Minggu (28/12/2025). Selain itu, baut juga dikencangkan agar lebih kuat dan tidak mudah terlepas kembali.

Fadli masih belum bisa memastikan penyebab dan jumlah baut yang lepas. Ia hanya menyampaikan bahwa mereka segera memberitahu tim BPJN dan tim BPJN langsung turun memasang kembali, sembari berharap tidak ada lagi baut yang lepas.

KSAD Maruli Simanjuntak Berang

Menyikapi hal tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak merasa sangat marah. Ia mengaku sampai tidak bisa tidur setelah mengetahui adanya pihak yang dengan sengaja membongkar baut jembatan di tengah situasi darurat bencana.

“Dalam kondisi begini pun masih ada orang yang berusaha mensabotase jembatan Bailey kita. Dua hari yang lalu baut-bautnya dibongkar. Terus terang saya tidak menyangka ada orang sebiadab ini,” kata Jendral Maruli di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Menurut dia, aksi tersebut sangat membahayakan keselamatan masyarakat yang tengah terdampak bencana. Maruli menegaskan bahwa perbuatan itu bukan sekadar sabotase terhadap infrastruktur, melainkan tindakan yang berpotensi mengorbankan nyawa warga.

“Kalau pengkondisian membuat masyarakat mati, itu bukan pengkondisian. Itu biadab namanya. Masyarakat yang sedang bencana pun mau dikorbankan,” ujarnya.

Maruli menyebut bahwa jembatan Bailey merupakan jalur vital untuk distribusi logistik, evakuasi warga, dan mobilisasi bantuan. Ia menilai, pembongkaran baut jembatan di lokasi bencana menunjukkan adanya kelompok yang tidak peduli terhadap penderitaan masyarakat.

“Semalam saya tidak bisa tidur memikirkan ini. Saya tidak pernah berpikir ada orang yang sampai tega seperti ini,” ungkapnya.

TNI AD Siap Bertindak

Maruli juga menekankan pentingnya kekompakan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi bencana. Ia mengingatkan bahwa tanpa persatuan, upaya penanganan bencana akan semakin berat dan berisiko.

“Kalau kita tidak kompak, ini akan membuat pekerjaan kita semakin berat. Yang menjadi korban tetap masyarakat,” tegasnya.

TNI Angkatan Darat, kata Maruli, akan terus bekerja siang dan malam bersama kementerian terkait, BNPB, dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Ia juga memastikan aparat akan meningkatkan pengawasan di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Anggota kami bekerja pagi, siang, malam. Kami akan terus lanjutkan tugas ini sampai masyarakat benar-benar terbantu dan aman,” ucapnya.

Akses jalan nasional lintas Bireuen-Takengon sempat terputus akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Selain akses yang terputus, 12.752 unit rumah di Kabupaten Bireuen dilaporkan hilang dan rusak akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Kemudian, tercatat puluhan orang meninggal dunia dan ribuan orang kini tinggal di pengungsian.


Exit mobile version